TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Musim Dividen Jadi Sentimen Positif, Ini 10 Saham untuk Pekan Ini

Achmad Adhito
20 March 2023 | 13:31
rubrik: Capital Market
Harga Naik 100%, Saham Ini Dipantau BEI

Ilustrasi Bursa Saham (Sumber: Istimewa)

Jakarta, TopBusiness—Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada minggu ini diprediksi menguat setelah beberapa pekan terakhir terkoreksi. Pekan lalu IHSG terkoreksi sebesar -1,3% dengan penurunan terdalam sektor teknologi sebesar -6,2 % disusul sektor barang baku sebesar -4,3% dan konsumer non-primer -4,1%. Sementara itu, sektor penopang terkuat yang menahan laju IHSG sehingga tak terkoreksi makin dalam pada pekan lalu yakni sektor kesehatan sebesar 1,2%.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Mino, menegaskan IHSG pada pekan lalu melemah karena 3 sentimen negatif yang cukup mengejutkan, yakni kekhawatiran penyebaran risiko kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank, pernyataan Saudi National Bank yang tidak akan lagi memberikan bantuan keuangan ke Credit Suisse serta turunnya harga komoditas.

“Market pekan lalu tersandera kekhawatiran penyebaran krisis likuiditas Silicon Valley Bank dan Signature Bank. Selain itu, market juga tersandera informasi Credit Suisse yang mengumumkan adanya kelemahan material atau kontrol internal dalam proses pelaporan keuangan untuk tahun 2022 dan 2021,” tegasnya di Jakarta hari ini.

Ia secara tertulis menjelaskan pada akhir 2022 Credit Suisse melaporkan adanya penarikan simpanan dalam jumlah besar sehingga posisi aliran bersih asetnya secara substansial melebihi posisinya di kuartal ketiga tahun 2022. Market makin terguncang setelah Saudi National Bank menyatakan tidak bisa memberikan lagi bantuan keuangan, karena jika dilakukan kepemilikannya akan melebihi 10% dan melanggar aturan.

Sementara itu terkait sentimen negatif harga komoditas, ia menegaskan gejolak di sistem keuangan Amerika menimbulkan kekhwatiran akan tertekannya pertumbuhan ekonomi sehingga akan menurunkan permintaan akan komoditas.

“Kekhawatiran tersebut membuat sebagian besar harga komoditas mengalami koreksi cukup tajam seperti minyak mentah dan batu bara.”

BACA JUGA:   Awas! IHSG Bergerak Datar Sambut BI Rate, Pantau Saham Ini

Di luar sentimen negatif tersebut, market pekan lalu sebenarnya tertahan laju koreksinya karena sejumlah sentimen positif, seperti komitmen dari tiga otoritas keuangan Amerika untuk menjamin semua simpanan di Silicon Valley Bank.

“Pasca-kegagalan Silicon Valley Bank, tiga otoritas yaitu Kementerian Keuangan, Lembaga Penjamin Simpanan Federal (FDIC) dan Bank Sentral Amerika menyatakan bahwa semua simpanan di SVB akan dijamin walaupun tidak memenuhi syarat penjaminan FDIC. Bank Sentral Amerika juga meluncurkan program pinjaman baru untuk pihak-pihak yang terdampak.”

Apalagi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan bahwa kegagalan Silicon Valley Bank dan Signature tidak akan berdampak langsung pada perbankan di Indonesia. Perbankan di Indonesia tidak memiliki hubungan bisnis dan investasi pada SVB.

Dengan bertumpu pada sejumlah sentimen positif pekan lalu dan sentimen pada minggu ini, Mino Optimis market minggu ini akan menguat. Adapun sentimen yang bakal memengaruhi pergerakan market minggu ini yang akan berlangsung selama 3 hari perdagangan Senin, Selasa dan Jumat berasal dari sentimen domestik dan eksternal.

Sentimen domestik yang dimaksud yakni musim pembagian dividen. Pembagian dividen oleh sejumlah emiten akan menjadi sentimen positif, sementara itu sentimen eksternalnya yakni Fed Fund Rate dan harga komoditas yang berpotensi rebound.

Bertumpu pada data-data dan sentimen di atas, ia pun merekomendasikan buy untuk trading hingga 24 Maret 2023 mendatang pada 10 saham berikut ini:

BBRI (Support: 4,810, Resistance: 5,000), BBNI (Support: 8,800, Resistance: 9,325), BRIS (Support: 1,555, Resistance: 1,715), TLKM (Support: 3,980, Resistance: 4,125, PTBA (Support: 3,790, Resistance: 4,000), ITMG (Support: 37,750, Resistance: 40,500), KLBF (Support: 2,080, Resistance: 2,360).

Kemudian, AKRA (Support: 1,345, Resistance: 1,450), MAPI (Support: 1,480, Resistance: 1,710) dan UNVR (Support: 4,050, Resistance: 4,250).

Tags: Indo premier sekuritasminorekomendasi saham
Previous Post

BERITA FOTO : Pasar Perumahan Tahun 2023 Diprediksi Terus Tumbuh

Next Post

Tiada Henti Inovasi untuk Menjadi Bank Terbesar di Bengkulu dan Luar Bengkulu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR