
Jakarta, businessnews.id — Utang Luar negeri sektor swasta pada posisi 31 desember 2013 meningkat 11,3 persen. Sedangkan pertumbuhan utang tersebut pada akhir tahun 2012 hanya 6,3 persen. Sehingga, bagian utang luar negeri swasta menjadi 53,2 persen dari seluruh utang luar negeri Indonesia pada posisi 31 Desember 2013 yakni sebesar USD 264,1 miliar.
Menurut Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia Hendy Sulistiowaty, peningkatan utang swasta itu seiring dengan peningkatan peran swasta dalam pembangunan ekonomi. “Jika swasta tumbuh pesat pastinya juga butuh pembiayaan baik lokal maupun luar negeri,” kata dia di Jakarta hari ini.
Utang luar negeri swasta itu lebih didominasi oleh yang berjangka panjang dengan mengambil porsi 71,1 persen atau sebesar USD 99,8 miliar. Sedangkan menurut instrumen, sebagian besar utang luar negeri swasta itu berbentuk pinjaman atau loan agreement dengan nilai USD 91,3 miliar atau 66,6 persen.
Kata Hendy, sektor keuangan menjadi pengutang terbesar atau sebesar 26,21 persen. Diikuti oleh sektor manufaktur yang mengambil bagian 20,45 persen; tempat ketiga oleh sektor pertambangan dengan porsi 18,27 persen atau USD 25,7 miliar. (ZIZ)
EDITOR: DHI