TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Andalkan Salin Swara, Ini Sederet Program TJSL Pemegang Bintang 5 Badak NGL

Busthomi
4 May 2023 | 16:00
rubrik: CSR, Event
Andalkan Salin Swara, Ini Sederet Program TJSL Pemegang Bintang 5 Badak NGL

FOTO: TopBusiness

Jakarta, TopBusiness – PT Badak NGL, salah satu perusahaan pengolahan gas alam cair yang sudak bertaraf kelas dunia selama ini sudah mengantongi penghargaan Bintang 5 dalam ajang TOP CSR Awards dua kali berturut di tahun 2021 dan 2022 lalu.

Dan di tahun ini anak usaha dari PT Pertamina (Persero) itu kembali mengikuti penjurian TOP CSR Awards 2023. Banyak program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dilakukan selama ini.    

Program-program tersebut sudah mengadopsi prinsip Berbagi Manfaat Bersama atau Creating Shared Value (CSV). Sehingga manfaatnya tak hanya dirasakan oleh masyarakat sekitar, tapi juga perusahaan sendiri mendulang manfaat. Apalagi memang selama ini, Badak NGL sudah melakukan survey customer satisfaction atau survey kepuasan pelanggan dengan hasil tinggi. Ini bukti keberadaan kilang milik perusahaan diterima masyarakat sekitar.

“Kita sering melakukan survey customer satisfaction. Dan kita mendapat skor tinggi yakni 4,91 dari skor 1-5 atau excellent level. Makanya dengan program CSR itu secara langsung dan tidak langsung telah mendukung bisnis perusahaan,” tutur Yuli Gunawan, Corporate Communications Senior Manager Badak NGL dalam proses penjurian TOP CSR Awards 2023 yang digelar Majalah TopBusiness secara daring, beberapa waktu yang lalu.

Dalam proses penjurian kali ini, Yuli didampingi oleh tim dari Community Development (Comdev) dan CSR, seperti Nadia Ayu Safitri, Garnis Nurfadila, M. Irfan Hidayat, dan M. Yahdi Urfan.

Menurutnya, perusahaan yang memiliki asset SDM unggulan itu, karena memiliki sederet tenaga ahli di bidang LNG itu mengaku perusahaan ke depannya akan melakukan transformasi bisnis, seiring dengan produksi kilang yang suatu saat pasti akan habis.

“Saat ini gas alam yang diolah jadi LPG itu kan sumber daya alam yang tidak terbarukan. Suatu saat akan habis. Makanya kami akan menyiapkan strategi yakni perlu bertransformasi. Dengan banyaknya tim ahli di perusahaan, hal itu yang akan dioptimalkan. Sehingga kami mengelola tak hanya di Badak saja, tapi kami juga mengirim tenaga ahli ke beberapa perusahaan LNG yang ada di dunia ini dan kami memanfaatkan idel facilities,” terang dia.

BACA JUGA:   Ratusan Peserta Hadiri Top IT & Telco ke-5

“Jadi, jika kami tidak bertransformasi, maka Badak LNG akan berhenti beroperasi di tahun 2025 nanti. Akan tetapi kalau Badak LNG melakukan transformasi, maka bisnis LNG akan berkelanjutan,” sebutnya.

Meski begitu, pengelolaan kilang memang tetap diincar oleh perusahaan. Ke depan, kata dia, pihaknya bakal menggarap tempat lain sebagaimana sudah dilakukan dalam membantu start up kilang baru yang ada di beberapa negara. Seperti di AS, Norwegian dan beberapa negara di Afrika dan Timur Tengah. Jadi tak hanya mengelola dan mengoperasikan kilang LNG yang ada di Bontang, Kalimantan Timur saja.

“Kami ini ada delapan kilang, sekarang tinggal dua kilang. Dan kilang-kilang yang masih berfungsi secara optimal itu bisa kita fungsikan nanti sebagai LNG dan LPG hub. Karena saat ini sedang trending penurunan feed gas, tapi serapan pemakaian LNG di dunia meningkat, makanya kami akan melakukan pengembangan LNG & LPG Hub,” katanya.

Antisipasi Dampak

Disebutkan Yuli, perusahaan mengakaui bisnis kilang LNG tentu saja bakal memberikan dampak ke lingkungan baik itu positif maupaun negatif. Maka yang dilakukan perusahaan itu adalah upaya meminimalisasi dampak negatif ke lingkungan sekitar. “Kita lakukan mitigasi. Dan terus maksimalkan dampak positifnya, sehingga keberadaan Badan diterima masyarakat sebagai bentuk dari license to operate,” katanya.

Dan agar terus diterima masyarakat sekitar, ada enam strategi dalam ber-TJSL. Yakni compliance, continual improvement, komunikasi, CSV, kolaborasi, dan inovasi. “Dengan langkah itu, saat ini kami telah menerima 12 kali berturut-turut Proper Emas. Dan Continuous Improvement Programs (yang digelar sejak 1994), kami sudah menerapkan 18 improvement program terkait lingkungan hingga 2022 dan sampai dengan tahun lalu kami sudah memiliki 17 Paten Lingkungan dengan 3 Paten terbit tahun 2022,” katanya.

