Jakarta, TopBusiness – Kembali didaulat sebagai kandidat penerima penghargaan TOP BUMD Awards 2023, Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur (Bank UMKM) mengungkap berbagai hal menarik seputar kinerja dan pencapaian perusahaan pada sesi penjurian yang digelar secara virtual pada Selasa (14/2/2023) lalu.
Pada sesi penjurian TOP BUMD Awards 2023 ini, Bank UMKM mengusung tema ‘Inovasi dalam membangun kinerja dan layanan yang sustain dan excellent’.
“Kami sengaja mengambil tema ‘sustain’, karena Bank UMKM ini dibangun dua puluh tahun yang lalu, dan sekarang sudah waktunya bahwa pondasi-pondasi secara bisnis, termasuk sistem, SDM, dan tata kelola sudah harus jangka panjang. Kemudian kita bicara excellent, karena sudah waktunya lompat,” ujar Yudhi Wahyu Maharani, Direktur Utama Bank BPR Jatim Bank UMKM Jawa Timur di hadapan dewan juri.
Yudhi mengakui bahwa beberapa tahun lalu, Bank UMKM memang belum menerapkan pondasi yang sebenarnya dan masih belum terlalu kuat. Kendati begitu, dia berharap setelah pandemi, Bank UMKM ke depan bisa menjadi pemain di sektor perbankan yang disegani, terutama di Jawa Timur.
“Kami (secara) nasional sudah di posisi ke-3 untuk bank milik pemerintah provinsi. Jadi, saya berharap dua tiga tahun kita insya Allah kita menjadi nomor 1,” kata Yudhi.
Lebih lanjut, Yudhi juga mengungkap bahwasanya Bank UMKM termasuk 5 besar BPR yang sebenarnya siap untuk Go Public. “Tetapi, apa pun dari sisi profesionalitas, tata kelola, kemudian dari sisi bisnis dan fondasi jangka panjang, baik itu nanti apakah Go Public atau tidak, intinya kita akan menjadi kekuatan baru Bank UMKM,” ujarnya.
Kinerja dan Kontribusi
Bicara soal kinerja perusahaan, sampai Desember 2022, Bank UMKM disebut berhasil meraih capaian yang sesuai dengan rencana bisnis yang disetujui oleh OJK. Di sini, Yudhi mengatakan bahwa dari sisi laba, walaupun masih terdampak pandemi laba perusahaan tetap mengalami kenaikan.
”Kemudian (dari sisi) kredit kita bisa tumbuh 9,6%. Kemudian asset kita bertumbuh 6,25%, dan CAR Alhamdulillah kekuatan kita masih di atas 30%, masih sangat kuat,” ungkap Yudhi.
Kendati demikian, Yudhi tak menampik perihal ada beberapa kredit yang masih harus diselesaikan, terutam pada UMKM yang terdampak pandemi yang harus restrukturisasi. ”Itulah yang memang harus kita bantu nasabahnya,” singkatnya.
Untuk diketahui, sampai saat ini Bank UMKM memiliki 32 kantor cabang, dan di tahun 2022 perusahaan juga telah menambah sekitar 5 kantor kas, sehingga kini Bank UMKM memiliki 120 kantor kas yang tersebar di 666 kecamatan di Jawa Timur. Tidak berhenti sampai di situ, tahun 2023, seperti dikatakan Yudhi, Bank UMKM juga berencana untuk menambah jumlah kantor kasnya.
”Jadi, kita cari daerah-daerah yang betul-betul dekat dengan nasabah dan itu bisa profit. Alhamdulillah 32 cabang itu kemarin semuanya all profit. Jadi, beberapa PR dua tahun yang lalu memang banyak yang sekian masih merah, tapi Alhamdulillah mulai 2022 kemarin walaupun pandemi dan belum full artinya kekuatan kita ke pasar belum penuh, itu saya yakin masih bisa positif,” ujar Yudhi.
Berangkat dari situ, sesuai tema yang diangkat, Yudhi optimis bahwa tahun 2023 sudah waktunya Bank UMKM untuk menyajikan layanana yang excellent.
”Saya dengan teman direksi yang lain dengan tim kantor pusat, para eksekutif di Bank UMKM sudah sepakat bahwa kita sudah waktunya untuk excellent. Jadi, lompatan nanti di 2023, walaupun ekonomi dunia prediksinya memang masih mendung, suku bunga masih cenderung naik, tapi posisi itu tidak menyurutkan kita. Kita akan pakai strategi pancing yang berbeda, dan ini kita akan tangkap pasarnya. Jadi, itu yang kita lakukan,” sambungnya.
Untuk tata kelola, Yudhi menegaskan bahwa Bank UMKM konsisten dalam penerapan tata kelola yang baik, di mana tata kelola SDM disebut menjadi kunci utama.
”Jadi, tidak hanya kita patuh kepada aturan OJK, tetapi secara substansial, harus kita lakukan di dalam roh-rohnya rekan-rekan semuanya di tim Bank UMKM,” ujarnya. Pun dari sisi risk management, Bank UMKM juga senantiasa melakukan penguatan tata kelola pada beberapa satuan kerjanya agar konsisten dalam penerapannya.
Adapun berbicara soal sustainability (keberlanjutan), Bank UMKM memiliki ekosistem yang tengah dikembangkan agar tercipta sinergitas saling menguntungkan antara Bank UMKM Jatim, dengan seluruh stakeholder di Jawa Timur.
“Jadi, kita mengembangkan (ekosistem) untuk sustain, kami mempunyai pilar-pilar ekosistem yang sebetulnya menjadi kekuatan kami di Jawa Timur tentunya. Untuk regulasi, BPR itu bisa ekspan di provinsi yang jejer, bisa Jawa Tengah, Bali, atau Yogyakarta. Nah ini yang saya siapkan, baik itu ekosistem melalui dinas, melalui kampus, melalui organisasi-organisasi secara internasional, termasuk ada IPRO dan Water.org ini untuk yang air bersih dan sampah,” jelasnya.
Dalam hal pengembangan teknologi informasi, Bank UMKM telah mengembangkan Super App UMKM, yang disebut sudah mulai berjalan pada November 2022 lalu.
“Kita tetap secara strateginya yang satu konvensional, dan yang satu hybrid. Kita sudah mengarah ke sana, baik itu transfer antarbank, kemudian aplikasi untuk zakat, dan itu yang pasarnya sudah kita kembangkan. Terakhir barangkali roadmapnya sudah ada kita kembangkan untuk mobile banking dan Laku Pandai,” kata Yudhi.
Ketika berbicara mengenai kontribusi, Yudhi menegaskan bahwa di samping kontribusi finansial, Bank UMKM juga memiliki kontribusi secara nonfinasial, di mana perusahaan telah mengembangkan fungsi intermediasi, dan Bank UMKM juga memiliki fungsi agen.
“Saya rasa itu menjadi nilai tambah bagi para nasabah kita di Bank UMKM, sehingga kita juga menjualkan produk-produk mereka, dan mengembangkan pasar mereka, itu yang kita lakukan,” tutupnya.
Penulis: Fauzi
