Jakarta, TopBusiness—Perumdam Sendang Kemulyan (Kabupaten Batang, Jawa Tengah) punya sejumlah langkah sebagai bentuk kepedulian ke masyarakat. Satu di antara itu adalah adanya pemberian subsidi ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang berminat memasang sambungan air bersih. Hal itu berlangsung melalui program CSR dari BUMD tersebut.
“Dalam hal itu, kami memberikan subsidi Rp500.000 ke tiap kepala keluarga MBR. Dan sisa biaya pemasangan sambungan baru sebesar Rp500.000, bisa diangsur,” kata Direktur Utama Perumdam Sendang Kemulyan, Yulianto, hari ini, dalam presentasi melalui jaringan internet, untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan sejumlah lembaga seperti Institut Otonomi Daerah (I-Otda), dan lain-lain.
Dengan pemberian subsidi itu pun, Yulianto menjelaskan, secara tidak langsung Perumdam Sendang Kemulyan berperan menaikkan derajat kesehatan MBR. “Sebab, dengan mengonsumsi air bersih, kesehatan mereka bisa naik,” kata dia.
Langkah lain kepedulian BUMD tersebut ke masyarakat masih ada. Yakni dengan memberikan subsidi honor kepada guru bantu di daerah terpencil sekitar sumber air baku BUMD tersebut. Hal ini dilakukan karena honor guru bantu tersebut tidaklah kecil. “Langkah ini pun berlangsung via program CSR kami. Dan dengan ini kami berperan serta dalam pencerdasan bangsa,” Yulianto menambahkan.
Pada kesempatan itu, Yulianto memaparkan sejumlah hal tentang kinerja terkini Perumdam Sendang Kemulyan. Tentang cakupan layanan, ia menjelaskan bahwa kini cakupan untuk perkotaan sebesar 76,42%. Sedangkan cakupan administratif sebesar 34%.
Investasi yang dibutuhkan BUMD tersebut untuk ekspansi jaringan tidaklah kecil. Dalam hal ini, investasi SPAM (sistem penyediaan air minum) berkapasitas 1 liter per detik, memerlukan Rp200 juta hingga Rp300 juta. “Dan itu hanya untuk sekitar 400 jiwa. Sementara itu, pertumbuhan warga di Kabupaten Batang sekitar 8.000 jiwa tiap tahun,” kata Yulianto.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Umum Perumdam Sendang Kemulyan, Siswandi Hambali, menjelaskan bahwa kini pihaknya punya 56.565 SL pelanggan. Tingkat air tak berekening di 19,21%.
Tarif rata-rata air di BUMD tersebut di Rp4.823 per m3. Sedangkan harga pokok produksi (HPP) di Rp4.603 per m3.
Laba bersih di tahun 2022 sebesar Rp6,63 miliar. Adapun di tahun 2021, nilai tersebut di Rp7,02 miliar.
Untuk tahun 2022, Perumdam Sendang Kemulyan mengalirkan PAD (pendapatan asli daerah di Rp4 miliar). “Untuk tahun 2021 dan 2020, nilai PAD masing-masing di Rp4,3 miliar dan Rp5,08 miliar,” papar Siswandi.
Indeks Kepuasan Pelanggan di tahun 2022 di 89,18 atau berarti ‘sangat baik’. “Sedangkan di tahun 2021, angka tersebut di 82,75 atau berarti ‘baik’. Jadi, dalam hal ini, ada peningkatan,” Siswandi menjelaskan.
