Jakarta, TopBusiness – PT Hatten Bali Tbk (IDX: WINE), hari ini resmi mencatatakan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menggunakan kode saham WINE sebgaai ticker di pasar modal.
Hatten Bali merupakan satu perusahaan yang bergerak di bidang distribusi minuman beralkohol khususnya wine akan menggelar Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO) dengan melepas sejumlah 678.000.000 lembar saham.
Besaran saham itu setara dengan 25,02% dari modal disetor dan ditempatkan Perseroan, dengan harga Rp 129 per saham. Perseroan menunjuk PT NH Korindo Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek, penjamin emisi efek dan Underwriter.
Perseroan didirikan pada tahun 2000 dan merupakan pioneer wine di Indonesia maupun di Asia, yang berhasil membangun dan mempertahankan budidaya penanaman anggur local, maupun anggur internasional di lahan sendiri maupun mitra dengan petani setempat dan pembuatan wines yang sukses dengan diperkuat juga oleh banyak pengakuan internasional melalui penghargaan dari kompetisi wine yang diterima.
Sebelum IPO, saham Perseroan tercatat dimiliki Ida Bagus Rai Budarsa 50% dan PT Gotama Putra 50%. Ida Bagus Rai Budarsa atau Gus Rai sapaan akrabnya, Presiden Direktur Perseroan menjelaskan, “Dengan berkembangnya produk dan minat atas industry ini di Indonesia, langkah perusahaan masuk Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IPO adalah bagian dari strategi meningkatkan kapasitas pendanaan perusahaan dan tata kelola untuk lebih baik lagi.”
Dalam keterangan resminya, Selasa (10/1/2022), Gus Rai menyatakan optimis dengan prospek bisnis dan pertumbuhan pendapatan yang dijalankan perseroan saat ini terutama melihat trend masyarakat menengah atas untuk mengkonsumsi wine dan tingkat pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang semakin besar.
Amir Suhendro Samirin – Direktur PT NH Korindo Sekuritas Indonesia yang merupakan Penjamin Pelaksana Emisi Efek memaparkan, “Kami yakin bahwa dengan dicatatkannya PT Hatten Bali Tbk akan memberikan warna tersendiri bagi industri pasar modal, dikarenakan belum ada perusahaan sejenis yang memproduksi wine dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.”
Perusahaan telah mendapatkan izin efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 30 Desember 2022.
Selama masa penawaran umum tanggal 03 – 06 Januari 2023, saham PT Hatten Bali Tbk mendapatkan minat yang cukup positif dari para investor dan seluruh saham yang ditawarkan dapat terserap dengan baik.
Selanjutnya Beliau menjelaskan dari aksi korporasi ini, Perseroan akan menerima dana segar sebesar Rp 87,46 miliar dimana dana yang diraih Perseroan dari IPO ini, utamanya akan digunakan sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha Perseroan.
