Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pembangunan Sarana Jaya Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta kini mulai menunjukan kinerja positif setelah sebelumnya mendapatkan catatan buruk alias rapor merah karena persoalan yang memengaruhi neraca keuangan. Keberhasilan Sarana Jaya keluar dari zona terpuruk tersebut tak lepas dari kerja keras manajemen dan jajaran di perusahaan milik daerah tersebut.
“Dari sisi laba rugi dapat kami sampaikan bahwa memang di tahun 2022 ini, Alhamdulillah kami dapat laba sebesar Rp 101,9 miliar atau terealisasi kurang lebih 309 persen dari RKAP 2022,” demikian pernyataan Indra Sukmono Arharrys selaku Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya saat presentasi dan wawancara penjurian TOP BUMD Awards 2023 secara daring, Rabu (1/3/2023).
Keberhasilan tersebut, lanjut Indra, merupakan salah satu keberhasilan Perumda Pembangunan Sarana Jaya atas kerja keras yang telah dilakukan jajaran manajemen. “Menurut kami, ini merupakan salah satu titik keberhasilan kita di tahun 2022 mengingat tahun sebelumnya Sarana Jaya mengalami kerugian yang sangat banyak karena ada beberapa masalah yang mungkin Bapak Ibu ketahui,” lanjutnya.
“Dan Alhamdulillah berkat kerja keras teman-teman Sarana Jaya dan jajaran direksi Alhamdulillah di tahun 2022 kami mendapatkan laba kurang lebih Rp 101 miliar,” imbuhnya.
Tak hanya itu, dalam presentasinya berjudul Membangun Fondasi Bagi Performa Berkelanjutan, Indra menjelaskan bahwa dari sisi kinerja keuangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya mencatatkan hasil yang signifikan, terutama terkait dengan pendapatan perusahaan. “Dapat kami sampaikan bahwa memang kinerja keuangan 2022, terutama yang pertama ini terkait dengan pendapatan perusahaan. Bahwa total pendapatan perusahaan tahun 2022 sebesar Rp 230 miliar atau 59 persen dari rencana anggaran kerja (RKAP) di tahun 2022 sebesar Rp. 388 miliar,” terangnya.
Dari catatan redaksi, Perumda Pembangunan Sarana Jaya membukukan kinerja pendapatan perusahaan dengan total realisasi Pendapatan Usaha Tahun 2022 adalah sebesar Rp 230,348 juta atau 59% dari RKA-P 2022. Kenaikan pendapatan usaha tahun 2022 terdiri atas penerimaan pengalihan tanah dan bangunan yang terealisasi 40% dari anggaran RKA – P 2022 dan penerimaan penjualan tanah sisa Pulo Jahe .
“Jadi kenaikan pendapatan ini terdiri atas penerimaan pengalihan tanah dan bangunan yang terealisasi 40 persen dari anggaran dan penerimaan penjualan tanah sisa Pulo Jahe,” lanjut Indra.
Peningkatan Mutu SDM
Kerja keras Perumda Pembangunan Sarana Jaya keluar dari keterpurukan patut diacungi jempol, pasalnya pencapaian bisnis perusahaan milik daerah tersebut mencatatkan kenaikan yang signifikan. Hal itu tentu tak lepas dari inovasi dan perbaikan manajemen, khususnya di bidang sumber daya manusia (SDM).
Dalam menciptakan lingkungan kerja yang unggul dan profesional, Sarana Jaya telah membangun sarana yang kuat untuk melatih dan mengembangkan Insan Sarana Jaya dalam upaya meningkatkan kemampuan dan pengetahuan menghadapi lingkungan bisnis yang dinamis. Perusahaan menetapkan target minimal pengembangan pegawai 80% pegawai telah mengikuti 5 hari (40 Jam) Pelatihan.
Program Peningkatan Kapabilitas juga merupakan hal yang penting dilakukan oleh Direksi dan Dewan Pengawas untuk selalu memperbarui informasi tentang perkembangan terkini dari core business. Adapun program yang dilakukan dapat dilakukan dalam bentuk Forum Diskusi, Kunjungan Kerja Alat Produksi Perusahaan, dan keikutsertaan dalam seminar yang relevan.
Tak hanya itu, di tahun 2021 – 2022 juga, Sarana Jaya terus berbenah diri untuk menjalankan komitmen keterbukaan informasi. Sesuai dengan 5 Prinsip Good Corporate Governance (GCG) yang mewajibkan perusahaan terbuka dalam hal informasi dan kegiatan bisnisnya serta memiliki akuntabilitas.
Di penghujung 2021 Sarana Jaya meluncurkan Sistem Pelaporan (Whistleblowing System) yang digunakan untuk menampung, mengelola dan menindaklanjuti serta membuat pelaporan dari seluruh Insan Sarana Jaya mengenai dugaan tindakan pelanggaran yang terjadi di lingkungan Perumda Pembangunan Sarana Jaya.
Penulis: Abdullah Suntani
