Jakarta, TopBusiness—Sejak ISO 26000 SR menjadi pandangan untuk praktik CSR secara global, paradigma CSR di Indonesia mulai berubah. Sementara di awal penerapan CSR, yang banyak dilakukan adalah comdev (community development).
“Kalau sekarang ini, aspek lain, semakin menjadi perhatian pihak yang menerapkan CSR di Indonesia,” kata Ketua Penyelenggara Top CSR Awards 2023, M. Lutfi Handayani, saat membuka webinar Top CSR Awards 2023, yang digelar hari ini oleh Majalah TopBusiness.
Ia mengatakan bahwa setelah adanya ISO 26000, CSR diparalelkan dengan strategi bisnis. Juga, diparalelkan dengan aspek kesinambungan sebuah perusahaan. “Jika semua perusahaan bertanggung jawab atas dampak operasional yang ditimbulkan, insya Allah permasalahan di Indonesia bisa lebih mudah diatasi,” kata dia.
Sementara, dalam webinar yang sama, anggota Dewan Juri Top CSR Awards 2023, Nurdizal Rachman, membeberkan sejumlah hal tentang CSR di Indonesia. Ia, antara lain, mengatakan bahwa CSR sejatinya adalah bentuk tanggung jawab perusahaan ke para pemangku kepentingan.
Khalayak masih lebih memahami bahwa CSR adalah suatu bentuk solidaritas sosial dan sarana untuk menaikkan citra perusahaan. “Ukuran yang digunakan pun lebih banyak untuk eksternal, misalnya menggunakan SROI (social return on investment) dan indeks kepuasan masyarakat,” papar dia.
Dalam paradigma baru CSR, kata Nurdizal, ukuran untuk internal pun digunakan. Hal ini untuk menaikkan daya saing perusahaan. “Dalam paradigma baru itu, CSR bukan dibiayai dari penyisihan laba bersih perusahaan, tetapi dari dana operasional.”
Maka dengan demikian, ia menjelaskan, CSR sebuah perusahaan tetap ada walau perusahaan tengah merugi.
Dihadiri sekitar 200-an orang yang merupakan praktisi CSR perusahaan dan lain-lain, webinar tersebut berlangsung dua hari, yakni hari ini dan besok. Selain menghadirkan sejumlah konsultan/pakar CSR, sejumlah praktisi CSR dari sejumlah perusahaan, menjadi narasumber webinar itu.
“Webinar ini merupakan pendahuluan dari acara puncak Top CSR Awards 2023, yang akan digelar 7 Juni nanti di Hotel Raffles Jakarta,” kata M. Lutfi Handayani.
