Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, IHSG berpotensi bergerak menyamping.
Penelitian Harian Samuel, Kamis, 15 Juni 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, menyatakan IHSG Berpotensi Bergerak Samping Hari Ini.
Pada perdagangan semalam (14/6) bursa AS ditutup bervariasi. Dow Jones turun 0,68%, S&P 500 naik 0,08% dan Nasdaq +0,39%. Pasar menguat karena The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada kisaran target 5,0%-5,25% dan mengakhiri rentetan 10 kenaikan berturut-turut.
Pasar komoditas dijual cenderung melemah. Minyak turun 0,75% ke level USD 68,64/ bbl, emas turun 0,05% ke level USD 1.957/toz, nikel naik 2,88% ke level 22.683,50, batubara turun 0,80% ke level USD 136,15/ ton, dan CPO naik 0,81% ke level USD 3.450.
Perdangan di bursa regional Rabu yang cenderung melemah. Nikkei naik 1,47%, Hang seng turun 0,58% dan Shanghai turun 0,14%.
IHSG juga ditutup turun 0,29% ke level 6.699,7 dengan investor asing mencatatkan keseluruhan net sell sebesar Rp 702,8 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp 751,1 miliar, dan pada negosiasi pasar tercatat net buy asing Rp 48,3 miliar. Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak oleh BBCA (Rp 204,6 miliar), BBNI (Rp 196,7 miliar), dan TLKM (Rp 152,6 miliar). Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan oleh BBRI (Rp 64 miliar), ASII (Rp 63 miliar), dan AKRA (Rp 24,5 miliar). Penggerak terkemuka teratas menghasilkan ASII, INKP, NCKL, sementara penggerak tertinggal teratas menghasilkan GOTO, BYAN, BBCA.
“Pagi ini pasar regional dibuka campuran: Kospi +0.38%, Nikkei -0.02%. Kami melemahnya hari ini IHSG akan bergerak sideways seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
