Jakarta, TopBusiness—Premi CDS (credit default swap atau level premi risiko investasi) Indonesia untuk lima tahun, turun ke 85,45 bps per 1 Desember 2022. Sementara sebelumnya ada di 93,3 bps per 25 November 2022.
Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono, di Jakarta, kemarin malam.
Ia pun, secara tertulis ke wartawan, menjelaskan bahwa berdasarkan data transaksi 28 November -1 Desember 2022, nonresiden di pasar keuangan domestik, beli neto Rp9,64 triliun. Itu terdiri dari beli neto Rp8,76 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp0,88 triliun di pasar saham.
Selama tahun 2022, berdasarkan data setelmen hingga 1 Desember 2022, nonresiden jual neto Rp155,10 triliun di pasar SBN dan beli neto Rp78,20 triliun di pasar saham.
“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pemulihan ekonomi lebih lanjut,” Erwin berkata.
