TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

CSR Standard Chartered Bank Indonesia Adopsi Pendekatan CSV untuk Bisnis Berkelanjutan

Editor
9 March 2021 | 17:49
rubrik: CSR, Event
CSR Standard Chartered Bank Indonesia Adopsi Pendekatan CSV untuk Bisnis Berkelanjutan

Jakarta, TopBusiness – Standard Chartered Bank Indonesia telah mengadopsi pendekatan penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value/CSV) dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaannya (Corporate Social Responsibility/CSR). Hal ini sebagai komitmen bank untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan  pembangunan sosial-ekonomi nasional melalui fokus bisnis yang dijalankan bank di sektor perbankan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan usaha secara bertanggung jawab serta kontribusi berkelanjutan kepada pemangku kepentingan. Upaya ini menjadi bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan, serta strategi yang dirancang perseroan secara terstruktur untuk menjaga keberlanjutan usaha dalam jangka waktu yang lebih panjang.

Demikian seperti disampaikan Diana Mudadalam, Country Head of Corporate Affairs Standard Chartered Bank Indonesia dalam wawancara penjurian TOP CSR Awards 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada, pada Jumat (5/3/2021).

Standard Chartered Bank Indonesia sendiri menjadi salah satu finalis yang terpilih mengikuti proses penjurian TOP CSR Awards 2021 yang kali ini mengusung tema, ‘Peran Strategis CSR dalam Mendukung Keberlangsungan Bisnis yang Berkelanjutan di Masa Kenormalan Baru’. TOP CSR Awards 2021 ini digelar oleh Majalah TopBusiness dengan menggandeng beberapa asosiasi dan konsultan di bidang CSR yang kompeten.

Tiga Pilar Program CSR

Diana mengatakan, adopsi pendekatan CSV ini diwujudkan melalui tiga pilar utama program CSR Standard Chartered Bank Indonesia, yakni; pertama, berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kedua, menjadi perusahaan yang beretika dan profesional. Serta ketiga, bertanggung jawab terhadap masyarakat sekitar dan lingkungan.

“Implementasi setiap inisiatif dari masing-masing pilar tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, baik sebagai mitra pelaksana maupun target sasaran yang dituju oleh bank. Mitra utama aksi keberlanjutan ini adalah karyawan bank yang bergerak secara sukarela untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.”

BACA JUGA:   Kawasan Minapolitan dan Laksamana Bersinar, CSR Unggulan PT Kilang Pertamina Internasional Dumai

“Selain itu, bank juga bermitra dengan kementerian dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM/NGO) agar implementasi inisatif-inisiatif dalam aksi keberlanjutan berdampak positif, efektif, dan tepat sasaran,” tandasnya.

Melalui ketiga pilar utama CSR tersebut, Standard Chartered Bank Indonesia telah melahirkan berbagai inisiatif program. Salah satunya adalah inisitaif program Seeing is Believing, yakni Program kesehatan bank yang dilakukan melalui pendanaan untuk pemeriksaan mata yang ditujukan untuk mencegah dan mengentaskan kebutaan.

“Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya isu kebutaan di Indonesia, bahkan Indonesia masuk dalam sepuluh besar tingkat kebutaan di dunia.”

Program tersebut bekerjasama dengan Indonesian Opthamologist Association (Perdami) untuk menyelenggarakan satu rangkaian operasi medis katarak gratis di berbagai rumah sakit besar di enam kota. Operasi medis katarak gratis ini juga bekerjasama dengan organisasi nirlaba internasional yaitu Hellen Keller International yang merupakan agency yang memimpin kegiatan ini.

Selain itu, Standard Chartered Bank Indonesia juga bekerja sama dengan PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) atau Indonesia Blind Association yang didirikan dan dikelola oleh para tuna netra. Dalam kerja asma ini, disediakan pelatihan untuk para tuna netra tidak mampu dan memiliki keterampilan terbatas di Jakarta untuk menghasilkan produk industri rumah tangga yang bernilai ekonomis atau dapat dijual.

Inisiatif CSR

Inisiatif CSR lainnya adalah program “Goal” atau program memberdayakan masa depan. Program ini  ditujukan untuk memberikan pembekalan keterampilan hidup kepada kalangan remaja putri di rentang usia 11-18 tahun dan berstatus disabilitas atau tuna netra.

Program ini mendidik anak perempuan dan memberi mereka modal untuk membentuk masa depan melalui rangkaian kurikulum yang dibuat semenarik mungkin dan interaktif.

Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendorong tercapainya kesetaraan gender di pasar tenaga kerja. Hal ini mengingat besarnya persaingan yang dihadapi perempuan akibat kurangnya pendidikan, penyakit, bias budaya, kemiskinan, ataupun kekerasan berbasis gender.

Implementasi program Goal memiliki efek pengganda yang luar biasa pada komunitas dan masyarakat bagi beberapa generasi. Wanita yang lebih terdidik menjadi lebih sehat, begitu juga bagi anak-anak mereka nantinya yang memiliki potensi lebih besar untuk bersekolah dan belajar.

BACA JUGA:   Konsisten Dukung Program Keberlanjutan, Ini Komitmen Tinggi DSSP Power Indonesia dalam Ber-CSR

“Kami meyakini bahwa berinvestasi pada anak perempuan dapat menghasilkan peningkatan kemakmuran dan keragaman masyarakat.”

Andalkan Program Youth to Work

Selain itu Standard Chartered Bank Indonesia pada bulan Maret 2020 lalu, juga telah meluncurkan program Youth to Work yang merupakan program pelatihan kaum muda dengan fokus pada pengembangan keterampilan Bahasa Inggris, keterampilan komputer serta pemahaman dan ketrampilan mengenai pemasaran digital.

Di mana semua keterampilan itu bertujuan untuk membangun kemampuan kerja atau meningkatkan peluang untuk mendapatkan pekerjaan khususnya bagi pelajar sekolah kejuruan.

Program Youth to Work sendiri merupakan bagian dari future makers, inisiatif global Standard Chartered untuk mengatasi ketidaksetaraan dan mempromosikan inklusi ekonomi yang lebih besar, dengan penekanan utama dalam tiga hal: kemampuan kerja (employability), pendidikan (education), dan kewirausahaan (entrepreneurship).

Melalui program Youth to Work sebagai bagian dari the future makers itu, Standard Chartered menargetkan untuk dapat menjangkau 100.000 kaum muda usia 16-30 tahun secara global, antara tahun 2019-2023.  Dengan prioritas akan diberikan kepada perempuan dan orang-orang dengan kondisi disabilitas.

Youth to Work juga selaras dengan komitmen Standard Chartered untuk berkontribusi ke Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) khususnya poin 8 yang mengampanyekan penciptaan lapangan kerja yang produktif, berkesinambungan dan inklusif, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian yang berkelanjutan.

Penulis: Abi Abdul Jabbar Siddik

FOTO: TopBusiness

Tags: standard chartered bank indonesiaTOP CSR Awards 2021
Previous Post

CSR Indra Karya Membangun Kebermanfaatan Akses Air

Next Post

Belajar ke Program CSR Pupuk Kujang, Sukses Membangun Perekonomian Masyarakat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR