TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Ratusan Perusahaan dan Institusi Bonafid Terima Penghargaan TOP Digital Awards 2022

Nurdian Akhmad
16 December 2022 | 07:07
rubrik: Event
Ratusan Perusahaan dan Institusi Bonafid Terima Penghargaan TOP Digital Awards 2022

Jakarta, TopBusiness – Setelah melalui serangkaian proses penjurian yang memakan waktu sekitar tiga bulan, para peraih bintang penghargaan “TOP Digital Awards 2022” akhirnya diumumkan secara langsung pada “Puncak Acara Penghargaan TOP Digital Awards 2022” yang berlangsung, Kamis (15/12/2022)a di Raffles Hotel, Jakarta. 

Ajang penghargaan tahunan bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  & Solusi Digital terbesar tingkat nasional yang dihelat majalah ItWorks bekerjasama dengan sejumlah  Asosiasi TI & TELCO Indonesia ini, dihadiri sejumlah pimpinan Kementerian, Lembaga/Badan, Kepala Pemerintah Daerah, Walikota, Gubernur, serta ratusan IT Manager atau Chief technology officer (CTO)/ Chief Information Officer (CIO) dari berbagai perusahaan, organisasi dan institusi untuk menerima langsung penghargaan ini.

Sejalan dengan tema yang diangkat pada penyelenggaran event “TOP Digital Awards 2022” yakni “The Strategic Impact of Digital Transformation in Business & Government”, para peraih pengharagaan ini telah mampu membuktikan  bahwa  inovasi, kreatifitas dan terobosan digital yang dilakukan, baik oleh perusahaan, institusi ataupun organisasi telah berdampak signifikan, baik di internal perusahaan maupun hubungan  eksternal, termasuk dengan mitra bisnis atau pelanggan (masyarakat).

Demikian  juga  peran dari para pimpinan kepala daerah, CIO atau CTO, terutama dalam  upaya mendukung akselerasi transformasi digital untuk meningkatkan daya saing  maupun layanan pelanggan maupun layanan masyarakat.

Secara umum, di tahun ketiga Pandemi Covid-19 ini, kreativitas dan inovasi serta antusias peserta, baik dari perusahaan, organisasi, maupun institusi dan lembaga pemerintahan dalam menghadirkan solusi inovasi baru berbasis technology digital, terus mengalami peningkatan. Bahkan sejak pandemi Covid-19, transformasi digital mengalami lompatan baru di berbagai kalangan.

Pada lembaga atau institusi kepemerintahan, inovasi digital terutama sebagai upaya peningkatan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE),  serta implementasi dan pengembangan konsep smart city (kota cerdas). Terkait SPBE, hal ini selaras dengan arah kebijakan nasional terkait arsitektur dan peta rencana SPBE yang diharapkan makin terpadu secara nasional. Kebijakan ini antara lain telah dituangkan melalui Surat Edaran Menteri PANRB No. 18/2022 tentang Keterpaduan Layanan Digital Nasional Melalui Penerapan Arsitektur SPBE dan Peta Rencana SPBE. Adapun implementasi smart city, terkait adanya program pemerintah yakni gerakan menuju 100 Smart City di Indonesia untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan memanfaatkan teknologi informasi dan digitalisasi.

Sedangkan bagi pelaku usaha, inovasi dan akselerasi transformasi digital dilakukan sebagai upaya menyikapi situasi pandemi covid-19 dan meningkatkan kinerja di era new normal, sekaligus sebagai upaya mempersiapkan diri memasuki era Revolusi Industri 4.0 dan meningkatkan daya saingnya di kancah global.

