Jakarta, TopBusiness – PT Bangun Banua Kalimantan Selatan atau PT Bangun Banua mempunyai tekad untuk menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) di tahun 2023 ini. Karenanya, perusahaan sedang berupaya untuk mewujudkan skor penilaian GCG dengan bekerja sama dengan pemangku kepentingan.
Kendati begitu, sejatinya perusahaan milik Pemerintah Daerah Provinsi Kalimantan Selatan ini secara konsep sudah melaksanakan penerapan GCG.
“Saya akui secara nyata bahwa GCG itu belum kita laksanakan, tapi konsep GCG sudah berjalan,” kata Plt. Direktur Utama H.M. Bayu Budjang, SH., MM., ketika sesi wawancara dan pendalaman materi presentasi berjudul PT BANGUN BANUA KALIMANTAN SELATAN “BERGERAK CEPAT UNTUK
KESEJAHTERAAN BANUA” , melalui sistem aplikasi rapat zoom, secara dalam jaringan (daring) di Jakarta, Selasa (21/03/2023).
Dihadapan Dewan Juri TOP BUMD Awards 2023, Bayu meyakinkan bahwa pihaknya tahun ini juga akan merealisasikan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik, sehingga di tahun depan sudah dapat hasil penilaian GCG. “Saya yakin tahun ini sudah bisa berjalan, karena sudah ada pertemuan dengan Kepala BPKP dan timnya. Ini kita buat konsensus untuk menjalankan. Jadi Mudah-mudahan tahun depan kita bertemu, sudah saya pastikan hasil GCG atau evaluasi GCG,” ungkap dia.
Secara umum dapat diartikan bahwa GCG merupakan sebuah rangkaian proses, kebiasaan, kebijakan, aturan dan institusi yang memengaruhi pengarahan, pengelolaan, serta pengontrolan suatu perusahaan atau korporasi.
Dengan kata lain, GCG ialah suatu praktik pengelolaan perusahaan secara amanah dan prudensial dengan mempertimbangkan keseimbangan pemenuhan kepentingan seluruh stakeholders. Dan harapannya, dapat meningkatkan kinerja bisnis, operasional hingga keuangan.
Perusahaan sebelumnya belum mendapatkan skor GCG. Namun, kembali ditekankan manajemen PT Bangun Banua, perusahaan akan merealisasikan dengan diawali pertemuan dan berdiskusi dengan pihak Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan alias BPKP.
Namun lagi-lagi, manajemen mengklaim bahwa selama ini perusahaan telah menjalankan roda operasional dan bisnis dengan didasari asas-asas GCG. “Kita bicara GCC, sebenarnya apa yang kita lakukan ini sudah masuk dalam GCG,” kata Bayu.
Bahkan, dirinya menyatakan bahwa perusahaan sudah membuat konsep penilaian GCG, dan tinggal mendapatkan skor dari penilaian GCG itu sendiri. “Saya dengan BPKP, kita sudah membuat satu konsep penilaian GCG. Tapi ini dari hasil diskusi, sebenarnya GCG belum dituangkan dalam suatu evaluasi. Karena itu dalam waktu dekat, kami juga sudah bertemu dengan BPKP untuk membuat pertemuan, kemudian membuat training dan membentuk tim di dalam melakukan penerapan GCG,” ungkap Bayu.
Lalu dia pun menyatakan, sebenarnya penerapan sistem manajemen belum secara objektif. “Mohon maaf GCG sebenarnya dalam hal penerapan sistem manajemen belum secara objektif, harus sesuai dengan standar. Memang manajemen dari tahun 60-an sampai 2022 tidak menggunakan GCG. Mudah-mudahan tahun ini kita sudah ber-planing dengan BPKP untuk dalam pertemuan kemudian membentuk tim, kemudian kita training. Nantinya pada akhir tahun akan dinilai oleh BPKP, standar kompetensional yang diinginkan oleh GCG itu,” pungkas Bayu.
