Jakarta, TopBusiness – Berdiri sejak 1979, PDAM Kota Padang Panjang terus berupaya untuk mewujudkan visi menjadi terdepan dalam pelayanan air minum yang berlandaskan integritas menuju perusahaan yang profesional dan mandiri.
Untuk mewujudkan visi tersebut, ada dua misi yang dilakukan PDAM Kota Padang yaitu pertama meningkatkan pelayanan air minum untuk mencapai kepuasan pelanggan dan stakeholders perusahaan. Kedua, meningkatkan kompetensi sumber daya PDAM yang profesional dan akuntabel.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PDAM Kota Padang Panjang Adrial A Bakar, ST dalam penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang dilakukan secara daring, Rabu (8/2/2023).
Meski tergolong PDAM berskala kecil karena melayani daerah berpenduduk sekitar 60 ribu orang, PDAM Kota Padang Panjang tetap menunjukkan kinerja layanan yang prima. Nilai kinerja BUMD ini pada 2022 sebesar 3,55 dan menduduki peringkat lima nasional untuk PDAM dengan jumlah pelanggan 10.000-20.000 dan peringkat dua dari seluruh PDAM di Sumatera Barat yang berjumlah 16 PDAM.
Jumlah pelanggan PDAM Kota Padang Panjang saat ini sebanyak 11.053 SL dengan cakupan layanan teknis 78,18 persen dan cakupan administrasi 67,72 persen. Sementara itu tingkat kebocoran air atau NRW sebesar 25,18 persen dan rata-rata jam layanan 24 jam per hari.
Menurut Adrial, PDAM Kota Padang Panjang saat ini menghadapi kondisi atau tantangan khusus, yakni pertama tarif belum FCR karena tarif air yang berlaku saat ini ditetapkan sejak tahun 2010. Tarif air terendah Rp 800 per kubik. “Saat ini kami sedang merencanakan untuk penyesuaian tarif. Kami rencana itu diterapkan pada pertengahan 2023,” kata dia.
Tantangan lainnya adalah indeks jumlah anggota keluarga dalam satu kepala keluarga (KK) terbitan Badan Pusat Statistik (BPS) yang selalu berubah menurun. Tiap tahun indeks ini mengalami penurunan nilai, sehingga walaupun PDAM Kota Padang Panjang menambah jumlah pelanggan, tapi cakupan layanan tetap menurun.
“Cakupan layanan kami pernah 80 persen, tapi karena indeksnya menurun sehingga cakupan layanan kami turun menjadi 78,18 persen. Padahal kami setiap tahun menambah pelanggan antara 5-8 persen,” ujar dia.
Meskipun tarif air tidak mengalami penyesuaian dalam 13 tahun ini, PDAM Kota Padang Panjang berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja dengan menerapkan inovasi di teknologi informasi. “Alhamdulillah kami bisa meningkatkan laba setiap tahun dalam empat tahun terakhir,” tutur Adrial.
Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, PDAM Kota Padang Panjang sejak 2018 hingga 2022 mencatat kinerja yang cukup baik. Dari sisi pendapatan secara berturut-turut naik dari Rp 9,31 miliar pada 2018, menjadi Rp 10,94 miliar (2019), Rp 11,01 miliar (2020), Rp 11,25 miliar (2021) dan Rp 11,3 miliar pada 2022.
Perbaikan kinerja BUMD ini juga ditunjukkan dari laba yang terus meningkat, dari rugi Rp 636,55 juta pada 2018, menjadi untung Rp 39,31 juta (2019), kemudian naik menjadi Rp 74,87 juta (2020), Rp 156,99 juta (2021), dan Rp 212 juta pada 2022. Jumlah pelanggan juga terus bertambah dari 8.895 SL pada 2018 menjadi 10.715 SL (2019), 10.142SL (2020), 10.939 SL (2021) dan 11.359 SL pada 2022.
