TopBusiness
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR
No Result
View All Result
TopBusiness
No Result
View All Result

Program CSR Unggulan Pertagas OEJA, Taman Olah Jelantah Perkuat Jaring Pengaman Sosial di Sidoarjo

Editor
6 May 2023 | 10:09
rubrik: CSR, Event
Program CSR Unggulan Pertagas OEJA, Taman Olah Jelantah Perkuat Jaring Pengaman Sosial di Sidoarjo

Jakarta, TopBusiness – Sejalan dengan visi Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yaitu menjadi mitra yang dapat memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat dan tetap selaras dengan bisnis perusahaan, PT Pertamina Gas Operation East Java Area (Pertagas OEJA) menjalankan Program CSR unggulan yaitu Taman Olah Jelantah.

“Program CSR Taman Olah Jelantah Pertagas OEJA memberdayakan para ibu untuk mengelola minyak jelantah di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur sebagai kawasan Ring 1 perusahaan sejak tahun 2019 lalu,”  kata Fasya Amalia Ardi, selaku External Relations , Pertagas OEJA dalam sesi Penjurian TOP CSR Awards 2023, secara daring, Kamis (4/5/2023).

Menurutnya, Program CSR Taman Olah Jelantah yang semula diinisiasi Pertagas OEJA untuk menjawab masalah pengelolaan limbah rumah tangga kini telah bertransformasi menjadi jaring pengaman sosial bagi Desa Kalitengah dan meningkatkan rasa kebersamaan di antara masyarakatnya.

Program Taman Olah Jelantah

Kepada Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, Fasya memaparkan latar belakang Pertagas OEJA menginisiasi Program Taman Olah Jelantah yang dimulai tahun 2019, “Minyak goreng merupakan salah satu bahan yang sering dijumpai sehari-hari. Hampir setiap rumah tangga atau restoran memasak menggunakan minyak goreng setiap hari.”

“Namun, minyak jelantah sering kali tidak dikelola dengan baik bagi sebagian masyarakat, dikarenakan masih banyak yang belum paham mengenai dampak bagi kesehatan dan lingkungan.”

“Kondisi itulah yang terjadi di Desa Kalitengah, Tanggulangin, Kab. Sidoarjo Jawa Timur.  Dahulu, warga Kalitengah yang tidak mengerti cara mengelola minyak jelantah membuang begitu saja minyak jelantah ke selokan dan saluran pembuangan air.”

“Dampak membuang jelantah sembarangan tentu membahayakan lingkungan dan warga seperti membuat saluran air tersumbat dan menyebabkan banjir. Bahkan, ada yang mengoplos jelantah jadi minyak curah yang membahayakan jika dikonsumsi.” 

BACA JUGA:   Lewat Walidah, PT Darma Henwa Bangun Kemandirian Warga Lingkar Tambang

“Awalnya, ada sejumlah ibu di Desa Kalitengah mulai bergerak mengumpulkan minyak jelantah di lingkungan desa tersebut.”

Perjuangan mereka yang gigih mendapatkan perhatian dari PT Pertamina Gas Operation East Java Area (Pertagas OEJA) yang memiliki pipa gas berdekatan dengan Desa Kalitengah.

Demi mendukung upaya para wanita di desa tersebut, sejak 2019 Pertagas OEJA melakukan Program CSR Taman Olah Jelantah yang membantu edukasi dan manajemen pengelolaan minyak jelantah.

Pertagas OEJA memulai program dari kegiatan edukasi bahaya minyak jelantah untuk kesehatan dan lingkungan serta cara-cara pengelolaan yang bertanggung jawab.

Kemudian program semakin berkembang dengan membentuk Kelompok Tri Tunggal Dwi yang mewadahi pada ibu pengelola minyak jelantah serta membangun Rumah Tampung Jelantah sebagai Drop Off Point.

Serta memperkenalkan Sistem Tampung Komunal. “Warga yang setor jelantah ke pengurus RT mendapat voucher sembako. Pengurus RT yang setor jelantah ke Kelompok Tri Tunggal Dwi mendapat dana untuk kas RT. Oleh kelompok, jelantah yang terkumpul ada yang diolah menjadi sabun atau lilin, dan ada yang dijual ke industri biodiesel.

Kegiatan berikutnya, kelompok juga mendapatkan pelatihan diversifikasi produk turunan jelantah yaitu membuat produk lilin dan sabun dari minyak jelantah.

“Juga menyalurkan minyak jelantah kepada off taker berizin. “Seluruh minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan oleh kelompok kemudian disalurkan kepada perusahaan yang memiliki izin resmi untuk mengolah kembali minyak jelantah tersebut menjadi biodiesel,” ujar Fasya.

“Keuntungan dari penjualan minyak jelantah digunakan Kelompok Tri Tunggal Dwi sebagai dana sosial untuk membantu masyarakat rentan di Desa Kalitengah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Fasya mengatakan dengan semua kegiatan tersebut Pertagas OEJA juga melakukan transfer kompetensi berupa penangan limbah B3. Sehingga kini Kelompok Tri Tunggal Dwi mampu melakukan pengelolaan limbah dengan lebih nyaman dan bertanggungjawab.