BACA JUGA:   Filtrasi Air Gambut, Program CSR Unggulan KPI RU II Sungai Pakning

Ke-17 paten itu adalah 1 paten dalam hal efisiensi air, 3 paten soal efisiensi energy, 4 paten dalam penurunan emisi, 2 paten dalam pengelolaan limbah B3, 4 paten dalam pengelolaan limbah non B3, dan 4 paten dalam Comdev & Kehati. “Ini yang membanggakan. Secara total hingga saat ini, kami sudah memiliki 19 paten,” ucap Yuli.

Selanjutnya, terkait dengan hasil benchmarking Badak LNG yang merupakan hasil laporan benchmarking oleh Integrated Green Business pada Proper 2021 dengan membandingkan dengan kilang LNG di Negara lain, Badak LNG memiliki beberapa keuanggulan. Di antaranya, nomor satu dalam hal intensitas konsumsi air paling hemat. Nomor satu dalam intensitas limbah B3 paling sedikit. Dan nomor satu dalam intensitas limbah non B3 paling sedikit.

Dan dapat level kedua dalam intensitas air limbah, nomor tiga dalam intensitas emisi gas rumah kaca, dan nomor tiga dalam intensitas energy.

Sementara hasil benchmarking global oleh PTAI (Philip Townsend Associates) pada 2019 lalu, Badak LNG berada di ranking nomor satu dalam hal keselamatan kerja. Juga nomor satu atau yang paling rendah dalam hal maintenance cost. Dan juga nomor satu dalam hal ‘No Fire & Explosion in Process Area’.

Selanjutnya, peringkat kedua untuk Lowest Plant Losses, level dua terkait Lowest Value of Inventory, dan Nomor Tier 2 dalam LOPC (Los of Primary Containment) Incidence Rate.

Program CSR Unggulan

Lebih jauh dijelaskan Yuli Gunawan, salah satu program CSR yang diandalkan oleh Badak LNG adalah Salin Swara atau Sampah Keliling Swadaya Masyarakat. Program ini merupakan “Investasi Pengelolaan Sampah Berbasis Swadaya”.

Program ini berawal dari adanya permasalahan di sekitar yakni adanya laan TPA yang terbatas. Lalu, adanya polusi pada air, tanah, dan udara. Selanjutnya, terkait land use change. Juga ada masalah kesehatan lingkunan. Serta terkait penurunan keanekaragaman hayati.

BACA JUGA:   Ini Komitmen Kuat dan Program Andalan CSR KIT Batang Jawa Tengah

“Masalah lain terkait dengan kemiskinan juga menjadi pemicu program ini. KArena selama ini di Bontang, angka pengangguran tinggi, tidak ada jaminan social, tidak ada investasi, dan modal kerja rendah,” ungkapnya.  

Jadi program Salin Swara merupakan program pengelolaan sampah terpadu pertama di Kota Bontang. Program ini pada pelaksanaannya mengintegrasikan seluruh segmen dalam mendukung perwujudan ekonomi circular, sehingga mendapat benefit dari masing-masing kegiatannya.

Bagi perusahaan, Badak LNG dapat mengurangi timbulan sampah alumunium dan polyurethane dengan menyalurkan limbah untuk digunakan sebagai cool box oleh masyarakat pesisir yang terbatas listrik. Bagi masyarakat umum yang menyetorkan sampahnya secara sukarela kepada Bank Sampah yang tergabung pada program  Salin Swara. Selain mengurangi timbulan sampah juga mengurangi kesenjangan sosial dan dapat mengukarkan sampahnya dengan voucher tanaman, makanan atau minuman dan atraksi wisata. Hal ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca covid-19.

“Serta untuk nasabah Bank Sampah ini bisa menukarkan setoran sampahnya dengan tabungan, tabungan emas, dan premi BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga  Bank Sampah ini mampu membuka lapangan kerja, meningkatkan kompetensi masyarakat, dan memberdayakan pemuda & ibu rumah tangga, memperluas jangkauan jaminan sosial ketenagakerjaan,” terang dia.

“Program inovasi ini memilki konsep pengelolaan sampah berbasis masyarakat sesuai dengan namanya, program Community Based Waste Management Investment merupakan program pemberdayaan dengan mengusung konsep pengelolaan sampah berbasis investasi yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan mengedepankan aspek peluang keberlanjutan ekonomi baru bagi masyarakat,” lanjut Yuli.

“Program ini dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah terpadu sekaligus mengubah nilai sampah untuk diolah kembali menjadi barang yang bernilai ekonomis. Di sini menerapkan 3R yakni reduce, reuse, dan recycle sampah organik,” pungkasnya.

Selain Salin Swara, program CSR dalam upaya mendukung bisnis keberlanjutan adalah LNG Academy, Sertifikasi Welder & Scaffolder, Kampung Masdarling, Selangan City, Saung Pandu, dan lain sebagainya.

Tags: PT Badak NGLTOP CSR Awards 2023
Previous Post

TAMAN Sidrap dari PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area

Next Post

Ditopang Peningkatan Trafik Penumpang, Pendapatan Usaha Garuda Terkerek 72%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR