TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

99% UKM Indonesia Prioritaskan ESG

Achmad Adhito
22 November 2022 | 09:36
rubrik: Business Info
Istimewa

Ilustrasi/Istimewa

Jakarta, TopBusiness—DBS Bank Ltd (Bank DBS) bersama Bloomberg melakukan survei bertajuk Catalysts of Sustainability kepada lebih dari 800 usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia, Singapura, Tiongkok, Taiwan, Hongkong, dan India untuk melihat tren sustainability di masing-masing negara. Mengalami pertumbuhan yang pesat, survei ini mendapati Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi prioritas bagi 83% perusahaan di Asia.

Dalam penjelasan secara tertulis yang diterima kemarin malam oleh Majalah TopBusiness, dijelaskan bahwa faktor lingkungan (Environmental) memberikan dampak yang begitu dahsyat terhadap tren industri. Walaupun demikian, jika disandingkan dengan faktor sosial (Social) dan tata kelola perusahaan (Governance), keduanya memiliki pengaruh yang sedikit lebih besar dalam proses pengambilan keputusan bisnis.

“Di samping itu, tiga dari empat pelaku usaha merasa bahwa pengaruh rantai nilai global seperti vendor, pemasok, dan pelanggan menjadi motivasi penting untuk mengadopsi ESG,” kata Chief Sustainability Officer Bank DBS Helge Muenkel.

“Jika perusahaan tidak bertransisi ke lower-carbon societies, mereka akan memertaruhkan banyak hal. Beberapa darinya adalah aset menjadi telantar dan produk yang kehilangan relevansinya,” kata Muenkel.

ESG sebagai Prioritas

Sebanyak 99% UKM di Indonesia melihat ESG sebagai prioritas di bisnis mereka, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata skor di Asia (83%). Mereka mengaku menghadirkan produk/proses yang berlandaskan aspek keberlanjutan. Kendati demikian, 59% UKM menemui hambatan dalam menyeimbangkan ESG dengan pertumbuhan bisnis dan transisi operasi bisnis.

Kemudian, masalah pendanaan dan teknis pengarahan adalah beberapa hal krusial yang perusahaan butuhkan saat mengimplementasikan ESG. Terlepas dari berbagai tantangan yang ada, pemimpin bisnis dan pengambil keputusan tetap merespon positif pengadopsian aspek sustainability di sektor bisnis.

BACA JUGA:   Konsisten Bantu UKM, BNI Xpora Dampingi Keripik Pisang Bananania Buka Lapangan Kerja hingga Ekspansi ke Mancanegara

“Kami sadar bahwa UKM menghadapi banyak rintangan, terutama saat bertransisi menjadi bisnis yang lebih berkelanjutan dan amat penting bagi UKM untuk berhasil melaluinya. DBS siap membantu UKM dalam menjalani proses dekarbonisasi dengan pendanaan, dan menjadi penasihat sehingga mereka dapat terhubung ke dalam ekosistem yang tepat di seluruh Asia,” ujar Group Head, SME Banking, Bank DBS, Joyce Tee.

Tags: bloombergesgsurvei dbsukm
Previous Post

CentrePark Catatkan Pertumbuhan 15%

Next Post

Gempa Cianjur, Pertamina Patra Niaga Pastikan Operasional Berjalan Lancar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR