Jakarta, TopBusiness – PT BPR Syariah Way Kanan (Perseroda) menorehkan kinerja mumpuni pada tahun 2022. Sebut saja misalnya aset lancar dicatat naik menjadi Rp 35.809.452.862 tahun 2022 dari sebelumnya Rp 32.605.463.337 di tahun 2021.
Pembiayaan yang diberikan menjadi Rp 62.302.298.231 tahun 2022 dari sebelumnya 55.810.693.451 di tahun 2021. Aset tidak Lancar turun menjadi Rp 1.546.879.454 tahun 2022 dari sebelumnya Rp 1.840.845.137 di tahun 2021.
Selain itu, modal naik menjadi Rp 8.140.000.000 di tahun 2022 dari sebelumnya Rp 7.640.000.000 di tahun 2021. Laba Tahun Berjalan naik menjadi Rp 3.076.343.621 di tahun 2022 dari sebelumnya Rp 2.817.770.530 pada tahun 2021.
Direktur Utama PT. BPR Syariah Way Kanan Suryanti S.E, M.M menjelaskan, raihan kinerja tersebut tidak lepas dari inovasi yang telah dilaksanakan perusahaan. Sekurangnya ada dua inovasi yang telah dilaksanakan yang mendukung kinerja yang ada.
Pertama, Mobile collector. Inovasi ini digunakan untuk melakukan system jemput bola kepada Nasabah. Aplikasi berbasis android ini, memungkinkan funding/ marketing AO dalam melakukan transaksi di luar kantor dengan mudah dan cepat. Seluruh transaksi ini terintergrasi dengan Core Banking sistem secara real time.
Mobile collector juga telah dibekali dengan informasi Nasabah yang ada di Bank Syariah Way Kanan. Informasi tersebut mengenai riwayat tabungan, jumlah saldo dan lain sebagainya. Perangkat mobile collector dapat menyimpan data informasi nasabah yang dibutuhkan, sehingga membantu nasabah untuk memperoleh informasi mengenai rekening mereka di Bank Syariah Way Kanan.
Kedua, QRIS. Inovasi ini untuk mempermudah masyarakat melakukan niat berwakaf. Inovasi ini dihadirkan kerena PT. BPR Syariah Way Kanan dicatat menjadi BPRS satu-satunya yang menjadi Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang untuk wilayah Sumatera Khususnya Lampung. QRIS memiliki fasilitas dari Bank Syariah Indonesia sehingga masyarakat dapat dengan mudah melakukan transaksi wakafnya.
Terus Hadirkan Inovasi
Menurut Suryanti kembali, perusahaan juga terus melakukan inovasi guna mengembangkan sistem teknologi yang ada. Ada dua target yang dilakukan pada tahun 2023. Adapun target tersebut adalah sebagai berikut.
Pertama, Fintech Syariah. Inovasi pada industri jasa keuangan syariah ini, memanfaatkan Teknologi Digital. Cakupan bisnis Fintech meliputi Pembayaran, Peminjaman, Perencanaan Keuangan, Investasi Ritel, Pembayaran, dan situs Pembanding Produk Keuangan. Hingga saat ini PT. BPR Syariah Way Kanan (Perseroda) telah melakukan kerja sama dengan perusahaan Fintech Syariah yakni Alami Sharia Fintech.
Kedua, Sistem Pembukaan Rekening Paperless. Inovasi ini merupakan pengembangan layanan dengan menggunakan corebanking yang sudah ada. Melalui layanan ini, Nasabah yang hendak melakukan pembukaan rekening tabungan maupun pembiayaan tidak perlu lagi mengisi formulir aplikasi. Nasabah hanya perlu menyerahkan kartu indentitas kepada petugas Costumer Servis, melalui sistem ini pembukaan rekening hanya membutuhkan waktu singkat, efisiensi, dan dapat menekan biaya cetak.
Hadirkan Banyak Kontribusi
Dengan kinerja yang ditorehkan, PT BPR Syariah Way Kanan terus berkembang dan berhasil memberikan banyak kontribusi kepada pemerintah daerah dan masyarakat. Seperti meningkatkan jaringan layanan dengan membuka kantor cabang di luar daerah Kabupaten Way Kanan (Bank Syariah Way Kanan Kantor Cabang Natar) atau memberi kontribusi kepada PAD.
Perusahaan juga dicatat membina 6.000 UMKM di Kabupaten Way Kanan melalui program LKS-PWU. Selain itu juga menghadirkan dana untuk CSR. Besaran dana yang diberikan sebesar 3% dari laba tahunan setelah pajak.
“Pada tahun 2022 misalnya, perusahaan mengalokasikan dana CSR untuk membantu kegiatan UMKM dengan mengeluarkan Produk Pembiayaan Talangan Basmi Rentenir (Takbir). Pembiayaan takbir ini bertujuan untuk membantu UMKM atau pemilik usaha kecil agar tidak terjerat oleh pelaku rentenir sehingga pelaku UMKM dapat menjalankan usahanya dengan baik dan berkah,” pungkas Suryanti.
Penulis: Irawan Joko Nugroho