Beberapa inovasi sistem aplikasi bisnis yang dikembangkan seperti  ERP (Enterprise Resource Planning), Customer Relationship Management (CRM) untuk mengelola hubungan bisnis dengan pelanggan, aplikasi pemasaran, penjualan,  manajemen keuangan (finance), HR, dan lainnya. Berbagai aplikasi yang dikembangkan oleh Lembaga dan institusi kepemerintahan juga makin luas hingga kde daerah-darah, baik oleh Pemda maupun pelaku usaha, termasuk dari kalangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Beberapa perusahaan dan instansi pemerintah berhasil meraih penghargaan paling bergengsi, yakni Golden Trophy yang merupakan  kategori penghargaan tertinggi dalam ajang “TOP Digital Awards 2022”. Di antaranya PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, PT Pegadaian (Persero), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan RI, dan PT Jasa Raharja (Persero). Kelimanya berhasil  menyabet  Golden Trophy karena didasari atas pencapaiannya meraih penghargaan “TOP Digital Awards” kategori Bintang 5 (Sangat Baik) selama tiga tahun berturut-turut.

Selain itu beberapa perusahaan dan instansi lainnya juga meraih penghargaan level Bintang 5 (Sangat Baik) atas terobosan dan inovasi digital yang dilakukan. Di jajaran lembaga dan institusi pemerintah, di antaranya ada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI, Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Pemerintah Kabupaten Pasuruan, dan lainnya.

BACA JUGA:   Kampung Pemulung, CSR Unggulan PGAS Solution

Sedangkan dari korporasi termasuk pengembang solusi aplikasi bisnis (business software developer), para peraih Bintangnya antara  lain PT Deltadata Mandiri, PT Kideco Jaya Agung, ESTIM (software developer), PT Indonesia Indikator, PT Data Sinergitama Jaya (Elitery), PT Sigma Cipta Caraka (Telkomsigma), PT Bank Jatim, Perumdam Air Minum Apa’ Mening (Malinau-Kaltara), RSUD Dr Iskak Tulungangung  (Jatim), dan beberapa lainnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan peluncuran MSI Institute oleh Madani Solusi Internasiojnal (MSI) Group yang bergerak di bidang konsultasi dan pelatihan untuk penguatan aspek pembelajaran bersama dalam kegiatan award-award yang diselenggarakan. Beberapa konsultasi dan pelatihan, terkait kegiatan penghargaan seperti TOP DIGITAL Awards, TOP CSR Awards, TOP GRC Awards, TOP BUMD Awards, TOP Awards, TOP Human Capital Awards, siap diselenggarakan.

Digitalisasi Meningkatkan Kualitas Layanan

Dalam keynote speech-nya Dr. Ing. Ilham Akbar Habibie, MBA, selaku Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional menyatakan terkait pentingnya transformasi digital, baik di sektor bisnis maupun pemerintahan. ”Saya kira tidak bisa kita pungkiri bahwasanya kita sudah sepenuhnya masuk ke era digital. Namun demikian semenjak kita melalui pandemi (Covid-19), kita merasakan dampak sepenuhnya dengan adanya keterbatasan kita bergerak, untuk bekerja, dan bertemu dengan yang lain (ternyata) banyak hal bisa disubstitusikan dengan digital,” kata Ilham.

Menurutnya, digitalisasi substansinya adalah teknologi yang diterapkan untuk memperbaiki modus dan proses kerja secara keseluruhan, baik dari segi biaya, kecepatan, dan juga kualitas.

“Saya kasih contoh, kita ini baru beralih dari analog TV ke digital, itu harapannya ke depan adalah signalnya tentu lebih bagus, kemudian kita juga bisa dapat lebih banyak channel, dan para pelanggan (pemirsa) dia dapat satu layanan yang jauh lebih baik daripada dengan analog. Jadi, dengan adanya teknologi digital kita mendapatkan satu kualitas layanan yang lebih baik,” ujarnya.

Bicara soal digitalisasi katanya, berarti juga akan menyinggung soal data dalam bentuk digital. “Kita mungkin sering mendengar semboyan yang mengatakan bahwa ‘data is the new oil’. Dalam hal ini, data akan punya nilai jika data tersebut berada dalam bentuk digital. Makanya dengan digitalisasi itulah data punya potensi untuk bisa diolah dan bisa menjadi sesuatu yang punya nilai yang berlebih. Itu yang sebetulnya sama sama dengan minyak. Sehingga kalau kita produksi minyak itu dalam bentuk mentah dia tidak punya nilai, tetapi harus melalui proses untuk menjadi bahan bakar, plastic, menjadi pupuk, dan sebagainya.

