Jakarta, TopBusiness – PTLintas Marga Sedaya yang merupakan perusahaan pengelola dan pemegang konsesi jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) sepanjang 116,75 km. Perseroan merupakan perusahaan patungan atau joint venture antara PT Astra Tol Nusantara (55%), anak perusahaan PT Astra International, Tbk., dan Canada Pension Plan Investment Board (45%).
Jalan tol ini memanjang di lima kabupaten di Jawa Barat. Yakni dari mulai Kabupaten Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Dengan kondisi tersebut, jalan tol yang merupakan bagian dari trans Jawa ini memiliki peranan penting sebagai saluran distribusi utama barang dan transportasi umum di Pulau Jawa.
“Sejak beroperasi pada 13 Juni 2015, Jalan Tol Cipali mampu memangkas waktu tempuh serta mempersingkat jarak perjalanan dari Cikampek ke Cirebon sejauh 40 km dibandingkan dengan jarak perjalanan melalui Pantura (jalan pantai utara),” tutur Haelly Lusiawatie selaku Corporate Communication & CSR Departement Head Lintas Marga Sedaya saat mengawali proses penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan kali ini, Haelly didampingi Corporate Communication & CSR Section Head Asri Fajarwati R atau ACI, dan CSR Analyst Putri Citra P.
“Sebagai jalan tol ke-empat terpanjang di Indonesia, Jalan tol Cipali ini membawa dampak positif pada pertumbuhan kawasan industri, perumahan, perkantoran dan pariwisata dan agrobisnis. Jalan Tol Cipali merupakan jalur Trans Jawa yang merupakan salah satu penghubung Jakarta dan kota-kota lainnya di Pulau Jawa adalah pemegang konsesi untuk Jalan Tol Cikopo Palimanan (Cipali) di Jawa Barat,” lanjutnya.
Meski diakui berdampak positif pada perekonomian, namun tetap saja dengan adanya jalan tol Cipali ini ada dampak yang ditanggung masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pihak pemegang konsesi jalan tol ini konsisten melakukan program CSR sebagai program pertanggungjawaban social kepada masyarakat sekitar.
“Jadi dalam strategi CSR kami, kami rerujuk pada Key Initiative Strategy ASTRA Tol Cipali yakni ‘Public Contribution’. Makanya, dalam prakteknya, Astra tol Cipali ini mengambil inisiasi untuk masuk ke dalam Pilar Pendidikan, Sosial dan UMKM melalui program CSR Pembinaan 5 Sekolah Dasar Negeri Kabupaten Majalengka, Pembinaan masyarakat desa melalui program KBA di Desa Bongas Kulon, Sumberjaya dan Pembinaan UMKM pengrajin batik di Ciwaringin, Cirebon,” ACI turut menjelaskan.
Memang dalam pengaplikasian program CSR ini, Lintas Marga Sedaya membaginya dalam empat pilar yakni Pilar Pendidikan, Pilar Lingkungan, Pilar Kesehatan, dan Pilar Kewirausahaan atau UMKM Binaan.
Untuk pilar pendidikan, program CSR ASTRA Tol Cipali ini membina 5 SDN (Sekolah Dasar Negeri) di Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka fokus kepada upgrade kompetensi tenaga pengajar dalam bidang akademis dan pendalaman karakter.
Selanjutnya ASTRA Tol Cipali juga memberikan pembinaan kepada masyarakat Desa Bongas Kulon Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka khususnya pada 4 pilar tersebut yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan dan Kewirausahaan (UMKM).
Dalam hal ini, dibangun juga Kampung Berseri Astra (KBA) di Bongas Kulon itu dengan memproduksi kangkung hidroponik di Tahun 2022 lalu. “Dan tanaman hidroponik yang paling potensial ditanam di Desa Bongas Kulon adalah kangkung. Dengan hasil panen rata-rata kangkung hidroponik di Desa Bonga Kulon sebanyak 25 Kg di setiap bulannya,” kata ACI.
Lalu ada juga produksi pupuk cair di KBA tersebut. Produksi pupuk cair di Desa Bongas Kulon baru dimulai di bulan Juli 2022 lalu. Dengan pengolahan pupuk cair menggunakan sampah organik sisa limbah rumah tangga masyarakat sekitar. Dan ternyata hasil produksi rata-rata pupuk cair di Desa Bongan Kulon dari bulan Juli–Desember 2022 adalah sebanyak 4 liter di setap bulannya.
Juga ada Produksi Pupuk Kompos yang sudah dilakukan di tahun 2022 itu di KBA Desa Bongas Kulon itu. Program ini berjalan sejak Juli 2022. Berupa pengolahan pupuk kompos menggunakan sampah organik dari masyarakat desa dan maggot yang diternak oleh masyarakat desa.
“Dan hasil produksi rata-rata pupuk kompos di Desa Bongan Kulon dari bulan Juli – Desember 2022 adalah sebanyak 16 Kg di setap bulannya,” uajrnya.
Lebih lanjut dia menegaskan, Astra Tol Cipali juga turut mengembangkan UMKM di sekitar beroperasinya jalan tol itu. Salah satunya Batik Ciwaringin. “Jadi, sebagai salah satu wilayah yang terdampak dari pembangunan Tol Cikopo – Palimanan, dilakukan program CSR berupa binaan pengrajin Batik di Ciwaringin, Kabupaten Cirebon,” kata ACI.
“Kami merangkul pengrajin Batik di Ciwaringin, Kabupaten Cirebon sebagai salah satu binaan UMKM. Hasil karyanya banyak sekali diminati oleh para penggemar batik di nusantara maupun mancanegara, dengan sering mengikuti event-event pameran dan pergelaran batik. Dari penjualan batik tersebut terlihat peningkatan pendapatan dari sisi ekonomi pengrajin, sehingga memotivasi para pengrajin batik agar lebih giat dan berkreasi dalam membuat corak batik,” jelasnya.
Disebutkan Haelly Lusiawatie, jalan tol Cipali yang memiliki panjang 116.75 Km dan melewati 5 Kabupaten tersebut, sebelum pelaksanaan program CSR tersebut, ASTRA Tol Cipali terlebih dahulu melakukan Social Mapping terhadap 5 wilayah tersebut. Ini untuk menentukan jenis program dan wilayah mana yang menjadi prioritas dari sasaran program CSR tersebut.
“Sehingga program CSR ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar. Seperti meningkatkan kompetensi tenaga pengajar dalam bidang akademis dan karakter untuk program pendidikan. Juga telah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan kelestarian dan keseimbangan lingkungan hidup dan social,” pungkas ACI.
