Jakarta, TopBusiness – PT Pertamina Gas (Pertagas) Operation West Java Area (WJA) memiliki ragam kegiatan sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan atau biasa dikenal Corporate Social Responsibility (CSR). Ada tiga pilar utama program CSR yakni, lingkungan, sosial dan ekonomi. Dan salah satu program yang menarik besutan Pertagas tersebut adalah Perisai Bumi.
Perisai Bumi merupakan program inisiatif CSR Pertagas terhadap pencegahan abrasi di pesisir bersama masyarakat Indramayu. “Untuk program Perisai Bumi berada di wilayah Juntinyuat Indramayu yang lokasinya sendiri di wilayah ring satu Pertagas yang sangat beririsan dengan Pertagas. Ini yang menjadi masalah bagi masyarakat adalah abrasi,” ungkap Tedi selaku Divisi External Relation Pertagas West Java Area saat mengikuti wawancara penjurian TOP CSR Awards 2023, Senin (8/5/2023).
Masih menurut Tedi, Abrasi merupakan salah satu masalah yang krusial di sekitar area operasional perusahaan. Apalagi berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), abrasi di Indramayu cukup tinggi dan mengkhawatirkan. Oleh sebab itu, Pertagas membuat program yang diberi nama Perisai Bumi.
“Abrasi di Indramayu sendiri cukup tinggi, berdasarkan informasi BPBD wilayah Pantai Utara Jawa abrasi yang ada di wilayah Indramayu ini dalam kategori sangat berbahaya sehingga memang dampaknya sangat terasa bagi kami yang memiliki wilayah operasional di Pantai Utara,” terang Tedi
“Kemudian bagi masyarakat karena dampaknya yang saat ini yang kami perdalam program Perisai Bumi adalah lahan pertanian sebagian terkikis,” lanjutnya.
Dampak selanjutnya, lanjut Tedi, abrasi yang terjadi di kawasan operasional Pertagas WJA juga berdampak pada tanaman mangrove, rusaknya Pantai Rembat dan kerusakan lainnya. “Kemudian hilangnya kawasan mangrove, kemudian rusaknya pantai Rembat dan lahan terbuka,” ujarnya.
“Dan yang terakhir ini (lahan terbuka), yang langsung berdampak pada perusahaan adalah tereksposnya pipa gas milik Pertamina Gas (ukuran) 12 inch yang menyuplay gas dari Mundu ke Balongan,” imbuh Tedi.
Empat Langkah Perisai Bumi
Semakin mengkhawatirkannya abrasi yang terjadi di Pantai Utara Jawa Indramayu, Pertagas melakukan langkah mitigasi melalui empat inisiasi program penanggulangan abrasi, seperti Manajemen Risiko Kebencanaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Kemudian ada Pelestarian Area Pesisir, Rintisan Pariwisata Berbasis Kesiapsiagaan Bencana dan Pengamanan Objek Vital Nasional. “(Setelah melalui kajian bencana abrasi) kami melalui social mapping, sosialisasi, kami menginisiasi program Perisai Bumi sebagai jawaban atas dampak abrasi yang terjadi di Pesisir Indramayu,” jelas Tedi.
“Kemudian langkah apa saja yang dilakukan oleh Pertamina Gas. Disini secara singkat kami sampaikan bahwa kami melakukan (inisiatif program) Manajemen Risiko Kebencanaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Kemudian ada Pelestarian Area Pesisir, Rintisan Pariwisata Berbasis Kesiapsiagaan Bencana serta Pengamanan Objek Vital Nasional,” lanjutnya.
Terkait dengan program Manajemen Risiko Kebencanaan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat, Pertagas melakukan kegiatan tanggap bencana. “Adapun bentuk-bentuk yang kami lakukan untuk kegiatan pemberdyaan adalah pengembangn tangap bencana, kemudian pengadaan sarana penanggulangan bencana,” ujar Tedi.
“Sedangkan untuk penanggulangan area pesisir, kami melakukan penanaman sejumlah agitasi pesisir karena untuk wilayah pesisir sendiri kami juga melakukan kajian jenis tanaman apa yang cocok ditanam di kawasan pesisir dengan kondisi abrasi yang cukup tinggi,” tegasnya.
Sedangkan terkait program Rintisan Pariwisata, pertagas melakukan kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait kebencanaan seperti penyebab dan dampak abrasi. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan menumbuhkan kesadaran serta kewaspadaan.
“Lalu dari program Rintisan Pariwisata, kami melakukan edukasi apa itu abrasi kemudian bagaimana dampak abrasi, bagaimana abrasi itu bisa terjadi sehingga awareness terhadap masyarakat maupun kelompok binaan Pertagas akan abrasi ini bisa meningkat dan menjadi sumber pengetahuan bagi pengunjung maupun masyarakat yang beririsan dengan program,” bebernya.
“Dari sisi Pengamanan Objek Vital nasional, disini kami melakukan fast respon dengan melakukan penyediaan pemecah gelombang yang disebut dengan Geotube, yang membentang sepanjang 24o meter,” pungkasnya.
Dari empat program Perisai Bumi yang telah dilakukan, Pertagas telah membawa dampak manfaat bagi dan juga bagi masyarakat, khususnya di lingkungan operasional perusahaan. Misalnya Geotube, selain difungsikan untuk mengamankan pipa gas namun juga dapat mengamankan area sawah penduduk yang menjadi sumber pendapatan utama.
Penulis: Abdullah Suntani