Kualitas pelayanan PDAM Kota Padang Panjang juga dinilai baik, distribusi air sangat lancar dengan konsumsi rata-rata 28 M3/pelanggan/bulan. Ini tergolong sangat tinggi untuk ukuran sebuah PDAM kecil di daerah.
Hasil Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) pada awal 2023 oleh LPPM Universitas Andalas menyatakan bahwa semua pelayanan PDAM Kota Padang Panjang berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nilainya baik dan sangat baik.
Dari sembilan item survei yang dilaksanakan oleh LPPM Universitas Andalas, delapan item nilainya baik (B) dan ada satu item nilainya sangat baik (A) yaitu untuk item penanganan pengaduan, saran dan masukan. “Artinya walaupun dengan tarif yang rendah, layanan kami di mata pelanggan sudah baik dan ada yang sangat baik,” kata Adrial.
Dalam hal manajemen sumber daya manusia, PDAM menerapkan penilaian kinerja individu pegawai setiap hari melalui aplikasi e-kinerja yang didasarkan KPI setiap pegawai.
“Reward dan punishment diaplikasikan terhadap semua tunjangan dan reward yang diberikan perusahaan. Dalam hal standar kinerja minimal yang disyaratkan tidak tercapai maka punishment diberlakukan secara penuh,” tutur Adrial yang sudah berkecimpung di perusahaan air minum daerah sejak 23 tahun ini.
Inovasi bidang TI
PDAM Kota Padang Panjang juga merancang, membangun dan mengimplementasikan sendiri inovasi sistem monitoring produksi, distribusi dan pelayanan pelanggan yang terangkum dalam Aplikasi Smart Water Management System (SWMS), meliputi :
- Sistem monitoring dan penghitungan debit produksi dan distribusi menggunakan CCTV
- Sistem monitoring tekanan air jaringan pipa transmisi dan distribusi menggunakan sensor tekanan
- Sistem monitoring dan pengendalian operasional pompa jarak jauh
- Sistem monitoring dan pengendalian kualitas air menggunakan sensor kekeruhan
- Sistem monitoring dan pengendalian tinggi muka air reservoir menggunakan sensor leveling
- Sistem monitoring pelanggan dan jaringan perpipaan dengan Aplikasi GIS
Pemanfaatan teknologi informasi ini meningkatkan efektivitas dan efisiensi monitoring dan operasional teknis pelayanan air minum mulai dari sumber air sampai kepada pelanggan. Sebab, semua sistem berjalan online dan data yang didapat real time.
Meningkatkan kepuasan pelanggan karena sistem pelayanan terkendali dan jika terjadi gangguan pelayanan, PDAM dapat merespons masalah tersebut dengan segera. “Inovasi teknologi ini juga sangat bermanfaat mendukung operasional ketika pandemi covid-19 berlangsung,” ucap Adrial.
Kontribusi terhadap Pembangunan Daerah
Menurut Adrial, PDAM Kota Padang Panjang adalah satu-satunya BUMD milik Pemerintah Kota Padang Panjang yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terbaik pelayanan air minum jaringan perpipaan kepada masyarakat sebagai bagian tanggung jawab Pemerintah Daerah,
“PDAM Kota Padang Panjang memberikan kontribusi PAD dari laba yang diperoleh sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Sebagai BUMD, PDAM Kota Padang panjang selalu menyediakan bantuan kepada masyarakat dalam bentuk Corporate Social Responsibility (CSR). Misalnya adalah sambungan rumah gratis bagi masyarakat yang kurang mampu. Selain itu, sambungan rumah subsidi bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah.
“Kami juga memberikan bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan di sekitar sumber air PDAM,” ucap Adrial.
Kegiatan CSR lainnya adalah pembangunan Kran Air Siap Minum (KASM) di sekolah-sekolah, kantor, dan RSUD. Selama pandemi covid-19, PDAM kota Padang Panjang memberikan bantuan kran sistem cuci tangan selama pandemi covid-19.
