Jakarta, TopBusiness—Indah Kiat Pulp and Paper Serang, punya sejumlah program CSR yang mengadopsi nilai CSV (creating shared value). Satu di antara itu adalah pemberdayaan masyarakat dengan mengolah peti kemas bekas menjadi mebel sekolah.
“Program tersebut telah menghasilkan 6.580 set mebel sekolah,” kata Kepala CSR Indah Kiat Pulp and Paper Serang, Dani Kusumah, dalam presentasi untuk Dewan Juri Top CSR Awards 2023, belum lama ini.
Dani menjelaskan bahwa program tersebut membawa keuntungan bagi Indah Kiat Pulp and Paper Serang. Sebabnya, program tersebut mendukung target pencapaian zero waste.
“Kemudian, program tersebut pun mendukung kenaikan pendapatan masyarakat,” Dani menambahkan.
Adapun contoh lain program CSR yang mengadopsi CSV adalah program pengolahan peti kemas bekas, menjadi kerajinan tangan atau suvenir. Berjalan sejak tahun 2017, program ini pun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memenuhi kebutuhan pasokan suvenir bagi Indah Kiat Pulp and Paper Serang.
Yang berikutnya adalah program pemberdayaan kerajinan bambu dengan memanfaatkan tali kertas bekas dari Indah Kiat Pulp and Paper Serang. Dalam hal ini, program tersebut pun memanfaatkan kearifan lokal. “Badan usaha milik desa pun terlibat dalam kegiatan usaha tersebut,” Dani menjelaskan.
Dari program tersebut, pendapatan pelaku UMKM meningkat. Pula, kebutuhan Indah Kiat Pulp and Paper Serang mendapatkan suvenir untuk tamu, terpenuhi.
Mengacu ke ISO
Dalam presentasi tersebut, Dani juga menjelaskan bahwa pihaknya dalam mengimplementasikan CSR berpedoman ke ISO 26000.
Pula, konsultasi dan pertemuan dengan para pemangku kepentingan selalu berlangsung. Hal ini demi mendapatkan masukan dari lapangan. “Masukan tersebut bisa berasal dari kalangan NGO, masyarakat, dan lain-lain,” demikianlah Dani menjelaskan.
Dani pun memaparkan sejumlah hal tentang tata kelola CSR di Indah Kiat Pulp and Paper Serang. Dalam hal tersebut, ada sistem perencanaan, pelaksanan, dan monitor-evaluasi.
“Dalam CSR,” Dani berkata, “kami mendorong kemandirian masyarakat dengan menghadirkan local champion. Hal ini penting karena local champion ini bisa mendorong perubahan pada masyarakat.”
Sementara itu, pengukuran dampak program CSR berlangsung melalui SROI (social return on investment).
Hasil pengukuran tersebut seperti apa? Dani mengatakan bahwa setiap dana Rp1 yang diinvestasikan pihaknya untuk program CSR, menghasilkan social value Rp18,34 ke pemangku kepentingan.”
