Jakarta, TopBusiness – Sukses bagi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bumi Siak Pusako atau BSP, menyusul tahun 2020 telah masuk dalam participating interest (PI) dengan kepemilikan saham di Wilayah Kerja Coastal Plains Pekanbaru.
Kendati begitu, program kepedulian perusahaan tak terlupakan. Bahkan, CSR dijadikan strategi bisnis berkelanjutan dengan harapan bisa memberikan dampak positif bagi perusahaan apalagi pemangku kepentingan.
Menurut Corporate Secretary Riky Hariansya, kontribusi BSP dalam membangun daerah diwujudkan melalui program-program corporate social responsibility (CSR) dapat diklasifikasikan beberapa hal. Seperti pembangunan perekonomian masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan cara meningkatkan sarana pendidikan, dan ada juga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan membangun sarana dan prasarana kesehatan yang memadai. Selain, menekan angka stunting di seluruh wilayah Riau Daratan dan Kepulauan. Kesemuanya itu untuk mengejar kesetaraan atas subjek inti atau klausa dari sustainability development goals (SDGs)
Ditegaskan Riky, tentunya kinerja apik BSP sebagai perusahaan BUMD harus menjadi contoh bagi BUMD-BUMD lain di seluruh negeri ini. “Kita harus membuktikan bahwa perusahaan daerah pun bisa memberikan konstribusi besar dalam membangun daerah dan juga sebagai agen development”, kata dia, di hadapan Dewan Juri TOP CSR Awards 2023, yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/05/2023) melalui aplikasi rapat zoom.
Semenjak tahun 2002, BSP telah dipercaya untuk mengelola CPP Blok dari perusahaan Amerika yakni PT Caltex Pacific Indonesia. Selama 20 tahun berhasil mengeluarkan minyak dari Blok CPP hingga 125 juta barel dengan menghasilkan pendapatan sebesar US$ 1,4 miliar, serta telah menggelontorkan dana CSR senilai Rp 80,24 miliar yang disebarkan di Provinsi Riau, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan, dan Kota Pekan Baru.
Perlu diketahui, posisi keberadaan BSP dalam mengelola CPP Blok telah berlangsung sejak 2002 sampai 2022 dengan kontrak langsung dari perusahaan Amerika (PT CPI) dengan pola kontrak bagi hasil. Dan pada tahun 2022 sampai 2024 terjadi perubahan kontrak dengan pola gross split. Selanjutnya, pada 2023 BSP mempersiapkan anggaran untuk investasi dan opersioanal sebesar US$ 167,830 miliar dengan pembagian keuntungan gross split.
Adapun komposisi para pemegang saham dari BSP yakni Pemerintahan Provinsi Riau sebesar 18,07 persen, Pemerintahan Kabupaten Siak (72,29 persen), Pemerintahan Kabupaten Kampar (6,02 persen), Pemerintahan Kabupaten Pelalawan (2,4 persen), dan Pemerintahan Kota Pekanbaru (1,21 persen).
Dikatakan Riky, dalam mengelola dan menjadi kontraktor di WKP CPP Blok dalam mengelola sumur-sumur sejak tahun 2002, telah menunjukkan kinerja positif di industri hulu migas dengan berstandar tinggi sebab selalu tunduk dan patuh dengan ketentuan health, safety and environtment (HSE) dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
“Tentunya dengan tata kelola yang baik dengan mengacu kepada prinsip-prinsip GCG serta terus membangun budaya perusahaan yang baik, serta tak henti membangun inovasi, maka kita harapkan BUMD ini akan menghasilkan potensi besar,” kata dia.
Dia menekankan, bahwa pihaknya berkomitmen untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik hingga berstandar internasional. “Kita akan terus berupaya BSP ini menjadi perusahaan daerah dengan tata kelola bertaraf global dan internasional, apalagi bisnis migas ini banyak aturan internasional yang wajib diadopsi dalam seluruh kegiatan operasi. Dan kami juga berharap bagi pemegang saham memberikan keleluasaan kami sebagai pengelola yang independen jangan terlalu intervensi agar BUMD ini profesional untuk mengelola perusahaan daerah”, tegas Riky.
Dengan kinerja apik dalam mengelola perusahaan daerah, BUMD milik Provinsi Riau daratan dan Riau Kepulauan ini patut mendapatkan acungan jempol. Karena, tahun 2020 Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan memberikan Index Assesment dalam tata kelola, good corporate governance (GCG) dengan index skor 66,52 dengan kategori predikat “Cukup”.
Tak berhenti di situ saja, keberadaan BUMD ini pun menjadi kebanggaan masyarakat Riau daratan dan Kepulauan, lantaran memberikan kontribusi besar kepada kas daerah dalam bentuk penyetoran keuntungan atau dividen kepada pemegang saham dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) semenjak tahun 2002 hingga 2021 sebesar Rp 3,19 triliun.
Foto: dunia-energi.com
