Jakarta, TopBusiness – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia atau Peruri menjalankan roda bisnis diselaraskan dengan program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR). Salah satu program CSR unggulan yang diimplementasikan adalah program literasi digital.
Program literasi digital merupakan program edukasi dan literasi terkait peningkatan digitalisasi untuk masyarakat dan UMKM.
Saat sesi wawancara dan pendalaman materi presentasi bertema Kontribusi Positif Peruri terhadap Lingkungan, Bangsa dan Negara, Head of Corporate Secretary Peruri, Adi Sunardi, menjelaskan terkait bisnis digital perusahaan yang terbilang baru dan mesti bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya.
“Jadi memang bisnis digital Peruri ini bisa dikatakan suatu bisnis baru. Peruri me-launching produk digital itu sekitar tahun 2019, dimana produk digital Peruri ini adalah produk yang sifatnya non captive. Jadi free market, kita bersaing dengan pihak swasta, kita bersaing dengan pihak startup yang juga memiliki produk digital,” kata Adi, di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, yang berlangsung dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, Rabu (08/03/2023).
Sehubungan dengan meningkatkan pertumbuhan bisnis perusahaan, Peruri melanjutkannya dengan melakukan program CSR. “Program literasi digital ini yang pertama. Kita di sini memperkenalkan produk digital tidak hanya kepada UMKM, atau mitra binaan Peruri. Tapi juga literasi digital ini, kami lakukan juga kepada masyarakat luas. Jadi untuk bisa mengetahui, sebenarnya produk digital Peruri itu apa saja, manfaatnya seperti apa, bisa diterapkan seperti apa, khususnya di perkembangan jaman yang cukup masif ini, dimana teknologi sangat erat dengan kita, khususnya untuk penerapan bisnis. Jadi di situ kita memperkenalkan produk kita apa saja, manfaat apa saja bisa digunakan untuk apa saja dan bagaimana bisa mendapatkan produk,” papar Adi.
Program literasi digital akan menyasar kepada pengembangan ekonomi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Sekaligus, dengan harapan pelaku usaha dapat menikmati proses digital dan bisa memajukan usaha mereka sendiri. Dan pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi Peruri.
Menurut Adi, program literasi digital memiliki keunggulan karena merupakan program creating shared value, di mana program ini selain untuk peningkatan literasi digital masyarakat dan UMKM tetapi juga meningkatkan pemasaran produk digital Peruri kepada masyarakat.
Diakui Adi, program literasi digital adalah sarana untuk memperkenalkan produk digital Peruri. “Memang literasi digital ini juga digunakan sebagai media promosi untuk memperkenalkan produk digital Peruri. Nah harapannya melalui literasi digital ini juga kita bisa meningkatkan penjualan dari bisnis digital yang dapat kita ukur dari mitra binaan UMKM, yang kita bina mereka sudah mulai menerapkan digital ini. Memang dalam kaitannya untuk mendukung UMKM Go Digital. Itu sebenarnya program yang kita bangun terkait dengan literasi digital yang dampaknya juga sebenarnya kembali lagi kepada perusahaan,” ungkap Adi.
Tujuan pengadaan program literasi digital adalah memberikan edukasi kemampuan dalam memasarkan produk menggunakan teknologi digital, diikuti untuk mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan, dan mendukung strategi bisnis perusahaan.
Sementara itu, manfaat program literasi digital ialah memberikan pengetahuan terkait literasi digital dan produk-produk digital Peruri.
Adapun keterkaitan dengan strategi bisnis berkelanjutan yaitu program literasi digital merupakan salah satu strategi bisnis berkelanjutan dengan mengedepankan peningkatan pengetahuan masyarakat dan UMKM terkait dengan produk digital Peruri sehingga diharapkan masyarakat dan UMKM dapat menggunakan produk digital Peruri dalam kegiatan usahanya.
Kembali Adi menegaskan bahwa program literasi digital adalah upaya perusahaan untuk peduli terhadap masyarakat, namun tetap sejalan dengan bisnis perusahaan. “Jadi literasi digital ini baru kita lakukan di tahun 2022. Kami menyadari, dari sisi CSR/TJSL kami juga mempunyai responsibilitas untuk bisa meningkatkan bisnis perusahaan. Itu memang secara program, kami belum bisa mengukur berapa sih sebenarnya value yang bisa didapatkan dari program tersebut. Karena memang evaluasi terkait dengan program tersebut baru akan kita lakukan di tahun 2023 ini melalui metode pengukuran SROI. Jadi memang program ini memang awal sekali kita lakukan di tahun 2022,” kata Adi.
