Jakarta, TopBusiness – Praktik lintah darat oleh para rentenir, masih menjadi tantangan tersendiri di tengah masyarakat. Apalagi belakangan juga banyak rentenir yang sengaja memanfaatkan sistem teknologi digital untuk memikat nasabah melalui pinjaman online illegal yang kerap menjerat masyarakat, termasuk para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional.
Tak mudah memberantas praktik rentenir yang kerap menjerat masyarakat dan para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional melalui pinjaman mudah dan cepat, tapi suku bunga pinjamanannya mencekik. Itulah makanya banyak pelaku UMKM terjerat dan sulit berkembang.
Menyikapi hal ini, PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Pasuruan yang memiliki visi mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah, tak mudah menyerah untuk terus berupaya keras mengikis praktik “lintah darat” ini. Apalagi sebagai perusahaan milik pemerintah daerah (BUMD) yang memiliki misi di antaranya memberikan kredit termasuk kredit usaha rakyat dan/atau kredit usaha rakyat daerah, serta melaksanakan pembinaan terhadap pengusaha usaha mikro kecil dan menengah agar bisa terus berkembang.
Salah satu strategi dalam menekan gerak rentenir yakni dengan menurunkan pasukan khusus (petugas bank) terjun langsung ke lapangan, melakukan strategi jemput bola dengan mendatangi masyarakat atau para pedagang kecil di pasar-pasar tradisional. Dengan aktif terjun langsung ke lapangan, diharapkan masyarakat atau pedagang kecil di pasar-pasar ini tidak mudah terjerat kredit ke perorangan (rentenir).
Para petugas bank di lapangan ini juga dilengkapi perangkat mobile collection untuk memudahkan transaksi yang bisa dilakukan secara online dari manapun. Melalui aplikasi Mobile Collection berbasis teknologi on line bisa untuk mendukung funding, marketing, AO dalam melakukan transaksi kapan pun di luar kantor dengan mudah, cepat, akurat, dan aman.
Tak hanya itu, untuk mempersempit gerak para rentenir, BPR Kota Pasuruan juga punya senjata khusus, yanki produk Kredit UMMA (Usaha Mikro bersaMA). Kredit UMMA merupakan Produk Kredit terbaru PT. BPR Kota Pasuruan yang khusus diberikan kepada masyarakat pelaku UMKM di Pasuruan. Pinjaman ini diberikan tanpa jaminan dengan proses mudah dan bunga rendah melalui kelompok atau perorangan, dengan plafond maksimal Rp. 5.000.000 untuk jangka waktu maksimal 12 bulan.
“Di tahun 2022 kami meluncurkan produk baru bernama kredit ‘UMMA’ yaitu kredit yang diberikan kepada pedagang – pedagang kecil agar tidak terjerat rentenir. Dengan kredit UMMA yang prosesnya cepat dan mudah, kami berupaya terus mempersempit gerak para rentenir yang kerap menjerat masyarakat dan para pedagang kecil. Ini akan terus kami perkuat, apalagi sebagai BPR, di mana kehadiran kami salah satu misinya adalah memberikan penguatan permodalan bagi pelaku usaha mikro, kecil untuk menggerakan roda ekonomi masyarakat. Karena itu, sejalan dengan kemajuan teknologi informasi yang makin pesat dewasa ini, kami juga kembangkan sistem aplikasi layanan dengan memanfaatkan teknologi digital, sehingga bisa gerak cepat menghadapi rentenir,” ungkap Iswinarti, SE Direktur Utama PT BPR Kota Pasuruan saat sesi wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2023 secara online oleh Majalah Top Business, selasa (07/03/2023).
Ditambahkan untuk daya saing dan peningkatan layanan pelanggan, BPR Kota Pasuruan juga melakukan perbaikan sistem manajemen core banking, yakni perubahan core banking system berbasis website dan aplikasi pengajuan online. Diharapkan bank bisa makin lincah dalam menyediakan layanan berbasis data dan informasi terintegrasi, sehingga bisa lebih cepat. Termasuk dalam menyajikan laporan keuangan, baik intern maupun ekstern. Dengan dukungan teknologi informasi dan sistem online, BPR Kota Pasuruan juga bisa melakukan transaksi online melalui kerja sama untuk Penerimaan layanan PPOB, Fasilitas VA dan Penerimaan setoran melalui Mobile Collection.
Untuk peningkatan kinerja sesuai tuntutan kemajuan teknologi ini, BPR Kota Pasuruan juga menerapkan budaya “PINTER” kepada segenap pengurus dan karyawan. Upaya ini dilakukan untuk peningkatan Human Capital dengan budaya kerja “PINTER“, yaitu Profesional, Integrity, Team Work, Excellence dan Respect, diharapkan jajaran SDM makin memiliki kompetensi tinggi. “Dalam hal ini kami banyak melakukan pelatihan-pelatihan dan sertifikasi keahlian kepada para karyawan dan memberikan motivasi untuk terus memperbaiki kinerja dengan menerapkan sistem manajemen kinerja, KPI, rewards, punishment, dengan beberapa aspek penilaian,” ungkapnya.
