Jakarta, TopBusiness—Menjawab permasalahan perawatan rumah, Gravel menghadirkan Gravel Maintenance, layanan terbaru di aplikasi khusus solusi perbaikan hunian.
“Gravel melalui layanan Gravel Construction telah menyelesaikan lebih dari 4.000 proyek konstruksi untuk pembangunan dan renovasi infrastruktur, rumah, dan fasilitas publik, yang kebanyakan skala besar atau menengah. Menjawab permintaan untuk layanan perbaikan hunian, kami meluncurkan Gravel Maintenance. Cukup lewat aplikasi Gravel, urusan perbaikan beres,” kata Fredy Yanto, Co-Founder dan CPO Gravel, dalam penjelasan yang diterima tadi pagi oleh Majalah TopBusiness.
Adapun Co-Founder dan CEO Gravel, Georgi Ferdwinda Putra, mengatakan bahwa satu hal yang mendasar dan sering terlupakan, hunian selalu membutuhkan perawatan secara berkala. Apalagi jika bangunan sudah dalam kondisi tua, padahal pengecekan dan perawatan secara berkala akan mengurangi risiko perbaikan yang lebih besar di kemudian hari. Pengecekan yang dibutuhkan biasanya meliputi cek kondisi atap, lantai, dinding, kabel listrik, dan lainnya.
“Gangguan hunian dapat terjadi pada siapa saja, pemilik maupun penyewa hunian. Instagram GravelIndonesia menghimpun sejumlah data mengenai gangguan hunian yang sering dialami pemilik hunian. Mereka sering menemukan kerusakan atap bocor atau dinding rembes, terutama di musim hujan. Penghuni rumah jadi tidak nyaman, bahkan was-was dengan risiko gangguan yang dapat terjadi,” kata Georgi.
Fredy mengatakan bahwa sebagai perusahaan teknologi yang fokus bidang konstruksi, Gravel memahami bahwa proses perbaikan dan perawatan hunian bisa menjadi hal yang tidak mudah dan merepotkan. Untuk mengidentifikasi jenis kerusakan dan mencari tukang bangunan terpercaya yang bisa menyelesaikan perbaikan rumah sesuai harapan akan menghabiskan biaya dan menguras banyak waktu.
Maka, kata dia, Gravel Maintenance menyediakan layanan perbaikan rumah dari awal hingga selesai, mulai dari survei, estimasi detail gangguan, bahan bangunan yang dibutuhkan, jumlah dan jenis tukang, hingga jumlah hari pengerjaannya.
“Saat surveyor datang cek kondisi kerusakan hunian, pemilik bisa berkonsultasi dan diskusi soal material bangunannya. Ini akan membuat biaya perbaikan lebih terukur dan bisa sesuai ekspektasi,” ungkap Fredy.
