Jakarta, TopBusiness—Jajaran direksi BUMD (badan usaha milik daerah) milik Pemerintah Kota Padang (Pemkot Padang) diharapkan berpikir out of the box. Direksi BUMD pun harus inovatif dalam membawa perusahaannya terus tumbuh.
“BUMD harus memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dan kebutuhan masyarakat itu kan banyak yang sifatnya masif, misalnya kebutuhan air minum. Jadi harus berpikir out of the box dalam pengelolaan,” kata Walikota Padang, Hendri Septa, di Jakarta kemarin malam, dalam wawancara dengan Majalah TopBusiness.
Wali Kota Hendri Septa mencontohkan adanya kebutuhan masyarakat yang bersifat masif dan dikelola oleh BUMD. Contohnya adalah kebutuhan air minum yang dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Padang. “Kalau urusan air minum ini dipegang oleh swasta, nanti bisa tidak bagus,” kata dia.
Dalam pengelolaan air bersih untuk masyarakat Kota Padang, BUMD tersebut tidak berorientasi keuntungan terus, tetapi juga sambil memikirkan pelayanan publik.
Wali kota Hendri Septa pun mengatakan bahwa sejak dirinya masih menjadi wakil wali kota Padang pun, sudah ingin agar Perumda Air Minum Kota Padang terus mengadakan banyak inovasi atau pun perubahan.
“Kalau tadinya fokus kepada pelayanan kebutuhan konsumen, kami pun ingin agar BUMD tersebut bisa memberikan deviden ke pemkot sebagai pemegang saham.”
Hal itu sudah terwujud. Di tahun 2022, perumda tersebut bisa memberikan deviden sebesar Rp4,7 miliar. Nilai ini naik daripada di tahun-tahun sebelumnya. “Untuk tahun 2023, nilai deviden tersebut ditargetkan naik,” kata dia.
Lebih lanjut, Wali Kota Hendri Septa pun mengatakan bahwa Perumda Air Minum Kota Padang terus-menerus didorong membenahi pelayanan kepada masyarakat Kota Padang. Di antara langkah pembenahan itu adalah upaya menaikkan kapasitas pasokan air untuk 18.000-20.000 calon pelanggan. Saat ini pelanggan tersebut menunggu masuknya aliran air bersih dari Perumda Air Minum Kota Padang.
“Saat ini, kami sudah bertemu Kementerian PUPR untuk membicarakan dukungan terhadap penambahan kapasitas untuk para calon pelanggan tersebut,” kata wali kota tersebut.
Sementara, di tempat yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, mengatakan bahwa pihaknya terus menggelar berbagai inovasi pelayanan. Yang terbaru adalah adanya Smart Water Meter yang bisa menghentikan aliran air ke pelanggan yang menunggak pembayaran, dari jarak jauh.
Jadi, petugas perumda tersebut tidak perlu mendatangi rumah pelanggan itu untuk menyetop aliran air. Cukup memencet tombol, aliran tersebut bisa dihentikan.
“Fasilitas ini juga memudahkan pelanggan. Sebab, mereka menjadi lebih cermat dalam memantau pemakaian air, bukan?” Hendra berkata.
Hendra mengatakan bahwa, untuk tahun 2023 ini, pihaknya menargetkan pemasangan 2.000-an Smart Water Meter tersebut.
Saat ini, Perumda Air Minum Kota Padang punya 142.000-an pelanggan. Dari situ, ada 218 pelanggan yang sudah bisa mendapatkan air siap minum. “Layanan air siap minum ini pun merupakan contoh inovasi kami,” papar Hendra.
