Jakarta, TopBusiness – Mengusung tema ‘Terus berinovasi dalam membangun kinerja bisnis dan layanan prima BUMD’, PT BPRS Sukowati Sragen, Jawa Tengah sukses melewati sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2023 yang digelar virtual pada Jumat, (17/2/2023).
Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, pada sesi penjurian, Fakhruddin Nur, selaku Direktur Utama BPRS Sukowati Sragen ini BPRS mengungkap berbagai perkembangan dan sejumlah pencapaian terkini dari perusahaan yang dipimpinnya.
“Alhamdulillah, dalam kesempatan ini kami secara khusus mau berterima kasih kepada Tim TOP BUMD Awards, bahwa kinerja yang kita tunaikan selama ini salah satunya adalah dari masukan/timbal balik yang kami terima atas penjurian TOP BUMD, sehingga kinerja-kinerja yang terus tumbuh ini kami menyadari tidak hanya dari kemampuan manajemen saja, tetapi bagaimana kami bisa menyerap, menerima masukan menerima kritikan yang konstruktif dalam pengembangan ini termasuk di dalam ajang TOP BUMD Awards,” ujar Fakhruddin mengawali presentasinya.
Langsung ke soal kinerja, secara umum BPRS Sukowati Sragen merupakan perusahaan perbankan dengan kondisi sangat sehat, itu bisa dilihat dari sejumlah rasio yang diungkap Fakhruddin dalam paparannya.
“CAR dalam posisi sangat-sangat sehat 31,4%, KAP juga meningkat 97,52, BOPO bisa terkendali bahkan lebih efisien lagi 76,94%, mengingat tahun kemarin masih 78,3%. Sehingga untuk total asset juga Alhamdulillah mengalami peningkatan 3,2%,” ungkapnya.
Rasio lainnya seperti FDR berada di angka 112%, sementara dari sisi cash ratio masih sangat terjaga, di mana seperti dikatakan Fakhruddin, jika dibandingkan tahun 2021 yang lebih cenderung idle, tahun 2022 ternyata mengalami recovery, sehingga BPRS Sukowati Sragen bisa mengembangkan dana-dana tersebut.
“Sehingga Return on Equity (ROE)-nya juga meningkat atas pendapatan yang kita dapatkan atau laba yang kita dapatkan menjadi 32,07%. Kemudian PPAP bisa terjaga, pencadangan BOPO sangat produktif itu tetap kita komitmen pertahankan di atas 100% menjadi 111,71%,” ujarnya.
Dengan kinerja yang demikian apik, kontribusi BPRS Sukowati Sragen dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah pun berhasil melebih apa yang ditargetkan oleh pemerintah daerah. Di mana dengan target PAD Rp2,7 miliar, BPRS Sukowati Sragen berhasil merealisasikan di angka Rp2,96 miliar di tahun 2022.
Untuk keseluruhan, dari tahun 2009 PAD yang diberikan BPRS Sukowati Sragen sudah melebihi modal yang diberikan oleh Pemerintah Daerah.
“Kontribusi BUMD kami terhadap Pemda, kami sudah menyetorkan deviden dalam bentuk PAD sampai dengan Rp19 miliar, padahal modal Pemda kalau dihitung baru Rp15,8 miliar. Jadi, Pemda sudah balik modal, bahkan masih memiliki saham (sahamnya masih utuh), mereka dapat PAD (deviden) melebihi dari modal yang mereka setor,” tandas Fakhruddin.
Tidak hanya dalam bentuk PAD, kontribusi BPRS Sukowati Sragen juga dilakukan dalam bentuk CSR dengan nilai yang terus ditingkatkan. ”Program-program CSR terus kita tingkatkan, dari mulai tahun 2020 Rp328 juta, sampai dengan tahun 2022 Rp446 juta yang mulai bergeser dari charity menjadi bantuan-bantuan yang sifatnya adalah untuk pemberian modal kerja dan ekonomi produktif,” ungkapnya.
Inovasi
Sesuai judul yang diangkat, Fakhruddin menegaskan bahwasanya inovasi yang dilakukan perusahaan sejatinya adalah inovasi yang terus bertumbuh. Sejatinya, inovasi yang telah dilakukan BPRS Sukowati Sragen sudah disampaikan pada sesi penjurian sebelumnya tentunya dengan segala perkembangan yang menyertainya.
“Terkait dengan masalah digitalisasi, kita sudah sampaikan bahwa salah satunya adalah bagaimana kita melakukan percepatan proses bisnis untuk menuju efektivitas dan efisiensi dalam pengambilan keputusan. Dari mulai kita mengarah kepada paperless document, walaupun belum 100%, tapi ini mempercepat beberapa dokumen yang memang kita bisa percepat prosesnya dengan dokumen digital,” ujar Fakhruddin.
Selain Paperless Documents, Inovasi yang juga telah dilakukan BPRS Sukowati Srage, yakni dalam bentuk tanda tangan elektronik yang disebut sudah tersertifikasi di BSSN (Badan Siber dan Sandi Nasional).
“Kemudian kita juga memiliki fasilitas virtual account, yang menjadikan rekening kita bisa terakses atau bisa dikirim dari berbagai macam platform ataupun media transfer, seperti ATM, mobile banking, lewat e-wallet dan lain-lain,” ungkap Fakhruddin.
Selanjutnya ada inovasi yang disebut sebagai HP Kolektor yang memudahkan nasabah untuk melakukan penyetoran. ”Mereka bisa menyetor secara mobile dan mendapatkan bukti secara online/langsung dan dapat menerima notifikasi secara langsung pula (realtime/online) sehingga kepercayaan nasabah itu semakin tinggi,” ujarnya.
BPRS Sukowati juga telah mengembangkan mobile banking secara internal, serta membangun kerja sama dalam rangka ekspansi pembiayaan yang tetap menjaga aspek kehati-hatian.
Fakhruddin tidak menampik bahwasanya sejumlah inovasi yang telah dilakukan inilah yang kemudian mendukung pencapaian kinerja keuangan perusahaan di tahun 2022.
“Jadi, ini adalah terobosan inovasi yang terus kami lakukan dari mulai layanan virtual account, HP Kolektor, mobile banking, kemudian operasional mobil kas keliling, optimalisasi kanal digital dan media sosial, bahkan sampai kerja sama berbasis komunitas,” pungkasnya.
Penulis: Fauzi
