Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi melanjutkan kenaikan.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan bahwaIHSG Berpotensi Melanjutkan Kenaikan.
Bursa AS ditutup menguat pada Selasa. DJIA +0,3%, diikuti S&P500 0,73%, dan Nasdaq 1,01%. Kenaikan indeks ini terjadi karena Consumer Price Index hanya menunjukan kenaikan 0,1% dibanding bulan sebelumnya dan 7,1% dibandingkan tahun lalu.
Dari pasar komoditas, harga Brent naik 3,1%, emas melemah 0,12%. Sementara itu, harga batu bara menguat 1%, CPO 3,99% ke RM 3.886/ton, dan nikel menguat 0,05%.
Bursa Asia ditutup menguat pada Selasa. Kospi melemah 0,03%, Hang seng menguat 0,68%.
IHSG ditutup naik 1,13% ke level 6.820. Investor asing kemarin mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 1.741,7 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell Rp 1.970,4 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 228,7 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh GOTO (Rp 900,3 miliar), BMRI (Rp 434,2 miliar), dan TLKM (Rp 236,3 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 154,2 miliar), MDKA (Rp 39,6 miliar), dan BUMI (Rp 36,3 miliar). Adapun top sector gainer hari ini adalah sektor IDXTECH, sementara yang menjadi top sector loser kemarin adalah sektor IDXPROP. Top leading movers emiten GOTO, BBRI, ARTO, sementara top lagging movers emiten BMRI,
Terjadi penambahan 2.117 kasus baru COVID-19 di Indonesia kemarin dengan kematian 32 kasus. Sementara itu, +3.402 pasien dinyatakan sembuh.
Kospi dibuka menguat pada pagi ini (+0,71%) dan Nikkei dibuka menguat (0,38%). “Kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat hari ini, sejalan dengan pergerakan bursa global dan regional,” demikian tertulis.
