Jakarta, TopBusiness – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) tahun ini kembali terpilih sebagai salah satu finalis, maju di babak penjurian untuk penghargaan TOP Corporate Social Responsibility (CSR) Awards 2023. Kegiatan apresiasi tahunan bidang CSR atau TJSL ini, dihelat Majalah Top Business bekerja sama dengan sejumlah asosiasi dan konsultan bidang CSR.
Terpilihnya kembali PT TIBG di ajang penilaian atas implementasi dan pelaksanaan program-progran CSR ini, tak lepas dari inovasi dan terobosan program yang dilakukan perusahaan, termasuk dalam menyikapi situasi pandemi covid-19 hingga era kenormalan baru pasca pandemi ini.
Program CSR dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dari aktivitas perusahaan kepada stakeholders dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, termasuk masyarakat. Adapun aktivitas usaha atau bisnis utama TBIG adalah menyewakan tower space pada sites sebagai tempat pemasangan perangkat telekomunikasi milik penyewa untuk transmisi sinyal berdasarkan skema perjanjian kerja sama sewa. Selain itu juga menyediakan akses untuk operator telekomunikasi ke jaringan repeater dan IBS, sehingga dapat memancarkan jaringan sistem telekomunikasi di gedung-gedung perkantoran dan pusat-pusat perbelanjaan yang terletak pada wilayah perkotaan.
TBIG memiliki misi menjadi perusahaan terdepan dalam bisnis penyediaan layanan dan solusi infrasturktur teknologi informasi, komunikasi dan digital bagi pelanggan, dengan fokus kepada keberlanjutan dan keunggulan. Sedangkan strategi bisnisnya adalah menyediakan layanan dan solusi ICT terbaik dengan bermitra dengan klien untuk meningkatkan mutu layanan mereka.
Dalam menjalankan program CSR, perusahaan di antaranya telah menerapkan konsep program CSR berbasis untuk menciptakan nilai bersama atau Creating Share Value (CSV). Program dan aktivitas CSR yang dijalankan, senantiasa juga dikaitkan dengan strategi untuk mendukung aktivitas core business perusahaan dan aktivitas atau usaha supporting-nya.
Program CSR maupun Comdev yang dilakukan, juga selaras dengan upaya perusahaan untuk meminimumkan dampak negatif dan memaksimumkan dampak positif dari operasinya dalam mendukung masyarakat di ranah ekonomi, sosial dan lingkungan bagi seluruh pemangku kepentingannya (stake holder), yang juga diselaraskan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.
“Kebijakan dan strategi CSR PT TIBG senantiasa dikaitkan dengan bisnis perusahaan secara keberlanjutan. Saat ini berfokus pada empat pilar utama. Di antaranya meliputi bidang pendidikan, budaya, lingkungan dan kesehatan,” ujar Fahmi S Alatas, Head of Lerning Management & CSR Departement PT TIBG, saat presentasi dan wawancara penjurian TOP CSR Awards 2023 pada (11/05/2023) yang dilakukan secara virtual oleh Majalah TopBusiness Jakarta.
Dijelaskan, implementasi pilar pendidikan dilakukan, terutama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) bidang infrastruktur, sarana pra sarana telekomunikasi. Di antaranya menyangkut masukan untuk kurikulum unggulan : Learning Management System, serta program beasiswa bagi anak karyawan.
Implementasi pilar budaya dilakukan untuk menjaga asset sustainability yang di antaranya ada Rumah Batik TBIG, dan beberapa lainnya. Rumah Batik, menjadi wadah bagi pelatihan membatik yang dilengkapi dengan kurikulum dan trainer professional mengenai batik bagi siswa usia produktif dan bagi para penyandang difabilitas.
Pilar lingkungan, dalam implementasi dilakukan untuk program-program terkait pelestarian dan perbaikan lingkungan. Terutama untuk menjaga compliance perusahaan terhadap isu lingkungan. Dalam ini juga dilakukan inventarisasi GRK perusahaan sesuai standar ISO 14064-4. Sedangkan program yang dilakukan, ada TBIG Heart (TBIG berkontribusi dalam mengatasi dampak lingkungan serta berkolaborasi dengan pemerintah local), aksi penanaman 4000 pohon, serta ada pusat pelatihan limbah batik.
“Terkait perbaikan lingkungan, TBIG telah melakukan penanaman 4.000 pohon yang bekerja sama dengan Perhutani sebagai bentuk komitmen terhadap penerapan sustainable finance dan green economy,” ujarnya di damping Tim CSR TBIG (Dody Tri Fatwadi, dan Yosepha Naftali /CSR Analyst).
Sedangkan implementasi pilar kesehatan dilakukan untuk menjaga asset sustainability, di antaranya ada Mobil Klinik (Monik), dan Post Disaster Recovery. “Program Monik (Mobil Klinik) dalam hal ini ada akses layanan kesehatan gratis bagi masyarakat yang dilengkapi dengan peralatan medis dan dokter,” ujarnya.
Dalam presentasinya terkait prosedur penetapan program dan angaran CSR di TBIG, Fahmi menjelaskan, bahwa dalam implementasi program CSR dilakukan melalui proses perencanaan pegram, termasuk budget yang dialokasikan perusahaan dan penetapan program melalui proses Planning Cycle.
“Untuk sistem perencanaan, ada proses Stakeholders Identification & Engagement, Identifikasi Core & Supporting Process yang menjadi Prioritas Target Impact, Identifikasi aktivitas program yang mungkin dijalankan untuk meminimalkan dampak negative dan memaksimalkan dampak positif, serta ada juga feasibility Scoring. Secara umum, program-Program CSR yang kami jalankan diselaraskan atau untuk mendukung strategi bisnis perusahaan secara berkelanjutan,” tegasnya kepada Tim Juri (Kusuma Prabandari -Dwika Consulting, Melani K. Harriman -CEO Melani K. Harriman & Associates, Ermon Idrus- Lembaga Kajian Nawacita/LKN, Febrizal Efendi -Aspiluki, serta Thendri Supriatno -Founder dan CEO CFCD).
Kegiatan TOP CSR Awards merupakan kegiatan penilaian untuk pemberian penghargaan bidang CSR atau TJSL yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL/Community Development, yang efektif dan berkualitas. Ajang penilaian TOP CSR Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business yang bekerja sama dengan sejumlah institusi seperti Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI); Asosiasi GRC Indonesia; Corebest (lembaga konsultan dan pelatihan CSR); LKN (Lembaga Kajian Nawacita); Yayasan Pakem (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro); SDP (PT Sinergi Daya Prima/konsultan GCG); SGL Management (konsultan Manajemen dan bisnis); Solusi Kinerja Bisnis (SKB).
Penulis: Ahmad Chury
