TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Perkuat Peran BUMD Dengan Keunggulan Lokal

Nurdian Akhmad
6 May 2016 | 00:30
rubrik: Management

Jakarta – Thebusinessnews. Potensi BUMD dalam sebagai agent pembangunan daerah sangat besar, sebab dengan jumlah hampir 2.000 berada seluruh Provinsi dan Kabupaten/kota  dengan rincian 26 Bank Pembangunan Daerah, 333 PDAM, BUMD  aneka usaha 426 dan sisanya berkisar lebih dari tiga ratus adalah bank perkreditan rakyat (BPR). Sementara  jumlah aset mencapai lebih dari Rp 500 triliun. Namum peran  sebagai agen pembangunan daerah mesti perlu ditingkatkan.

Dari hasil Riset majalah BusinessNews Indonesia dan Dewan Juri  TOP BUMD 2016 ditemukan Lima puluh persen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Indonesia kinerjanya masih belum optimal, sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah.” Sumbangan BUMD terhadap  PAD ( pendapatan asli daerah hanya dibawah 50 persen PAD,” ungkap Juri Top BUMD 2016 yang juga mantan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dewan Pengawas dan Komisaris BUMD seluruh Indonesia, Suryo Danisworo di Jakarta,Kamis( 5/5/2016)

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas bisnis BUMD-BUMD yang tersebar diberbagai daerah, perlu dilakukan sinergi BUMD dalam semangat Gotong Royong seperti yang diamanatkan dalam nawacita dan kabinet kerja.

Sekarang adalah eranya economic resource sharing. BUMD harus kuat dalam melakukan kerjasama partnership dengan pola economic resource sharing, seperti layaknya perusahaan-perusahaan e-commerce yang cepat berkembang dewasa ini, ujar Suryo.

Belum optimalnya kinerja BUMD, juga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama Good Corprate  Governance (GCG) belum dijalankan dengan baik. Ia memberi contoh banyak pemegang saham dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota yang melampaui kewenangannya sebagai  pemegang saham.” Ini contohnya, banyak titipan SDM orang untuk mengisi jabatan manajemen di BUMD, tanpa standard kompetensi dan profesionalisme yang jelas. “ ujar dia.

BACA JUGA:   Akuisisi Saham Siloam

Hal kedua, minimnya sumber daya manusia yang kompeten dan handal. Ketiga tidak pada fokus bisnis utama dan melupakan keunikan masing masing BUMD. Suryo menilai banyak BUMD yang ingin menjadi terlihat unggul nampun melupakan keunggulannya. Untuk itu a menyarakan agar masing masing BUMD menggali keunggulan masing untuk dikembangkan. “Jadilah diri mu sendiri jangan jadi orang lain,” ujar dia.(az)

 

Previous Post

Konsumsi Pemerintah Masih Lemah, Pertumbuhan Ekonomi Hanya 4,92 Persen

Next Post

BMRI Latih 1000 Pekerja Indonesia Di Malaysia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR