Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini berpotensi rebound.
Daily Research Report oleh Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Rebound.
Bursa AS kemarin ditutup menguat. Dow Jones +1,17%, S&P 500 1,76% dan Nasdaq 2,48%. Pasar bergerak menguat setelah sejumlah bank akan membantu First Republic Bank di tengah krisis industri. Ada rilis data jumlah klaim peperangan berkurang 20 ribu menjadi 192 ribu (kontra: 205 ribu).
Pasar komoditas terpantau bergerak beragam, minyak melemah 0,15% ke level USD 68,4/bbl, dan batubara 0,57% ke level USD 174/ton. Nikel menguat 2,27% ke level USD 23.498 dan CPO melemah 0,76 ke level MYR 3.935. Sedangkan harga emas terpantau turun 0,06% ke level USD 1.923,7/toz.
Bursa Asia kemarin ditutup cenderung melemah. Nikkei melemah 0,8%, Hang Seng 1,72%, Shanghai 1,12%.
IHSG ditutup melemah 0,94% ke level 6.565,7 dengan Investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 732,2 miliar. Net sell asing di pasar reguler Rp 706 miliar dan net sell asing di pasar negosiasi Rp 26,2 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 290,4 miliar), BMRI (Rp 174,4 miliar), dan MDKA (Rp 79,1 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh TLKM (Rp 42,7 miliar), INTP (Rp 30 miliar), dan GOTO (Rp 26,5 miliar). Top leading movers mengeluarkan TLKM, BBRI, ASII, sementara top lagging movers mengeluarkan BMRI, GOTO, MDKA.
Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,82% dan KOSPI 1,1%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan mengalami rebound, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
