Jakarta, TopBusiness – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (IDX: BJTM) atau Bank Jatim memastikan bakal mengelontorkan dana besar hingga Rp1 triliun dalam rangka memperkuat kelompok usaha bank (KUB) bankd aerah sesuai permintaan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Beberapa bank daerah pun sudah siap digandeng untuk memperkuat konsolidasi ini, salah satunya BPD NTB Syariah. Dan nantinya tak menutup kemungkinan adanya BPD lainnya yang bakal bergabung dalam KUB ini.
“Untuk KUB ini, kami sudah MoU dengan Bank NTB Syariah. Sehingga kami akan siapkan untuk setor modal tertentu. Di tahap awal inisekitar Rp50 miliar sampai Rp100 miliar. Nantinya akan penyertaan modal secara bertahap,” jelas Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman dalam paparan publik di Jakarta, Selasa (7/3/2023).
Untuk diketahui, OJK sendiri menyiapkan kebijakan baru terkait pembentukan KUB terintegrasi. Hal ini diharapkan mampu menjadi terobosan kebijakan, sehingga BPD mampu meningkatkan kontribusi pada perekonomian di daerah masing-masing.
Secara total, Bank Jatim sendiri akan siapkan Rp1 triliun ini dalam rangka penguatan KUB bank daerah ini. Namun begitu, dia meyakini meski ada penyertaan modal tidak akan menggerus rasio kecukupan modal (CAR) yang signifikan.
“Saat ini CAR 24%, kalau kita ikut di KUB itu CAR-nya akan turun di angka 22,05%. Itu tidak signifikan. Karena kita akan batasi, tidak kurang dari 22%,” timpal Direktur Keuangan, Treasury & Global Services Edi Masrianto, di tempat yang sama.
Kerja sama ini, lanjut Edi, akan mengutamakan local wisdom dari masing-masing daerah. Saat ini dengan Bank NTB Syariah lantaran memiliki karakteristik yang sama dengan Bank Jatim.
Namun dengan posisi geografis Jatim sebagai hub bagk Indonesia Timur, maka pihaknya juga menyasar BPD-BPD Indonesia Timur. “Makanya kami aloasikan dana segitu (Rp1 triliun) dari CAR saat ini di 24%,” ujarnya.
Selain terkait KUB, Busrul kembali menegaskan, Bank Jatim juga bakal membagi dividen di tahun pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) nanti. Bahkan, dia janjikan dividen ini akan lebih baik dari tahun lalu.
“Iya, dividen akan lebih baik dari 2022 lalu, sekitar 1,8% disbanding tahun lalu di harga Rp53,08 per lembar saham. Jadi ada peningkatan saham, ini untuk memenuhi kepentingan share holder,” tegas dia.
Ditanya soal aksi korporasi saat ini, Busrul mengatakan, pihaknya akan focus untuk menggelarKUB ini. Namun tidak menutup kemungkinan untuk melakukan aksi korporasi selanjutnya meningat dana untuk KUB sendiri cukup besar yakni Rp1 triliun.
“Iya tidak menutup kemungkinan ada rights issue atau pendanaan lainnya. Jadi aksi korporasi ini tak hanya KUB, kemungkinan bisa. Tapi focus kita memang memperkuat KUB ini,” tandas Busrul.