Untuk mengolah data agar memiliki nilai seperti halnya minyak, Ilham juga menyinggung mengenai peran penting teknologi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning untuk mengetahui pola-pola yang ada pada data tersebut.

”Kadang kita sudah melihat polanya, Alhamdulillah, kita dengan cepat mengerti datanya, tapi kadang datanya terlihat sangat acak, sehingga kita memerlukan satu mesin untuk mengerti pola atau membuat pola terlebih dahulu, sehingga kita mengerti bagaimana kita harus menginterpretasikan data,” ujar Ilham.

Dukung Percepatan Transformasi Digital

Ketua Dewan Juri Top Digital Awards 2022,  Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng dalam sambutannya mengatakan, TOP DIGITAL Awards ini  selain kegiatan penilaian untuk pemberian penghargaan bidang implementasi teknologi digital, juga merupakan kegiatan pembelajaran. Hal ini karena  pada sesi akhir wawancara penjurian, dewan juri juga memberikan pendapat, saran dan masukan kepada para peserta yang bisa dijadikan feedback untuk mendukung inovasi digitalisasi ke depan.

“Kegiatan TOP DIGITAL Awards yang diselenggarakan oleh majalah ItWorks ini, sangat selaras dengan arah kebijakan Presiden RI, yakni percepatan transformasi digital guna mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan teknologi digital, baik di instansi pemerintahan, korporasi bisnis, maupun institusi lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA:   Sukses Lakukan Transformasi Digital, DJBC Diganjar Dua Penghargaan TOP DIGITAL Awards 2022

Dikatakan, Transformasi Digital umumnya dijalankan dalam upaya suatu organisasi mendongkrak efektivitas dan efisiensi dalam memberikan layanan publik, kinerja bisnis dan operasional, serta layanan kepada pelanggan.

Menurutnya, agar transformasi digital yang sukses tetap bisa diwujudkan, maka perlu fokus pada (1) kualitas digitalisasi, bukan sekedar kuantitas; (2) Integrasikan upaya transformasi digital dengan seluruh aktivitas organisasi, (3) tetap memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, dan perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat/konsumen, serta (4) adalah manajemen keamanan informasi.

Penentuan Pemenang Kategori TOP DIGITAL

Lebih lanjut Prof. Dr.-Ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng menjelaskan, penilaian untuk penentuan pemenang, diawali dengan seleksi awal terhadap 900-an calon peserta, untuk menghasilkan 200 kandidat terbaik. Para pakar TI dan Dewan Juri, merekomendasikan kandidat-kandidat perusahaan dan instansi pemerintahan, yang dinilai berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya. Beberapa data pendukung, termasuk hasil penilaian SPBE (Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik) yang diselenggarkan oleh KemenPANRB, juga menjadi pertimbangan dalam seleksi awal ini.

Dari 200 kandidat terbaik, sebanyak 183 peserta yang dapat mengikuti proses penilaian secara lengkap, termasuk hadir dan presentasi keberhasilan implementasi dan pemanfaatan teknologi digitalnya, dalam kegiatan Wawancara Penjurian yang diselenggarakan secara daring.

Adapun 4 kriteria Utama dalam menentukan pemenang adalah:

1.    Perusahaan/ Instansi yang berhasil dalam hal implementasi dan pemanfaatan Teknologi Digital dalam meningkatkan kinerja, daya saing, operasional, dan layanannya.

2.    Perusahaan/ Instansi yang memiliki sistem, tata kelola, dan infrastruktur Teknologi Digital yang baik, serta memperhatikan sungguh-sungguh aspek keamanan informasi.

