TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Awal 2023, Harga Komoditas Terpengaruh Beberapa Peristiwa

Achmad Adhito
25 January 2023 | 15:02
rubrik: Ekonomi
Harga Minyak Mentah Global Terus Naik

FOTO Ilustrasi: Time

Jakarta, TopBusiness—Mengawali tahun 2023 sejumlah peristiwa ekonomi dan politik global masih memengaruhi tren sejumlah harga komoditas. Beberapa faktor dari tahun 2022 juga turut memengaruhi pergerakan harga komoditas di awal tahun ini. Mulai dari isu pelonggaran pembatasan terkait Covid-19, lanjutan konflik di Ukraina, hingga respons kebijakan berbagai negara terkait inflasi dan tingkat suku bunga.

“Komoditas energi misalnya, dengan adanya pelonggoran pembatasan Covid-19 di China menyebabkan aktivitas perjalanan meningkat drastis yang menyebabkan terdorongnya demand untuk pemenuhan energi,” demikian dikatakan Research and Development ICDX, Girta Yoga, secara tertulis ke Majalah TopBusiness, hari ini.

“Fokus pasar pada kuartal pertama 2023 untuk komoditas energi adalah embargo produk turunan minyak Rusia pada 5 Februari mendatang, OPEC menargetkan harga minyak 2023 stabil di kisaran $80-$90 per barel, AS masih mengalami krisis stok di Cadangan Strategis Negara, rencana penerapan batas harga untuk gas Rusia pada 15 Februari mendatang, dan China melonggarkan ijin impor batu bara Australia,” kata dia.

Sedangkan khusus untuk CPO, topik utama yang memengaruhi pergerakan harga di kuartal-I 2023 adalah pembukaan wilayah China, mandat pemerintah Indonesia mengenai Biodiesel (B35), Ramadan, serta pengurangan impor minyak sawit oleh Eropa.

Kondisi global seperti isu resesi dan ekonomi Amerika Serikat juga turut memengaruhi komoditas khususnya mata uang Rupiah. Dari faktor internal sendiri yang menjadi penggerak adalah data makro ekonomi Indonesia yang mencatatkan bahwa pada kuartal tiga 2022 kemarin ekonomi Indonesia tumbuh 5,72%, selain itu neraca perdagangan juga turut menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan $5,16 miliar, serta suku bunga BI yang tumbuh 5,75%.

“Di sisi lain, isu resesi menjadi pendorong naiknya harga emas selain inflasi global. Kenaikan suku bunga The Fed yang diproyeksikan naik 75bps, dan target suku bunga 2023 5,1% juga menyumbang pergerakkan harga emas di samping dari kelanjutan konflik Rusia dan Ukraina,” Yorga menganalisis.

BACA JUGA:   Kementerian PU Siap Lanjutkan Revitalisasi Danau Siombak untuk Kendalikan Banjir dan Rob di Medan-Belawan
Tags: girta yogaharga komoditas 2023ICDXriset icdx
Previous Post

Diversifikasi Bisnis, Indika Energy Bikin Perusahaan Baru di Sektor Distribusi Alkes

Next Post

Perumda Tirta Kajen Punya Peluang Tambah Lokasi Layanan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR