Jakarta, TopBusiness – Tentunya bagi PT Kilang Pertamina Internasional RU VII Kasim merupakan sebuah tantangan berat dan harus bisa dibuktikan kinerja apiknya agar pemberdayaan masyarakat dapat ditumbuhkembangkan dalam bentuk corporate social respinsiblity atau CSR, serta penerapan Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJLS) di lingkungan perusahaan Milik Negara (BUMN).
Ditegaskan Dyah Putri Utami, Comdev Officer KPI RU VII Kasim, kinerja apik perusahaan tentunya dalam memberikan dukungan kepada masyarakat di sekitar kilang Kasim mendapatkan penghargaan Patra Nirbaya Karya Utama Nugraha 2019, 2020, 2021. “Ada juga WISCA (World Safety Organization Indonesia Safety Culture) 2023 level Gold 4 stars tahun 2023,” kata dia di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, dalam aplikasi rapat zoom, di Jakarta.
Dalam hal ini, bagi anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini yang beroperasi di Indonesia Bagian Timur (IBT) tepatnya di wilayah Kasim, Sorong -Papua. Adapun letak lokasi Kasim ini di posisi yang merupakan wilayah Indonesia Terluar, Terdepan, Terpencil, Tertingal (4T).
Selanjutnya, keberadaan transportasi di wilayah ini masih sangat jauh dari stándar mutu minimal sebagai Kabupaten Sorong ini. Ini terkait dengan infrastruktur dasar jalan, infrastruktur telekomunikasi dan termasuk wilayah yang terisolasi karena dengan keterbatasan geografis yang banyak di kelilingi bukit dan pergunungan yang cukup tinggi.
Serta pula kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat terbatas disebabkan pula oleh keterbatasannya lembaga pendiidkan formal.
Dengan hadirnya KPI RU VII Kasim semenjak tahun 1997 dengan memproduksi berbagai produk minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kebutuhan domestik. Tentunya keberadaan industri pemurnian BBM, milik pemerintah ini harus memberikan dampak domino yang sangat besar bagi seluruh masyarakat di wilayah Kasim-Sorong-Papua ini.
Keberadaan industri pemurniaan BBM ini harus memberikan pencerahan perekonomian daerah setempat, memberikan daya serap tenaga kerja bagi masyarakat lokal setempat, meningkatkan kualitas SDM dengan berbagai kegiatan yang diperlukan oleh masyarakat setempat.
Ada beberapa program CSR nan apik digelar agar masyarakat 3 T agar bisa diberdayakan dengan keberadaan perusahaan milik anak bangsa ini. Pembangunan program Klay Swontai dengan mencakup pada Klayas Bersih Sehat untuk seluruh masyarakat di lingkar operasionalnya akan mendapatkan penyediaan akses air bersih. Serta mendapatkan akses pelayanan kesehatan dengan Klinik kesehatan Terapung yang dimiliki perusahaan BUMN ini. Perusahaan terus melakukan peningkatan kualitas akan sarana dan para sarana air bersih dan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Klayas Berdikari, dalam hal ini perusahaan memberikan perhatian penuh kepada masyarakat agar bisa menjadi pengusaha yang tangguh di wilayah lokal. Perusahaan membangunkan sarana berjual beli dengan pasar Rakyat Klayas. Perusahaan memberikan perhatian khusus kepada masyarakat dalam mengelola sagu sebagai sumber pangan masyarakat luas di Papua yang juga meningkatkan pemanfaatan sagu dalam berbagai bahan pangan serta juga menciptakan jamur sagu. “Untuk peningkatan dan inovasi ini perusahaan melakukan berbagai kegiatan training dari berbagai pakar pangan, tentunya agar kebutuhan pangan lokal tercukupi terlebih dahulu,” kata Dyah.
Klayas Cinta Budaya, pada cluster ini yang menjadi titik sasaran sebagai Dunia pendidikan dasar 6 tahun, pelestarian budaya lokal suku Mooi Lemas.
Klayas Semarak, dengan penajaman Klayas Bersih dan Sehat, mengoptimalkan distribusi air bersih, Edukasi PHBS, Replikasi dewan air di Kampung Kasim, pelatihan Firts aider.
Sementara di kluster Klayas semarak, ada Klayas Cinta Budaya, pengembangan sarana seni dan budaya, peningkatan rasa nasionalisme.
Klayas berdikari membangun diversifikasi produk sagu, rumah pembibitan sagu, peningkatan kapasitas pengolahan, optimalisasi operasional pasar.
Kluster Klayas Cerdas, aktivas SD YPK Klayas, Pembangunan PAUD, Pendidikan baca tulis dewasa, pengoperasian kapal sekolah anak Klayas.
Dan pada kluster Klayas Terampil, ada pelatihan bubut dan pelatihan welder. “Tentunya jika pembangunan program bernas yang di jalankan di masyarakat kilang kasim ini berhasil maka terciptalah Klayas Mandiri,” pungkas Dyah.
Foto: mediaindonesia.com