BACA JUGA:   Kampung NanasKu Andalan CSR PT Pupuk Kujang

Tata Kelola Program CSR

Agar pelaksanaan Program CSR Taman Olah Jelantah berjalan dengan baik, Fasya mengatakan Pertagas OEJA menerapkan Tata Kelola.

“Komunikasi dan pendampingan dilakukan secara berkala dilakukan perusahaan untuk mengukur keberhasilan program CSR berupa Pendampingan oleh Comdev Officer, Kunjungan oleh Manajemen, dan Komunikasi Rutin Harian Melalui Grup Aplikasi Whatsapp.”

Tak ketinggalan kolaborasi dengan melibatkan pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Program CSR sebagai upaya strategis perusahaan dalam mengelola hubungan baik untuk keberlangsungan bisnis perusahaan, yaitu: Pemerintah daerah: Dinas Lingkungan Hidip Kabupaten Sidoarjo, Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin.

Sejumlah instansi swasta: Dompet Dhuafa, Sustainable Indonesia, CV Samudra Kita Jaya, dan PT Pertamina Patra Niaga IT Surabaya.

Dan yang paling penting, masyarakat yaitu 40 orang anggota Kelompok Tri Tunggal Dwi, 62 Kepala RT, 26 orang Kelompok Resto Apung.

Kepada dewan juri, Fasya mengutarakan bahwa pengukuran yang dilakukan terhadap Program CSR Taman Olah Jelantah memperlihatkan hasil yang positif.

“Indeks Kepuasan Masyarakat meraih skor 0,871 artinya Sangat Baik.”

“Sementera Social Return on Investment (SROI) meraih skor 3,66. Dengan Nilai Investasi program sebesar Rp237.500.00,-,” tuturnya.

Capaian Program CSR

Fasya mengungkapkan sejak dijalankan tahun 2019 hingga sekarang, sejumlah capaian positif dihasilkan dari Program CSR Taman Olah Jelantah, “Pertama, 486 liter jelantah rata-rata terkumpul/bulan.”

“Kedua, menyerap 91 persen timbunan jelantah/bulan. Ketiga, 70 persen RT berpartisipasi menyetorkan jelantah. Keempat, diseminasi program CSR ke 5 Desa, 1 Kelurahan di 2 Kota/Kabupaten. Kelima, muncul 42 kader jelantah pada cakupan RT.”

“Keenam, memberikan pelatihan produk olahan jelantah pada 45 anggota dan warga Desa Kalitengah. Ketujuh, pengembangan usaha kios sembako. Kedelapan, kerjasama penyetoran jelantah dengan CV Samudera Kita Jaya sebagai off taker.”

BACA JUGA:   Ini Taktik CSR Indah Kiat Tangerang Ukur Dampak Operasional

“Terakhir, kolaborasi Kelompok Tri Tunggal Dwi dengan PT Pertamina Patra Niaga IT Surabaya mengembangkan website dan aplikasi MANJALITA yang digunakan sebagai media edukasi digital dan pencatatan jelantah yang masuk dan keluar juga rekapitulasi setoran nasabah,” tutur Fasya.

TOP CSR Awards diselenggarakan majalah TOP Business didukung sejumlah asosiasi CSR, Asosiasi Bisnis, dan GCG, serta perusahaan konsultan CSR dan Bisnis.  Tema yang diangkat dalam TOP CSR Awards 2023 adalah “Inovasi-Inovasi Program CSR yang Mendukung Tumbuhnya Bisnis Perusahaan Secara Berkelanjutan”.

PT Pertamina Gas, berdiri pada 23 Februari 2007, adalah perusahaan yang bergerak dalam sektor midstream dan downstream industri gas Indonesia. Dimiliki oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) dan PT Pertamina (Persero), Pertamina Gas merupakan bagian dari subholding Gas di Indonesia yang berperan dalam usaha niaga gas, transportasi gas, pemrosesan gas dan distribusi gas, serta bisnis lainnya yang terkait dengan gas alam dan produk turunannya.

Dalam Penjurian TOP CSR Awards 2023, Fasya Amalia Ardi mewakili Pertagas OEJA didampingi oleh Yedo Kurniawan, Zwita Almaida, I Nyoman Surya Bayu Wisesa, dan Al Rosyid Anggi Satrya.

Bertindak selaku dewan juri yaitu Dwinda Ruslan dari Yayasan Pakem, Mas Achmad Daniri dari MB Consulting, Syaifudin dan Ermon Idrus dari Lembaga Kajian Nawacita, dan Peggy Arnolia dari ISVI.

Penulis: Teguh IS.

Tags: PT Pertamina Gas Operation East Java AreaTOP CSR Awards 2023
Previous Post

Pertamina Patra Niaga Tuntaskan Penyaluran Energi

Next Post

Promenade Marina di Labuan Bajo Zona 4 segera Rampung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Disclaimer
  • Email

TopBusiness - Inspire Great Business Performance | All Rights Reserved

  • Home
  • Economic
  • Business Info
  • Capital Market
  • Finance
  • BUMN
  • BUMD
  • DAERAH
  • Marketing
  • Event
  • CSR