Jakarta, TopBusiness – Komitmen manajemen agar terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Malinau adalah suatu kewajiban.
Perumda Air Minum Apa’ Mening dengan status Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkonsentrasi dalam air perpipaan adalah terus memberikan pelayanan terbaiknya kepada seluruh masyarakat di seluruh Kabupaten Malinau. Apalagi bagi Apa’ Mening memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan layanan kepada seluruh masyarakat akan air minum. Bagi Apa’ Mening, air merupakan sebuah nyawa yang sangat penting bagi semua bentuk kehidupan.
Keberadaan Apa’ Mening dalam memberikan layanan primanya terhadap akses air bersih siap minum sangat didambakan oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Malinau.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Malinau terdiri dari 15 Kecamatan dan 109 desa. Sementara itu ada beberapa kawasan desa yang langsung termasuk dengan kawasan Terluar, Terdepan dan Terujung. Kawasan tersebut langsung berbatasan dengan negara tetangga, seperti Malaysia. Wilayah 3 T (Terluar, Terdepan, Terujung) termasuk wilayah Kayan Hulu, Kayan Selatan dan Kayan Hilir menjadi bagian dari layanan Apa’ Mening dalam memberikan akses air bersih siap minum.
“Walaupun, di kawasan 3T ini yaitu di wilayah Kayan Hulu, Kayan Selatan, Kayan Hilir, kami mengalami kerugian Rp 300 juta setiap bulannya. Kawasan yang sangat jauh ini, serta dengan akses yang sangat sulit untuk membangun jaringan perpipaan. Kami tidak berpikir untuk mendapatkan keuntungan di Kawasan 3T ini, kami sangat terpanggil untuk memberikan layanan kepada satu bangsa. Ini kita satu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), jadi Apa’ Mening memiliki tanggung jawab sosial agar masyarakat Indonesia yang jauh di sana tetap menjadi bagian dari “Merah Putih”, tegas Direktur Utama Saiful Bahri kepada Top Business di kegiatan gathering ke-21 tahun di Pulau Derawan-Berau-Kalimantan Timur.
Dalam rangka menggelar hari jadinya, perusahaan daerah ini yang ke-21. Tentunya di bawah kepemimpinan Direktur Utama Saiful Bahri, perusahaan daerah ini bersalin nama dengan Apa’ Mening. Juga di bawah kepemimpinan Saiful Bahri, Apa’ Mening dari perusahaan yang sakit serta merugi dan terus mendapatkan suntikan dana opersional dari Pemerintah Kabupaten Malinau menjadi perusahaan sehat.
Mantan Banker dari Bank Mandiri ini, merubah perusahaan dalam waktu 3 tahun. Apa’ Mening menjadi perusahaan sehat, dan memberikan kontribusi keuntungan, bahkan memberikan penyetoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada pemegang saham yaitu Kabupaten Malinau.
Kinerja apik Saaiful Bahri, tidak hanya itu saja. Akan tetapi, Apa’ Mening telah pula memberikan layanan prima bagi seluruh masyarakat Malinau, baik yang berada di sekitar kota/kabupaten, dan juga seluruh kecamatan hingga desa.
Apa’ Mening dipastikan terus menjadi perusahaan daerah Malinau yang memberikan kontribusi besar dalam meningkatkan pembangunan daerah, serta memberikan ketersediaan akan akses air bagi seluruh masyarakat di perkotaan, desa-desa dan wilayah terpencil.
Saat ini, Apa’ Mening sudah menjadi perusahaan daerah yang turut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Malinau.
Sumber Foto: Rendy MR


