
Jakarta, businessnews.id — Pertumbuhan laba bersih Bank CIMB Niaga tahun 2013 hanya 1 persen ketimbang laba bersih tahun 2012. Pada akhir tahun 2013, Bank CIMB Niaga membukukan laba bersih sebesar Rp 4,28 triliun sedangkan tahun 2012 di Rp 4,23 triliun.
Pertumbuhan laba stagnan tersebut, menurut Direktur keuangan Bank CIMB Niaga, Wan Razly, merupakan bagian dari strategi untuk menjaga pertumbuhan tetap sehat dengan menjaga pertumbuhan kredit di bawah pertumbuhan industri. “Dengan demikian NPL kami tetap terjaga di angka 2,2 persen,” katanya di Jakarta kemarin.
Dengan target perlambatan pertumbuhan kredit di angka 8 persen year on year di tahun 2014 atau sebesar Rp 156, 98 triliun, berpengaruh ke penurunan pendapatan bunga . Ditambah dengan kenaikan BI Rate di tahun 2013 sebesar 1,75 persen, akan memengaruhi cost of fund Bank CIMB Niaga sebesar 1 persen.
Sedangkan dari sisi aset, kata dia, Bank CIMB Niaga mencapai Rp 218,87 triliun atau meningkat 11 persen year on year. “Dengan demikian tetap bertahan sebagai bank nomor lima terbesar di Indonesia dari sisi aset.” (ZIZ)