TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Sudah Capai 60,03%, WEGE Kebut Pembangunan Modular Hunian Pekerja Konstruksi di IKN

Busthomi
8 December 2022 | 14:13
rubrik: Capital Market
Sudah Capai 60,03%, WEGE Kebut Pembangunan Modular Hunian Pekerja Konstruksi di IKN

Jajaran direksi PT Wijaya Karya Gedung Tbk saat menggelar paparan public secara virtual, Kamis (8/12/2022). FOTO: SS TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) KSO saat ini sedang mempercepat pembangunan hunian pekerja konstruksi di Ibu Kota Negara (IKN) dengan membangun 22 tower Rusun.

Tercatat hingga November 2022, progres pembangunan hunian pekerja konstruksi ini mencapai 60,03% dari perencanaan 55,31%. Hal ini menunjukan kemajuan positif dari perencanaan.

Proyek hunian pekerja IKN ini sendiri bernilai Rp567 miliar dengan waktu pelaksanaannya mulai dari 29 Agustus 2022 hingga 20 Januari 2023 atau 145 Hari Kalender.

Di proyek ini WEGE mengerjakan pekerjaan design and build, landscape dan hardscape. Dari 22 tower, WEGE mengerjakan 12 tower dengan menggunakan teknologi modular sebanyak 1.739 unit yang didalamnya sudah termasuk MEP dan kelengkapan fasilitas ruangan seperti tempat tidur dan lainnnya.

Direktur Operasi I WEGE Bagus Tri Setyana menjelaskan bahwa pembangunan hunian pekerja konstrusksi menggunakan teknologi Modular ini nantinya dapat dialih fungsikan setelah pembangunan IKN Nusantara selesai.

“Dengan teknologi Modular WGF dari WEGE memang teruji khususnya untuk pekerjaan-pekerjaan yang sangat cepat dan di area-area tertentu. Dan Modular WGF WEGE ini memiliki konstruksi baja tapi bisa knock down,” ujar Bagus dalam acara paparan public, Kamis (8/12/2022).  

“Produk WEGE ini biasa dipakai untuk site office di proyek yang kita tangani, jadi setelah pekerjaan proyek selesai, site office yang kami pakai bisa dilipat Kembali.  Artinya jika nanti proyek IKN Nusantara selesai dibangun, rusun ini nantinya bisa dialih fungsikan,” lanjut Bagus.

Kinerja Keuangan

Adapun terkait kinerja keuangan, WEGE mencatatkan kinerja positif berdasarkan Laporan Keuangan per tanggal 30 September 2022 (Unaudited), hingga triwulan 3/2020 WEGE meraih laba Rp92,76 miliar dan pendapatan Rp1,67 triliun.

BACA JUGA:   Java Backbone Beroperasi Penuh, Laba Bersih WIFI Meroket 136%

Pencapaian pendapatan tersebut didorong oleh pendapatan dari konstruksi sebesar Rp1,49 triliun, investasi & konsesi sebesar Rp39,47 miliar, meningkat 56% year on year dan industri modular sebesar Rp148,44 miliar, meningkat sebesar 81% year on year (“yoy”).

“Hal ini menunjukkan bahwa bisnis konsesi dan industri modular yang merupakan bagian dari strategi bisnis Perseroan (backward & forward), berhasil dalam menopang Pendapatan Perseroan (Core Business)” ujar Direktur Utama Hadian Pramudita, di acara yang sama.

Adapun, kas dan setara kas per 30 September 2022 sebesar Rp428,10 miliar, total ekuitas senilai Rp2,39 triliun dan total asset sebesar Rp5,25 triliun.

Menurut Hadian, meskipun pendapatan perseroan mengalami kontraksi secara YoY, namun perseroan mampu menjaga Gross Profit Margin di level 8,59% meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan operting profit margin di level 5,34% dan net profit margin di level 5,54% ditopang dari pendapatan lainnya.

Kondisi lain yang membuat WEGE tetap memberikan performa terbaiknya adalah dari sisi Rasio Leverege, dengan DER WEGE saat ini sebesar 1,20x (kali), Gearing Ratio sebesar 0,30x (kali), dan Current Ratio sebesar 2,03x (kali) menunjukkan WEGE memiliki tingkat likuiditas dan fundamental yang sehat.

Capaian Kontrak Baru

Capaian Kontrak Baru hingga November 2022 telah mencapai Rp4,24 triliun atau meningkat 107% year on year. Komposisi perolehan kontak baru tersebut terdiri dari office 22,13%, public facility 67,08%, commercial 0,87% dan residencial 9,93%.

Rincian kontrak baru tersebut antara lain; Dhoho International Airport phase 2, PT Bio Farma’s Product Development Facilty – Bandung, Building 1& 2 ITB Innovation Park Bandung – Teknopolis, Kalideres Regional Public Hospital, Politteknik Ilmu Pelayaran (PIP) – Makasar, VIP & VVIP Building Halim Perdanakusuma Airport Revitalization, Renovation of Biofarma Building No.14, Al Hidayah Phasee-1 Mosque – Bogor, UIN Alaudin Hospital – Makasar, UPT Vertikal Hospital – Surabaya, MFH Coridor & Roof Garden KOOPERBI, New Capital City – Project Modular Housing for Contractors.

BACA JUGA:   Siapkan Capex Rp222 Miliar, FORE Bidik Laba Naik 70% di Tahun Ini

“Adapun perolehan ini dilihat dari kategori owner antara lain Pemerintah sebesar 32,86%, BUMN 23,56% dan dari Swasta sebesar 43,57%,” pungkas Hadian.

Tags: kinerja keuanganProyek IKNPT Wijaya Karya Bangunan Gedung TbkWEGE
Previous Post

Emiten Ini Sewa Kapal Senilai Rp301 Miliar

Next Post

Telkom Lanjutkan Transformasi Tiga Pilar Bisnis Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR