
Tangerang, businessnews.id — Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Rajasa memertanyakan peran kelas menengah di Indonesia dalam meningkatkan daya saing ekonomi. Bila kenyataannya kelas menengah sekadar menjadi kelompok konsumtif, perlu didorong untuk lebih produktif.
“Terlepas dari itu, kelas menengah di Indonesia jumlahnya tumbuh pesat,” kata dia dalam pembukaan Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Alumni Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya (Hipa ITS) di Hotel Allium, Tangerang (Sabtu, 15/2).
Pertanyaan-pertanyaan kritis tentang kontribusi kelas menengah perlu diajukan. Sebab, bila ternyata kelas menengah tidak memberikan kontribusi itu dan tidak ada solusi untuk hal itu, Indonesia bisa masuk kepada jebakan negara berpendapatan menengah di Indonesia. “Sementara itu, Indonesia yang sekarang ada di negara lower middle income, ingin masuk ke tingkat yang lebih tinggi,” kata dia.
Bila kelas menengah diukur berdasarkan tingkat pendapatan masyarakat, terlihat bahwa jumlah kelas menengah semakin naik. “Kelas menengah yang tumbuh itu perlu didorong untuk semakin produktif,” Menteri Hatta Rajasa menegaskan.
Pertumbuhan pesat jumlah penduduk Indonesia tidak diiringi kenaikan jumlah pengusaha. Sementara, 50 persenan investor yang mengincar Asean sebenarnya ingin ke Indonesia. “Apakah kita hanya sekadar ingin menjadi partner asing? Tentu saja tidak. Dalam kesempatan ini, saya berharap bahwa alumni ITS menjadi agen pembangunan bangsa,” Menteri Hatta Rajasa berkata. (DHI/DHI)