Jakarta, TopBusiness—BPRS Tani Tubaba (BPRS Tani Tulang Bawang), Lampung, fokus dalam membangun perekonomian setempat. Terutama pada sektor pertanian, perkebunan, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
BPRS tersebut pun memberdayakan UMKM yang tersebar di seluruh pasar tradisional di Kabupaten Tulang Bawang. “Kami merangkul dan memberikan pembiayaan bagi UMKM,” tegas Direktur BPRS Tani Tubaba, Ertis Akasia Novita Sari, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top BUMD Awards 2022 (24/2/2024).
BPRS tersebut punya Program TOPS, yang memberikan bantuan pembiayaan di seluruh pasar trasional yang masuk wilayah kabupaten tersebut. Program TOPS ini untuk membendung gerak langkah para rentenir yang menjadi hambatan besar bagi UMKM.
Program tersebut sangat mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang. “Sebagai agen pembangunan daerah, kami punya tanggung jawab untuk menekan pergerakan rentenir,” dia menjelaskan.
Pada Program TOPS ini, bank tersebut telah berhasil menyalurkan kredit untuk UMKM senilai Rp 627.500.000 dengan konsumen 65 orang. Pun berhasil menghimpun Tabungan Qurban sebesar Rp 185.400.000 dengan nasabah 131 orang.
Inovasi BPRS tersebut pun berlangsung dalam upaya meningkatkan pembangunan perekonomian Kabupaten Tulang Bawang. Beberapa program pembiayaan yang dilayani adalah seperti pembiayaan perangkat tiyuh, pembiayaan tanah kavling, tabungan arisan hari raya, tabungan kurban (Tubaba berkurban), pembiayaan KPR syariah, serta pembiayaan modal kerja bagi pengembang properti.
Membangun transformasi digital, BPRS Tani Tubaba memanfaatkan SMS untuk layanan ke masyarakat. Juga mengadakan jaringan jemput nasabah melalui jemput bola dengan sistem online kepada nasabah dan ASN. Untuk hal ini, BPRS tersebut bekerja sama dengan BPD, Bank Lampung, dan bank umum lainnya.
BPRS Tani Tubaba berhasil mencapai penjualan pada tahun 2021 sebesar Rp 25,466 miliar; tahun 2022 sebesar Rp 32.535 miliar. Laba tahun 2021 sebesar Rp 1,020 Miliar; tahun 2022 sebesar Rp 1,240 miliar.
“Kami pun membangun tata kelola perusahaan dengan berbasiskan kepada stándardisasi kompetensi sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi perhatian khusus bagi kami,” Ertis mengatakan.
BPRS itu pun menerapkan budaya kerja anti-suap, bagi seluruh karyawan. “Jika kita ingin maju maka harus membangun sistem yang baik, meningkatkan kinerja, dan meningkatkan kualitas SDM,” kata dia.
