Jakarta, TopBusiness—Bank Sumut sebagai bank milik pemerintah daerah (pemda) sering bekerja sama dengan perusahaan BUMN (badan usaha milik negara). Ada sejumlah contoh dari hal tersebut.
“Antara lain, kami sinergi dengan beberapa BUMD dalam pengelolaan dana,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Bank Sumut, Hadi Sucipto, saat tanya-jawab dengan Dewan Juri Top BUMD Awards 2023 (24/3/2023), yang digelar Majalah TopBusiness bekerja sama dengan beberapa lembaga, yang digelar melalui jaringan internet.
Hadi menjelaskan bahwa, BUMN yang bekerja sama untuk pengelolaan dana tersebut, antara lain Inalum dan PTPN.
Bank Sumut pun menawarkan beberapa layanan ke BUMN. Dalam hal itu, Bank Sumut punya beberapa keunggulan, antara lain bisa melayani dalam jam yang lebih panjang. Penyebab hal itu adalah posisi geografis Bank Sumut.
Kemudian, menurut Hadi Sucipto, Bank Sumut punya kredit sindikasi untuk proyek-proyek infrastruktur. Hal itu terutama dalam pembiayaan proyek jalan tol, atau pun proyek infrastruktur yang lain.
Ia pun menjelaskan bahwa Bank Sumut pun, dalam hal pembiayaan ekspor-impor, bekerja sama dengan bank anggota Himbara (Himpunan Bank Milik Negara). Dalam kerja sama tersebut, Bank Sumut mendapatkan keuntungan, antara lain berwujud naiknya kompetensi SDM dalam hal penanganan pembiayaan ekspor-impor.
“Kami pun bekerja sama dengan bank Himbara dalam TI (teknologi informasi). Sebagai contoh adalah kerja sama dengan Bank Mandiri dalam hal layanan kartu kredit,” kata Hadi Sucipto.
Hadi Sucipto pun berkata, “Sinergi bisnis merupakan hal penting untuk bisnis perbankan saat ini.”
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Direktur Kepatuhan Bank Sumut, Eksir, menjelaskan sejumlah hal tentang kinerja keuangan terkini bank tersebut. Eksir antara lain mengatakan bahwa, untuk tahun pembukuan 2022, Bank Sumut mencetak laba senilai Rp701 miliar.
“Secara tahunan, angka ini naik 14,22% ketimbang tahun 2021 yang di Rp614 miliar,” Eksir menjelaskan.
Adapun aset Bank Sumut di tahun 2022 senilai Rp40,6 triliun. Angka ini naik 6% secara tahunan atau ketika dibandingkan dengan tahun 2021.
Kenaikan aset tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang sebesar 10,5% secara tahunan. Pada tahun 2022, outstanding kredit Bank Sumut senilai Rp27,8 triliun.
“Di Bank Sumut, porsi kredit konsumtif dengan kredit produktif, itu hampir seimbang,” Eksir mengatakan.