3.         Perusahaan/ Instansi yang memiliki Solusi Teknologi Digital Unggulan/ yang dinilai membanggakan.

4.    Perusahaan/ Instansi yang implementasi dan solusi Teknologi Digitalnya yang terkait dengan Tema TOP DIGITAL Awards 2022, yakni solusi digital yang memiliki dampak maksimal terhadap peningkatan kinerja bisnis dan instansi pemerintahan.

Ditambahkan, khusus untuk Pemenang penghargaan level bintang 5, bukan berarti instansi pemerintahan / tersebut berada dilevel yang sempurna. Namun, selain kriteria-kriteria penilaian tersebut dipenuhi dengan baik, Dewan Juri menambahkan kriteria khusus, yakni ada hal-hal yang terkait implementasi/ pemanfaatan teknologi digital, atau ada solusi bisnis yang menonjol, atau yang layak untuk dicontoh atau direkomendasikan kepada instansi/ perusahaan lainnya.

“Proses penilaian dan penetapan pemenang, dilakukan secara obyektif, dan independen oleh Dewan Juri. Penilaian dan penjurian yang telah dilakukan, didasarkan pada informasi yang diperoleh dari jawaban kuesioner, wawancara penjurian, dan sumber informasi lain yang relevan, selama proses penilaian berlangsung.  Dalam penyelenggaraan TOP DIGITAL Awards 2022 ini, ada 2 Peserta yang tidak mendapatkan level bintang penghargaan, karena dinilai belum memenuhi kriteria penilaian yang telah ditetapkan.  Namun kabar baiknya, dalam TOP DIGITAL Awards 2022 ini, ada 5 Peserta yang mampu meraih Piala Golden Trophy, yakni peserta yang berhasil meraih penghargaan level Bintang 5, dalam 3 tahun berturut-turut,” terangnya.

Temuan Penting

Selama proses presentasi dan wawancara penjurian berlangsung, Dewan Juri memperoleh beberapa temuan penting terkait implementasi solusi digital di perusahaan dan instansi pemerintahan. Di antaranya adalah

  1. Pengukuran dampak atau manfaat dari solusi bisnisnya

Walaupun belum semuanya, namun saat ini semakin banyak korporasi bisnis dan instansi pemerintahan, yang secara telah melakukan pengukuran dampak atau manfaat dari solusi bisnis yang dikembangkan dan diimplementasikannya. Hal ini menjadi penting, untuk mengukur keberhasilan dari pengembagan dan implementasi solusi digitalnya.

  • Peningkatan Tata Kelola TI atau IT Governance

Pengelolaan sistem TI harus didasarkan pada platform tata kelola TI yang baik serta berstandard nasional atau internacional, agar pengelolaan dan pengembangannya dapat bersifat terstruktur dan sistematis, serta berkelanjutan. Aspek-aspek pengelolaan aset-aset TI dan aspek manajamen risiko dalam bidang TI, juga perlu dikelola dengan sebaik-baiknya.

BACA JUGA:   Implementasi GRC Berbasis IT, WTR Siap Menjadi Perusahan Terdepan di Bidang Jalan Tol

3. Keamanan TI atau Cyber Security

Di banyak perusahaan dan organisasi, IT Security sudah mulai menjadi perhatian yang lebih serius dari tahun sebelumnya. Hal ini tidak terlepas adanya tren peningkatan serangan siber yang cenderung meningkat di tengah pandemi Covid-19. Bagaimanapun juga, ancaman serangan terhadap keamanan sistem IT harus diwaspadai. Jangan sampai aktivitas operasional terganggu atau bahkan berhenti, karena sistem keamanan IT yang masih lemah.

Kami menyarankan ada SDM TI yang dikembangkan untuk mendapatkan Sertifikasi IT Security / Cyber Security.

4. Rating Kepuasan Pengguna Solusi

Baru sebagian peserta, yang mulai memberikan fasilitas penilaian atas solusi/aplikasi yang digunakan. Jika masing-masing pengguna solusi/layanan, selalu diberikan opsi pemberian rating nilai atas sebuah layanan, seperti kepuasan Bintang 5 atau 1, maka unit terkait akan terpacu untuk terus meningkatkan layanannya. Jadi, penggunaan Aplikasi/Solusi Digital akan menigkatkan budaya layanan yang lebih baik.

