Jakarta, TopBusiness – Bioflock, program budidaya ikan dengan konsep ramah lingkungan menjadi salah satu program Corporate Social Responsibilty (CSR) unggulan PT Suri Tani Pemuka (STP) yang sudah mulai dijalankan sejak 2021. Dengan mengenalkan sistem budidaya ikan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan bagi masyarakat, perusahaan turut menjaga kelestarian alam dan lingkungan.
PT Suri Tani Pemuka (STP), anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa), bergerak di bidang akuakultur yang berfokus pada budidaya perikanan, pembenihan, pembesaran dan pengolahan makanan laut. Produksi pakan bidang akuakultur menjadi bisnis utama perusahaan dengan visi utama “To be total solution in aquaculture industry”.
“Kami mengoperasikan 5 (lima) pabrik pakan ikan dan udang di Indonesia dan menghasilkan berbagai jenis produk pakan untuk peternak ikan dan udang komersial. Kami juga mengoperasikan penetasan ikan dan udang sebagai produk nilai tambah untuk pelanggan pakan yang membutuhkan bibit berkualitas baik,” ungkap Indira Ardiwidjaja, Communication and Employee Engagement Manager PT Suri Tani Pemuka (JAPFA Aquaculture) saat presentasi dan wawancara penjurian “TOP CSR Awards 2023” secara virtual pada (23/05/2023) yang diselenggarakan Majalah Top Business Jakarta.
Kegiatan TOP CSR Awards merupakan kegiatan penilaian untuk pemberian penghargaan bidang CSR atau TJSL yang diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia, yang dinilai berhasil dalam menjalankan program CSR/ TJSL/Community Development, yang efektif dan berkualitas. Ajang penilaian TOP CSR Awards, diselenggarakan setiap tahun oleh Majalah Top Business yang bekerja sama dengan sejumlah institusi seperti Perkumpulan Profesional Governansi Indonesia (PaGI); Asosiasi GRC Indonesia; Corebest (lembaga konsultan dan pelatihan CSR); LKN (Lembaga Kajian Nawacita); Yayasan Pakem (Yayasan Pengembangan Keuangan Mikro); SDP (PT Sinergi Daya Prima/konsultan GCG); SGL Management (konsultan Manajemen dan bisnis); Solusi Kinerja Bisnis (SKB).
Dalam wawancara penjurian ini, juga hadir Budhi Rahyono -Head of HR & General Affairs yang ikut memberikan jawaban atas pertanyaan dari Tim Dewan Juri, didampingi staff : Intan Safira dan Zainal Arifin. Sedangkan tim juri penilai terdiri Melani K. Harriman (CEO Melani K. Harriman & Associates), Syaifudin (Lembaga kaian Nawacita (LKN), AL Boeasra (Yayasan Kepak Sayapku), Putri Rahsilaputeri (Sinergi Daya Prima/SDP), serta Febrizal Efendi (Aspiluki).
Dalam paparannya lebih lanjut, Indira Ardiwidjaja mengungkapkan bahwa pada tahun 2012, perusahaan telah membuka fasilitas produksi pemrosesan di Cirebon dan Medan untuk mengolah ikan nila dan ikan sidat bagi pasar ekspor. Peruahaan juga memproduksi makanan kemasan yang diolah dari hasil laut untuk memenuhi kebutuhan divisi pangan konsumen. “Aktivitas usaha kami, antara lain bergerak di bidang pakan ikan dan udang, pembenihan dan pembesaran ikan dan udang, serta pengolahan makanan laut yang terintegrasi,” ujarnya
Terkait CSR, sebagai entitis bisnis budidaya akuakultur, perusahaan dalam menjalankan usahanya senantiasa menjaga aspek keberlanjutan yang diimplementasi pada program CSR kepada masyarakat dan lingkungan. Juga menerapkan program-program kepedulian sosial dan lingkungan melalui strategi pemberdayaan masyarakat.
Beberapa kegiatan CSR yang telah dijalankan, antara lain bantuan perbaikan dan pelestarian lingkungan, di mana lebih 6000 pohon mulai dari pohon mangrove hingga pohon akasia pada beberapa daerah di Indonesia seperti Banyuwangi, Lampung, Purwakarta.
Selain itu, ada bantuan untuk kesehatan seperti penganan pandemi covid-19), dunia pendidikan, pelatihan budidaya ikan maupun cocok tanam bagi kelompok tani binaan, Program Pembinaan UMKM, bantuan sembako bagi warga kurang mampu, pemberdayaan ekonomi masyarakat, donasi bagi korban bencana alam, dan lainnya.
Salah satu program CSR yang jadi andalan yakni budidaya ikan dengan teknologi bioflok yang telah terbukti ramah lingkungan dan bisa meningkatkan kualitas ikan yang dipanen. Dengan menerapkan teknologi bioflok ini, ikan disamping makan pellet juga makan flock atau gumpalan-gumpalan terdiri dari organisme hidup seperti alga, bakteri dan sebagainya. Sehingga teknologi bioflok ini mampu menekan penggunaan pakan buatan atau pellet.
Di samping itu, air dari hasil budidaya ikan dengan sistem bioflok ini, tidak berbau, bahkan bisa untuk campuran pupuk tanaman, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar. Bahkan dapat disinergikan dengan budidaya tanaman misalnya untuk hortikultur dan tanaman buah-buahan. “Sistem kolam bioflock mengedepankan keberlanjutan yang erat dengan air. Keunggulan kolam dengan teknologi bioflock, di antaranya ramah lingkungan, efisien dan hemat lahan, sehinggta dapat dilakukan di daerahperkotaan. Sudah ada 12 kolam bioflok untuk kelompok tani sekitar wilayah operasional di Purwakarta, Banyuwangi, Lampung, dan Jakarta. Juga ada 30 bantuan untuk pelanggan yang beralih dari kolam konvensional ke bioflock,” unjar Indira.
Melalui program-program CSR ini, PT STP berkomitmen untuk terus meningkatkan kepeduliannya kepada masyarakat dan juga menyalurkan berbagai bantuan sosial, lainnya, Seperti santunan bagi kaum duafa, pembagian sembako untuk warga kurang mampu, santunan anak yatim piatu, dan lainnya.
Penulis: Ahmad Chury
