TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Laba Bersih 2022 Capai Rp1,54 T, Bank Jatim Targetkan Kenaikan 6% di Tahun Ini

Busthomi
7 March 2023 | 15:47
rubrik: Capital Market
Laba Bersih 2022 Capai Rp1,54 T, Bank Jatim Targetkan Kenaikan 6% di Tahun Ini

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – Kinerja PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (IDX: BJTM) atau Bank Jatim  terus menorehkan kinerja postif. Sepanjang tahun 2022 lalu, perseroan berhasil menorehkan laba bersih mencapai Rp 1,54 triliun serta kenaikan asset sebesar 2,29% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp103,03 triliun.

Sedangkan komposisi rasio keuangan bankjatim periode Desember 2022 antara lain, Return On Asset (ROA) sebesar 1,95%, Return on Equity (ROE) sebesar 16,24% dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,11%.

Kenaikan laba bersih ini lantaran adanya pertumbuhan total kredit secara keseluruhan sebesar 8,06% (YoY) selama tahun 2022. Peningkatan penyaluran kredit Bank Jatim ini terjadi di seluruh segmen yang mana hal tersebut sejalan dengan pemulihan ekonomi di berbagai sektor.

“Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang kenaikan tertinggi yaitu mengalami peningkatan sebesar 26,24% (YoY) atau tercatat Rp 6,34 triliun hingga akhir 2022. Tidak hanya itu saja, portofolio kredit Komersial juga mengalami peningkatan sebesar 7,02% atau tercatat Rp 11,20 triliun. Kemudian yang lebih menggembirakan lagi, capaian kredit di sektor konsumsi juga meningkat signifikan dimana tumbuh sebesar 5,11% atau tercatat Rp 28,65 triliun,” tutur Direktur Utama Busrul Iman, yang didampingi Direktur  Keuangan, Treasury & Global Services  Edi Masrianto serta Direktur IT & Digital Zulhelfi Abidin, di Jakarta, Selasa (7/3/2023).

Pertumbuhan penyaluran kredit bankjatim tentu saja diikuti oleh perbaikan kualitas pinjaman. Hal tersebut terlihat dari rasio Loan At Risk (LAR) yang melandai di angka 4,81% pada tahun 2022, berbanding 6,57% di tahun sebelumnya (YoY).

Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross bankjatim juga ikut menurun di angka 2,83%, berbanding 4,48% di tahun sebelumnya (YoY). Penurunan rasio NPL dan LAR tersebut menunjukkan bahwa kualitas kredit bankjatim menjadi semakin sehat dan menjadi tanda adanya recovery dari beberapa  sektor ekonomi.

BACA JUGA:   Genjot Kualitas Produksi, NIKL Gelontorkan Belanja Modal Senilai Rp38,68 Miliar

Sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan kualitas pinjaman yang memiliki performa positif. “Bank Jatim juga mencatatkan pertumbuhan pada Net Interest Income (NII) sepanjang tahun 2022 yang naik sebesar 4,40% (YoY) atau tercatat Rp 4,81 triliun. Sementara itu, biaya provisi melandai sebesar 10,54% (YoY) atau tercatat Rp 387 milliar,” tutur dia.

Dengan kondisi tersebut, dirinya yakin jika kinerja di tahun 2023 ini bakal lebih baik. Baik dari sisi pengucuran kredit maupun raihan laba bersih. “Dengan laba bersih yang kami targetkan bisa bertumbuh 5% hingga 6%, dengan cost of credit sebesar 0,9%, dan credit coverage di atas 100%,” ujar dia.

Seiring dengan hal itu, lanjutnya, laju kredit juga bisa berlari kencang namun tetap dengan prinsip kehati-hatian. “Kami targetkan untuk kredit bisa bertumbuh di antara 12% hingga 13% atau di atas industry. Karena kita sudah jelas segmentasi kreditnya, sduah mapping wilayah kota atau kabupaten untuk kreditnya, tak hanya di Jatim, tapi juga di Batam dan DKI Jakarta,” ungkap dia.

Dengan begitu, maka dia berani menargetkan rasio loan to deposit ratio (LDR) berada di posisi 58% sampai 60%. “LDR saat ini sebesar 56,50%. Ini memang relative masih di bawah laju industry, karena kita kuatkan di fundamentalnya, sehnga tetap sustainable. Bagi kami kredit itu tetap sehat yang menguntungkan,” ujar dia.

Dengan target NIM sendiri sebesar 5,3% hingga 5,4%, dengan posisi rasio kredit bermasalah (NPL) di posisi 2,7% hingga 3% (gross). Adapun BOPO di posisi 74%-75%. Dengan rasio kecukupan modal (CAR) di posisi 22%-23%.

“Kami optimistis kinerja di tahun ini yang akan terus meningkat karena kami sudah kuatkan captive market di pasar consumer yakni ASN, kemudian juga akan kian meningkatkan pasar konsumer lainnya di KPR dan KKB, sehingga target labaersih yang bertumbuh 5% hingga 6% bisa tercapai,” pungkas Busrul.

Tags: Bank JatimBJTMkinerja keuangan
Previous Post

Airnav Piawai Bangun TJLS dan Kelola Bencana untuk Bangun UMKM

Next Post

Tahun Ini, Bank Jatim Siap Gelontorkan Dana Besar untuk KUB dan Bagi-bagi Dividen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR