Jakarta – Thebusinessnews. Potensi BUMD dalam sebagai agent pembangunan daerah sangat besar, sebab dengan jumlah hampir 2.000 berada seluruh Provinsi dan Kabupaten/kota dengan rincian 26 Bank Pembangunan Daerah, 333 PDAM, BUMD aneka usaha 426 dan sisanya berkisar lebih dari tiga ratus adalah bank perkreditan rakyat (BPR). Sementara jumlah aset mencapai lebih dari Rp 500 triliun. Namum peran sebagai agen pembangunan daerah mesti perlu ditingkatkan.
Dari hasil Riset majalah BusinessNews Indonesia dan Dewan Juri TOP BUMD 2016 ditemukan Lima puluh persen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ada di Indonesia kinerjanya masih belum optimal, sehingga belum memberikan kontribusi yang signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD) pemerintah daerah.” Sumbangan BUMD terhadap PAD ( pendapatan asli daerah hanya dibawah 50 persen PAD,” ungkap Juri Top BUMD 2016 yang juga mantan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dewan Pengawas dan Komisaris BUMD seluruh Indonesia, Suryo Danisworo di Jakarta,Kamis( 5/5/2016)
Oleh karena itu, untuk meningkatkan kapasitas bisnis BUMD-BUMD yang tersebar diberbagai daerah, perlu dilakukan sinergi BUMD dalam semangat Gotong Royong seperti yang diamanatkan dalam nawacita dan kabinet kerja.
Sekarang adalah eranya economic resource sharing. BUMD harus kuat dalam melakukan kerjasama partnership dengan pola economic resource sharing, seperti layaknya perusahaan-perusahaan e-commerce yang cepat berkembang dewasa ini, ujar Suryo.
Belum optimalnya kinerja BUMD, juga disebabkan oleh beberapa hal. Pertama Good Corprate Governance (GCG) belum dijalankan dengan baik. Ia memberi contoh banyak pemegang saham dalam hal ini Gubernur, Bupati dan Walikota yang melampaui kewenangannya sebagai pemegang saham.” Ini contohnya, banyak titipan SDM orang untuk mengisi jabatan manajemen di BUMD, tanpa standard kompetensi dan profesionalisme yang jelas. “ ujar dia.
Hal kedua, minimnya sumber daya manusia yang kompeten dan handal. Ketiga tidak pada fokus bisnis utama dan melupakan keunikan masing masing BUMD. Suryo menilai banyak BUMD yang ingin menjadi terlihat unggul nampun melupakan keunggulannya. Untuk itu a menyarakan agar masing masing BUMD menggali keunggulan masing untuk dikembangkan. “Jadilah diri mu sendiri jangan jadi orang lain,” ujar dia.(az)