Jakarta, TopBusiness—BPR Bank Tulungagung (Jawa Timur) terus mengintensifkan strategi berkontribusi ke perekonomian daerah. Ada beberapa bentuk konstribusi yang diberikan. Satu di antara itu adalah kontribusi ke PAD (pendapatan asli daerah).
“Selain itu, kami memberikan dukungan ke kredit UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), dengan bunga murah,” kata Direktur Utama BPR Bank Tulungagung, Suhermin, dalam presentasi melalui Zoom untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022, yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga (10/2/2023).
Satu bentuk lainnya, Suhermin mengatakan, adalah adanya edukasi dari BPR Bank Tulugangung untuk penggunaan QRIS bagi UMKM. Hal tersebut merupakan upaya untuk mendukung pertumbuhan UMKM.
Ia merinci tentang kredit bunga murah untuk UMKM tersebut. Sumber dana kredit ini adalah penyertaan modal dari pemerintah daerah, yang besarnya Rp50 miliar. “Kredit tersebut berbunga rendah yakni 6%. Jadi, di bawah bunga yang kami bayarkan ke LPS (Lembaga Penjamin Simpanan),” demikianlah ia menjelaskan.
Sejumlah inovasi bisnis pun terus dilakukan oleh bank tersebut. Suhermin mencontohkan inovasi tersebut. Yakni co-branding e-money, pengembangan aplikasi mobile banking, pembiayaan perumahan (KPR/kredit pemilikan rumah), sinergi dengan perusahaan teknologi finansial, dan lain-lain.
“Sementara, untuk layanan ATM cardless, saat ini masih berlaku untuk internal. Ini sambil menunggu izin dari Bank Indonesia untuk berlakunya ATM cardless tersebut bagi eksternal,” ia menambahkan.
Suhermin lalu menjelaskan pencapaian kinerja bisnis BPR Bank Tulungagung, yang terbaru. Penyaluran kredit tahun 2022 di Rp165,42 miliar atau naik daripada di 2021 yang Rp156,18 miliar.
Adapun laba tahun 2022 di Rp6,88 miliar atau naik ketimbang tahun 2021 yang di Rp6,26 miliar.
DPK (dana pihak ketiga) di tahun 2022 pada Rp145,74 miliar. Angka ini naik jika dibandingkan dengan tahun 2021 yang di Rp141,3 miliar.
Untuk skor komposit GCG BPR Bank Tulungagung, ada di 2,1 atau berarti ‘baik’. “Sedangkan untuk tingkat kesehatan BPR Bank Tulugangung di 2022, tetap dalam status ‘sehat’,” Suhermin menjelaskan.
