Jakarta, TopBusiness – Gempa bumi telah melanda kawasan Cianjur dan sekitarnya. Gempa bumi ini berkekuatan magnitudo 5,6 pada Senin (21/11) pukul 13.21 WIB kemarin, dengan titik koordinat 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur.
Menyikapi hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat memastikan secara umum operasional lembaga penyalur BBM dan LPG itu berjalan normal pasca gempa bumi tersebut.
Demikian seperti disampaikan Eko Kristiawan, Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat, dalam keterangan Senin, seperti dikutip Selasa (22/11/2022).
“Saat ini sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut pada sarana dan fasilitas (sarfas) hingga lembaga penyalur BBM dan LPG di wilayah Regional Jawa Bagian Barat, khususnya Cianjur dan Sukabumi, serta di Jawa Barat secara umum,” katanya.
Untuk itu, Pertamina menghimbau agar seluruh mitra lembaga penyalur dan konsumen tetap waspada, serta terus mengikuti perkembangan informasi mengenai gempa dan dampaknya.
“Jika masyarakat membutuhkan informasi terkait produk dan layanan Pertamina, dapat menghubungi Call Center 135,” ucap dia.
Untuk diketahui, gempa berkekuatan magnitudo 5,6 terjadi di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (21/11) siang. Setelah itu terjadi puluhan kali gempa susulan. Adapun guncangan paling parah terasa di Cianjur dengan durasi 10-15 detik.
Akibat gempa ini, seperti dilaporkan Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil, telah menelan korban tewas di Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 162 jiwa.
Ia memperoleh data itu dari Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur per Senin (21/11), pukul 21.00 WIB.
Selain korban tewas, gempa tersebut juga menyebabkan 362 orang luka ringan hingga berat, 2.345 rumah rusak berat, dan 13.400-an orang mengungsi.