Di hadapan dewan juri, Direktur BPR Kota Pasuruan, Iswinarti dalam presentasinya berjudul “Inovasi dalam membangun Kinerja Bisnis dan Layanan BUMD” juga mamaparkan banyak hal terkait kinerja usaha dan sejumlah inovasi baru yang dilakukan, termasuk strategi hadapi pandemi Covid-19, baik terkait sistem manajemen, operasional, produk, maupun layanan pelanggan.
Dari sisi usaha, di tengah pandemi covid-19, BPR Kota Pasuruan secara umum mampu menunjukkan performa usaha yang tetap solid. Tahun 2021 misalnya perusahaan mampu meraih laba sebesar Rp2,1 miliar, lebih besar dari target semula Rp1,8 miliar. Tahun 2022 meski masih dibayangi dampak krisis akibat pandemi, perusahaan masih membukukan laba sebesar Rp1,9 miliar lebih besar dari yang ditarget semula sebesar Rp1,6 miliar.
Disebutkan, dalam beberapa tahun terakhir, performa dan kinerja BPR milik Pemerintah Kota pasuruan ini juga terus menunjukkan kemajuan, baik dari aspek usaha, maupun dalam mengemban tugas dan misinya, terutama dalam upaya membantu mengerakkan ekonomi masyarakat melalui dukungan permodalan. Kinerja kredit dan aset perusahaan juga terus meningkat. Misalnya untuk kredit tahun 2021 sebesar 35,3 miliar, tahun 2022 naik menjadi Rp 41,2 miliar. Sedangkan aset tahujn 2021 sebesar Rp46,5 miliar, tahjun 2022 naik menjadi Rp55,2 miliar.
Peningkatan ini juga tak lepas dari inovasi produk dan layanan dan strategi bisnis yang dihadirkan. Strategi bisnis (secara Umum) yakni dengan melakukan teknik pemasaran yang berkaitan dengan produk – produk BPR yang sesuai dengan daya beli masyarakat sekitar serta melakukan inovasi produk sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Salah satu produk simpanan yang cukup berkembang yang disesuaikan dengan minat dan daya beli masyarakat yakni produk simpanan bernama “SIMAHAR” atau Simpanan Masyarakat Hari Raya.
“Di sini banyak masyarakat, terutama kaum ibu-ibu yang sengaja menyimpan uang untuk perayaan hari raya, seperti melalui arisan. Nah seringkali bermasalah, di mana saat simpanan mau dicairkan, yang bawa uangnya kabur. Ini sempat marak beberapa waktu lalu di sejumlah pemberitaan yang kerap terjadi setiap jelang hari raya. Nah, dari sini akhirnya kami hadirkan SIMAHAR, dan ternyata responsnya cukup bagus. Kami banyak edukasi ke ibu-ibu, bahwa menyimpan uang ke perorangan atau lembaga yang tidak resmi, itu bahaya, apalagi kalau dibawa kabur. Akhirnya mereka mulai mengerti dan beralih ke bank. SIMAHAR tahun 2020, pertama diluncurkan baru sekitar 700-an nasabah, tahun kedua naik menjadi 1.500 nasabah dengan simpanan yang juga meningkat. Tahun 2022 terus menanjak mencapai 3.067 nasabah, dan tahun ini targetnya 4.500 nasabah,” ungkap Iswinarti kepada dewan TOP BUMD Awards 2023.
Adapun tim juri penilai terdiri Prof. Dr. H. M. Wahyudin Zarkasyi., CPA-Guru (Besar Universitas Padjajaran Bandung), Kusuma Prabandari (Dwika Copnsullting), Benyamin De Haan (Senior Advisor MSI Group), Nurul Y Setyabudi (IDTUG /BPSK DKI Jakarta), Subandi (Univ. Budi Luhur / Praktisi –DBC Consulting) yang dipandu moderator Ahmad Chury (Solusi Kinerja Bisnis-SKB).
Dengan performa yang makin solid, tahun ini untuk kedua kalinya PT BPR Kota Pasuruan kembali terpilih menjadi salah satu finalis dan masuk nominasi 200 BUMD Terbaik, dari 1.000 lebih BUMD di Indonesia untuk di penghargaan “TOP BUMD AWARDS 2023.” Kegiatan ini diselenggarakan oleh majalah Top Business, bekerja sama dengan Institut Otonomi Daerah (i-OTDA) serta beberapa lembaga Tim Penilai seperti Lembaga Kajian Nawa Cita (LKN), SGL Management, PPM Manajemen, PT Sinergi Daya Prima, Dwika Consulting, Melani K Harriman & Associate, Solusi Kinerja Bisnis (SKB) serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis – Universitas Padjajaran Bandung, serta beberapa Lembaga lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
