Jakarta, TopBusiness – Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki cadangan minyak dan gas (migas) terbilang besar, terlebih saat ini masih memiliki lapangan migas yang baru beroperasi yaitu lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang dikelola Pertamina EP Cepu (PEPC). Selain ada potensi lapangan migas yang lainnya.
General Manager Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) Pertamina EP Cepu Ruby Mulyawan menjelaskan Kabupaten Bojonegoro merupakan kabupaten yang kaya dari hasil, maupun kegiatan hulu migas, dan berkontribusi terhadap pemerintah daerah.
“Dari Banyu Urip dan daerah Mudi di sekitar sini yang kecil-kecil itu paling signifikan bahwa kontribusi hulu migas ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Di sini menjadi kan secara APBD mungkin terkaya di Indonesia,” kata Ruby Mulyawan kepada mass media dalam kunjungan media visit.
Sementara, di wilayah yang tidak jauh dari JTB telah ditemukan pula cadangan minyak yang dioperasikan oleh ExxonMobil.
Dia menyatakan Proyek JTB diproyeksikan dapat beroperasi penuh pada Desember 2022 mendatang, dengan kapasitas produksi mencapai 192 MMSCFD. 172 MMSCFD, diantaranya sudah memiliki kontrak pembelian ke PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
Namun masih ada 20 MMSCFD yang belum memiliki kontrak pembelian, meski, menurut Ruby, kemungkinan sisa gas itu akan diserap ke industri Petro Kimia Gresik.
Ruby menyatakan produksi gas dari JTB masih bisa memproduksi dengan kapasitas penuh sebesar 192 MMSCFD hingga 2035 mendatang. “Jadi masih sangat signifikan, masih menarik bagi para investor untuk membeli gas ini. mudah-mudahan saja tumbuh kawasan industri untuk mengabsorbsi gas ini,” tuturnya.
Ditambahkan produksi gas di JTB itu mencapai 315 – 330 MMSCFD, namun masih butuh pembersihan karena banyak mengandung komponen yang tidak diinginkan. Di lapangan JTB menghasilkan gas layak jual hingga 192 MMSCFD.
Ada enam titik well pad atau tapak sumur di Jambaran East dan Jambaran Central, dimana tiap sumurnya rata-rata menghasilkan 60 MMSCFD.
Tidak hanya gas, dalam proyek JTB juga menghasilkan kondensat sebesar 2,892 BPD yang akan dialirkan melalui Central Processing Facility Banyu Urip yang dikelola oleh ExxonMobil Cepu. Nantinya akan dijual bersama minyak mentah dari hasil Banyu Urip.
“Ini hebat sekali reservoir-nya besar sekali, kemudian ada kerja sama sinergi dengan Exxon Mobil untuk kondensat yang dihasilkan, akan dikirimkan ke Exxon Mobil,” jelasnya.


Bojonegoro terkaya dari sisi migas, akan tetapi kemiskinan akan rakyat Bojonegoro masih sangat besar….
kota terkaya mbahmu
…kami warga sekitar susah.