5.  Digital Culture dan Literasi Digital

Selain fokus pada pengembangan aplikasi dan solusi digital, sebaiknya manajemen Perusahaan dan Instansi Pemerintahan, juga harus membangun Digital Culture, agar pemanfaatan Solusi Digitalnya menjadi maksimal, serta Literasi Digital. Jangan sampai, fitur-fitur canggih dari sebuah aplikasi digital / solusi bisnis yang sudah dikembangkan, tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal, hanya karena kurangnya edukasi dan literasi terkait teknologi digital bagi masyarakat/ penggunanya.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara Top Digital Awards 2022 M. Lutfi Handayani, MM., MBA yang juga Pemred Majalah ItWorks mengatakan, TOP DIGITAL Awards diselenggarakan setiap tahun oleh majalah ItWorks dari MSI Group, dengan didukung oleh para Pakar dan Dewan Juri dari berbagai asosiasi TI, seperti MASTEL (Masyarakat Telematika Indonesia), APKOMINDO (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia), FTII (Federasi Teknologi Informasi Indonesia) ASPILUKI (Asosiasi Piranti Lunak Indonesia), IDTUG (Indonesia Telecommunication User Group), dan LKN (Lembaga Kajian Nawacita).

Dikatakan, dari sejak tahun pertama penyelenggaraan, yakni tahun 2016, TOP DIGITAL Awards didesain sebagai ajang penghargaan yang sarat dengan aspek pembelajaran. Termasuk, pendirian MSI Institute sebagai wadah untuk memfasilitasi kegiatan konsultasi dan pelatihan, sekiranya diperlukan oleh para Peserta, untuk meningkatkan kinerja, daya saing, dan layanannya.

Adapun jumlah peserta tahun ini, sebanyak 183 Instansi pemerintahan dan korporasi bisnis. Jumlah ini meningkat dibanding tahun lalu, sebanyak 172 peserta, atau  naik 6,5% dibanding tahun 2021 lalu.  Dan insya Allah, jumlah ini merupakan jumlah peserta yang terbesar dalam award-award TI / teknologi digital di Indonesia.

Dijelaskan, Tujuan TOP DIGITAL Awards 2022, adalah untuk:
a. Mendorong peningkatan implementasi dan pemanfaatan solusi digital di instansi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan di Indonesia, untuk mendukung peningkatan daya saing perekonomian nasional, menuju Indonesia yang maju dan sejatera.
b. Mendorong adanya inovasi-inovasi berbasis solusi digital, guna meningkatkan kinerja dan layanan kepada konsumen dan masyarakat.
c. Meningkatkan aspek pembelajaran bersama dibidang implementasi dan pemanfaatan teknologi digital bagi instansi pemerintahan dan korporasi bisnis di Indonesia.
d. Meningkatkan semangat dan keyakinan diri bagi Tim IT dan Pimpinan Instansi maupun korporasi, melalui pemberian apresiasi/ penghargaan atas keberhasilannya dalam melakukan investasi dan implementasi solusi digital.

“Kami berharap, investasi yang umumnya tidak sedikit tersebut, membawa hasil dan manfaat bagi instansi dan korporasinya. “Yes It Works”… Yess.. semuanya berjalan dengan baik… Yess semua bermanfaat… Yess, semuanya berhasil.

“Itulah keyakinan diri, yang ingin kita tanamkan terus, terutama ketika mengambil keputusan investasi IT, agar bisnis kita tumbuh berkelanjutan. Agar instansi pemerintah kita, makin cepat dan berkualitas dalam memberikan layanan kepada masyarakat,” pungkasnya

Tags: TOP Digital Awards 2022
Previous Post

Semen Baturaja Masuk, SIG bisa Ciptakan Efisiensi hingga Rp1,65 Triliun

Next Post

SIG Pastikan Dana Rights Issue bakal Digunakan Untuk Program ESG

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR