TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ini Analisis Terbaru Harga Minyak, dari Analis ICDX

Achmad Adhito
31 October 2022 | 14:06
rubrik: Ekonomi
Harga Minyak Mentah Global Terus Naik

Sumber Foto: Time

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, TopBusiness—Mengawali pembukaan pekan pagi ini, harga minyak mentah terpantau bergerak lesu dibayangi perlambatan ekonomi di China akibat melonjaknya angka infeksi Covid di negara konsumen minyak terbesar kedua dunia itu.

“Meski demikian, proyeksi negatif output minyak Rusia pada tahun 2023 dan ketegangan di jalur pelayaran Laut Hitam memberikan dukungan pada harga minyak,” kata analis dari ICDX, Girta Yoga, hari ini di Jakarta.

Dalam data ekonomi terbaru yang dirilis menunjukkan aktivitas sektor jasa dan pabrik di China pada bulan Oktober mengalami penurunan di bawah angka 50 poin. “Untuk pemicu utama yang menyebabkan kontraksi ekonomi itu adalah pengetatan pembatasan akibat lonjakan Covid-19 yang memberikan pukulan besar baik di sisi produksi maupun konsumsi di negara raksasa ekonomi terbesar kedua dunia itu,” ia menjelaskan secara tertulis.

Masih dari China, angka kasus baru Covid-19 di China mencapai 2.105 kasus pada 29 Oktober, naik dibanding 1.658 kasus pada sehari sebelumnya, ungkap data terbaru yang dirilis hari Minggu (30/10) oleh Komisi Kesehatan Nasional. Peningkatan tersebut berdampak pada pengetatan pembatasan di seluruh China, di mana dalam laporan terbaru menyebutkan Disneyland Shanghai akan mengurangi kapasitas tenaga kerja untuk sementara, mulai 29 Oktober, yang berdampak pada operasional di taman hiburan tersebut.

Sinyal lonjakan angka infeksi di China itu turut memicu kekhawatiran akan berdampak pada penurunan permintaan bahan bakar di negara importir minyak terbesar pertama dunia itu. Sementara itu, dalam rancangan anggaran untuk tiga tahun ke depan, Kementerian Keuangan Rusia memangkas ekspektasi produksi minyak kena pajak tahun 2023, dengan pertimbangan sanksi Barat akan berdampak pada penurunan output minyak secara keseluruhan.

BACA JUGA:   Capaian Ditjen Migas di 2019

Produksi kondensat minyak dan gas Rusia pada 2023 diperkirakan turun hingga 8% menjadi 9,84 juta bph. Selain itu, penyulingan minyak dan volume ekspor juga direvisi turun menjadi 8,20 juta bph pada 2023, dari perkiraan sebelumnya di 10,15 juta bph. Sentimen positif lain datang dari memanasnya situasi di jalur pelayaran Laut Hitam yang berpotensi mengganggu jalur distribusi global.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan bahwa pasukan Ukraina telah menyerang kapal-kapal dari Armada Laut Hitam di Sevastopol, kota terbesar di Krimea pada hari Sabtu dini hari. Sebagai tanggapan atas serangan tersebut, Rusia pada hari Sabtu menangguhkan partisipasinya dalam kesepakatan ekspor Laut Hitam.

“Melihat dari sudut pandang teknis, harga minyak berpotensi menemui posisi resistance terdekat di level $92 per barel. Namun, apabila menemui katalis negatif maka harga berpotensi turun ke support terdekat di level $84 per barel,” Girta memprediksi.

Tags: girta yogaharga minyak duniaICDX
Previous Post

4 Saham yang Rekomendasi di Pekan Ini, oleh Indo Premier

Next Post

Bojonegoro Kabupaten Terkaya dari Sisi Migas

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR