Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah atau Perumda Air Minum Tirta Kajen (Perumda Tirta Kajen) Kabupaten Pekalongan terus berupaya menjangkau pendistribusian pelayanan air minum terhadap masyarakat. Perumda mempunyai peluang untuk meningkatkan cakupan layanan hingga enam kecamatan di masa yang akan datang.
Saat sesi pemaparan materi presentasi, Direktur Perumda Tirta Kajen Nur Wachid mengatakan bahwa pihaknya mempunyai potensi untuk meningkatkan jumlah lokasi distribusi layanan air minum hingga mencapai enam kecamatan, seiring dengan kemampuan manajemen dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Nur Wachid menceritakan, awalnya Perumda Tirta Kajen, berkutat pada pelayanan di 11 kecamatan. “Kita di dalam tiga tahun terakhir sudah mampu menambah dua lokasi kecamatan lagi, yang kita mulai masuki untuk memberikan pelayanan air bersih, meskipun secara jumlah belum terpenuhi semuanya,” urai dia dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, yang berlangsung secara dalam jaringan dalam skema zoom meeting, yang berlangsung di Jakarta, Rabu (26/01/2023).
Manajemen berhasil menambah lokasi distribusi pelayanan air minum hingga menjadi 13 kecamatan dari 19 kecamatan yang ada. “Tetapi kita mulai mengakses memberikan layanan tambah yaitu di dua kecamatan yakni satu Kecamatan Karangdadap dan yang satu adalah Kecamatan Buaran,” kata dia.
Manajemen kini tengah berusaha untuk menambah lokasi pelayanan hingga genap menjadi 19 kecamatan. “Kita masih memiliki kewajiban atau peluang di enam kecamatan. Karena di wilayah kami, Kabupaten Pekalongan, jumlah kecamatan yang ada adalah 19 kecamatan,” ujar dia.
Secara rinci terhitung mulai dari tahun 2019, Perumda Air Minum Tirta Kajen hanya melayani 11 kecamatan saja, lalu berturut-turut mulai tahun 2020, 2021 hingga 2022 menjadi masing-masing 12, 12 dan 13 kecamatan. Penambahan dua kecamatan dimaksud yaitu Kecamatan Karangdadap dan Buaran.
Berikut ini beberapa nama kecamatan yang telah terlayani oleh Perumda Tirta Kajen di 13 kecamatan yang ada di Kabupaten Pekalongan, yakni Kecamatan Bojong sebanyak 1.758 sambungan rumah atau SR, diikuti Buaran sebanyak 159 SR, Doro (755), Kajen (6.210), Karanganyar (1.347), Karangdadap (814). Berikutnya ada Kecamatan Kedungwuni sebanyak 3.505 SR, disusul oleh Kesesi (2.884), Sragi (538), Tirto (974), Wiradesa (3.168), Wonokerto (2.995), dan Wonopringgo (1.097).
Namun demikian, masih sebanyak enam kecamatan belum dapat terlayani akibat kondisi topografi wilayahnya. “Ini adalah potret pelayanan kami, dimana ada 13 kecamatan yang masing-masing terlayani, sedangkan ada enam yaitu Kecamatan Kandangserang, kedua Lebakbarang, ketiga Paninggaran, keempat Petungkriyono, dan kelima, Siwalan, serta terakhir Talun. Saat ini, belum bisa kami layani dengan pertimbangan yang lima adalah wilayah atas dimana posisinya adalah di dataran tinggi dan jauh dari sumber kami. Dan yang kedua adalah Siwalan yang notabene juga berada di sebelah utara-barat yang juga jauh dari kami berbatasan dengan Kabupaten Pemalang,” papar Nur Wachid.
Untuk melengkapi layanan di seluruh kecamatan di Kabupaten Pekalongan, perusahaan kini berupaya juga untuk memenuhi sumber air bakunya. Karena itu, perumda telah melakukan studi di beberapa daerah aliran sungai atau air permukaan sebagai pasokan air.
Tak terkecuali, melakukan diskusi dengan pemangku kepentingan terkait dengan hasil studi tersebut. “Nah saat ini kita sudah melakukan studi di air permukaan. Jadi beberapa wilayah sungai. Kita berkomunikasi dengan pemangku dan pengelola, kemudian kita mulai studi sudah selesai dua lokasi studi, dimana di situ ada potensi untuk pengambilan air baku dari air permukaan yaitu satu di Sungai Welo Petungkriyono, yang satunya adalah Sungai Sragi. Jadi dua sungai itulah nanti yang akan kita sampaikan seperti hasil studinya kepada pemerintah, di sini kita akan memiliki potensi untuk menjamin kelangsungan pasokan air bersih melalui air baku dari air permukaan,” jelas Nur Wachid.
