TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

IHSG Berpotensi kembali Bergerak Melemah

Agus Haryanto
5 December 2022 | 05:34
rubrik: Capital Market
FOTO2 BURSA EFEK

Bursa Efek Indonesia (BEI). FOTO: (Rendy MR/TopBusiness)

Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi kembali bergerak melemah.

Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwa IHSG Berpotensi Kembali Melemah.

Pada penutupan Jumat lalu (2/12), pasar AS cenderung melemah. Dow Jones menguat 0,1%, sedangkan S&P 500 melemah 0,12%, dan Nasdaq melemah 0,18%. Perhatian pasar global pada minggu ini akan tertekan pada rilis data US PPI bulan November dengan ekspektasi akan meningkan 7,2% yoy. Selain itu beberapa negara OPEC+ akan mengadakan pertemuan untuk membahas keluaran target setelah adanya kesulitan harga pada minyak Rusia.

Pasar komoditas terpantau cenderung melemah pada Jumat (2/12) kemarin. Minyak WTI melemah 1,08% level USD 80,34/bbl, Brent melemah 1,68% ke level USD 85,42/bbl, Harga batubara flat di level USD 385/ton, nikel menguat 1,73% ke level USD 28.075, dan CPO -2,28% ke level MYR 3.905. Harga emas terpantau melemah 0,21% ke level USD 1.811/toz).

Bursa Asia melemah pada Jumat (2/12) kemarin. Kospi melemah 1,84%, Nikkei 1,59%, Hang Seng 0,33%, dan Shanghai 0,29%. IHSG pada hari Jumat (2/12) ditutup melemah 0,302% ke level 7.019, dengan net sell sebesar Rp 1,6 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 1.277,4 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net sell asing sebesar Rp 350,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 573 miliar), BBNI (Rp 181,8 miliar), dan ASII (Rp 124,4 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh MDKA (Rp 102,5 miliar), INCO (Rp 49,5 miliar), dan ICBP (Rp 29,7 miliar). Top leading movers adalah BMRI, TLKM, dan BYAN sedangkan GOTO, BBCA, dan BBRI menjadi top lagging movers.

BACA JUGA:   BEI Suspensi SLIS

Terjadi penambahan 2.548 kasus baru COVID-19 di Indonesia pada hari Minggu (4/12) dengan jumlah kasus sembuh sebanyak 5.772. Daily positive rate sebesar 29,31%; tingkat positif keseluruhan: 9,19%; kasus aktif: 50.987.

Pagi ini Nikkei dibuka melemah 0,17% dan KOSPI 2,2%. “Kami kecenderungan IHSG berpotensi melanjutkan tren koreksi pada hari ini, seiring dengan beragamnya sentimen dari pergerakan bursa global dan bursa regional,” demikian tertulis.

Previous Post

Premi CDS Indonesia Tercatat Menurun

Next Post

Menteri Basuki: Jaga Kebersihan Sungai Ciliwung, Jadi Barometer Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR