Jakarta, TopBusiness – Jakarta, TopBusiness – PT BPRS Magetan (Perseroda) mampu membukukan kinerja yang amat positif di sepanjang tahun 2022 lalu. Tercatat kinerja dari perusahaan yang berdiri sejak Juni 2012 itu melampaui target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang ditetapkan hampir di semua aspek.
Ini bisa dilihat misalnya, Pertama pada aspek Penghimpunan dana. Dari target RBB tahun 2022 yang ditetapkan sebesar Rp 38,054 miliar, Bank mampu merealisasikan kinerja dengan persentase sebesar 118,01% atau di angka Rp 44,9 miliar. Penghimpunan dana ini tumbuh sebesar 34% dari tahun 2021 yang berada di angka Rp 33,3 miliar.
Aspek kedua yang mengalami peningkatan adalah Pembiayaan. Dimana pembiayaan Bank juga mampu melampaui target RBB 2022 (Rp 47.431.725.808 miliar) dengan realisasi tercapai 101,56 persen yakni sebesar Rp 48,1 miliar. Jumlah ini tumbuh 14 persen dari total penyaluran pembiayaan tahun 2021 di angka Rp 42,1 miliar.
Ketiga aspek pendapatan. Pendapatan BPRS Magetan di tahun 2022 juga melampaui target RBB yang ditetapkan (Rp 6.412.068.377 miliar) dengan realisasi tercapai 106,70 persen atau sebesar Rp 6,84 miliar. Jumlah pendapatan tumbuh 12 persen dari tahun 2021 yakni sebesar Rp 6,71 miliar.
“Peningkatan juga bisa dilihat pada aset bank yang melampaui target RBB 2022 Rp 61.916.513.748 miliar dengan realiasi tercapai sebesar 103,19 persen atau ada di angka Rp 63,8 miliar. Jumlah aset di tahun 2022 meningkat sebanyak 23 persen dari tahun 2021 yakni sebesar Rp 51,8 miliar,” kata Direktur Utama (Dirut) PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Magetan, Endah Kundarti dalam wawancara penjurian Top BUMD Awards 2023 yang diselenggarakan Majalah Top Business secara virtual beberapa waktu lalu.
Endah mengatakan dengan peningkatan yang terjadi diberbagai aspek tersebut, di tahun 2022 BPRS Magetan mampu membukukan laba sebesar Rp 1.719.661.188 miliar atau tumbuh dari tahun 2021 yang ada diangka Rp 1.701.492.709 miliar.
“Dari peningkatan kinerja yang terus tumbuh secara konsisten setiap tahunnya. Kami juga terus berkomitmen untuk mendukung pembangunan daerah di Kabupaten Magetan. Salah satunya adalah dengan menyetorkan dividen yang selalu meningkat setiap tahunnya. Sejak tahun 2012 sejak kami berdiri total dividen yang kami setorkan sampai dengan saat ini sebesar Rp. 4.212.282.325,-,” ujar Endah.
“Selain itu kami juga secara rutin melaksanakan program CSR untuk mendukung program pemerintah kabupaten Magetan salah satunya pengentasan kemiskinan melalui program renovasi/membuat rumah tidak layak huni dan bea siswa bagi siswa/pelajar,” Sambung Endah.
Menurut Endang peningkatan capaian dan kinerja BPRS Magetan ini dipengaruhi oleh beberapa hal. Salah satunya adalah komitmen BPRS Magetan yang terus berupaya melakukan terobosan dan inovasi baik dalam hal inovasi produk hingga inovasi teknologi informasi.
Dalam hal inovasi produk, BPRS Magetan saat ini telah mempunyai produk unggulan yakni produk pembiayaan atau modal usaha tanpa agunan melalui “Produk Mutabarok Bunda Sejahtera” untuk membantu nasabah, sekaligus menekan praktik rentenir yang di pasar-pasar tradisional.
Menurutnya, sebagai institusi bank dengan prinsip syariah, BUMD milik Pemkab Magetan ini, terus berusaha menghadirkan solusi agar masyarakat terbebas dari jerat rentenir, sekaligus sebagai upaya mendukung roda ekonomi masyarakat. Terutama melalui produk dan layanan pembiayaan dan modal bagi masyarakat dengan proses mudah, bahkan melalui strategi jemput bola.
Kondisi itu sesuai dengan misi utama perusahaan, yakni ‘Menjadi lembaga keuangan yang menghasilkan produk jasa perbankan terbaik bagi nasabah dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi pemerataan pembangunan perekonomian dengan orientasi pengembangan usaha kecil dan menengah.’
“Maka kami terus berupaya menghadirkan produk dan layanan untuk membantu ekonomi masyarakat melalui berbagai kemudahan pembiayaan. Bahkan kami memiliki strategi jemput bola dengan mendatangi para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional maupun komunitas ibu yang ada di wilayah Magetan ini. Salah satunya ada inovasi pengembangan Produk Mutabarok Bunda Sejahtera, untuk membantu nasabah agar terhindar dari rentenir,” ujar Endah.
Dijelaskan, Pembiayaan Mutabarok Bunda Sejahtera merupakan pembiayaan tanpa jaminan guna membantu pelaku usaha mikro dengan menggunakan akad mudharabah. Akad Mudharabah yang digunakan, yaitu kerja sama antara bank dengan nasabah, di mana pihak bank menyediakan seluruh modal dan nasabah sebagai pengelola dengan pembagian keuntungan berdasarkan nisbah bagi hasil yang telah disepakati. Keunggulan pembiayaan ini diberikan kepada nasabah tanpa agunan. Sistemnya juga bagi hasil dengan akad mudharabah. Prosesnya pun bisa cepat dan nasabah akan menerima dana pembiayaan ini secara utuh tanpa potongan dikarenakan gratis biaya administrasi.
“Besarnya dana yang kami berikan dalam Pembiayaan Mutabarok Bunda Sejahtera ini maksimal 5 juta dengan jangka waktu pengembalian menjadi maksimal 1 tahun dari yang sebelumnya jangka waktu 6 bulan lunas. Tidak perlu proses berbelit dan nasabah akan menerima utuh, tidak ada potongan apa pun karena gratis administrasi dan asuransi,” tutur Endah.
“Produk ini kami hadirkan antara alain untuk membantu nasabah termasuk para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional agar terhindar dari rentenir. Karena itu layanan kami juga terus diperluas dan kini telah menjangkau seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan, termasuk daerah perbatasan dengan kota atau kabupaten lain dengan medan yang terjal dan sulit sekalipun untuk dijangkau,” papar dia.
Selain inovasi Produk Mutabarok Bunda Sejahtera, Endah menyebut beberapa inovasi yang dilakukannya antara lain yakni mengadakan kegiatan grebek pasar setiap minggu untuk memperkenalkan PT. BPRS Magetan (Perseroda) dan menambah jumlah nasabah tabungan maupun pembiayaan, melakukan Pemasaran melalui medsos baik melalui IG, Facebook dan Web PT. BPRS Magetan (Perseroda) dan pribadi karyawan, me-Launching mobil kas keliling hingga Perbaikan Tata Kelola perusahaan.
Penulis: Abi Abduljabbar S
