Jakarta, TopBusiness – Indeks harga saham gabungan atau IHSG di PT Bursa Efek Indonesia hingga penutupan perdagangan hari ini, berpotensi mengalami koreksi.
Penelitian Harian Samuel, Jumat 7 Juli 2023 dari Samuel Research Team yang dipublikasikan PT Samuel Sekuritas Indonesia melalui website samuel.co.id, memperlihatkan IHSG Berpotensi Mengalami Koreksi.
Bursa AS ditutup melemah pada Kamis (6/7). Dow Jones -1,07%, diikuti S&P 500 0,79% dan Nasdaq 0.82%. Pasar AS bergerak melemah setelah rilis data Private Payrolls di bulan Juni yang meningkat 497.000 jauh diatas ekspektasi ekonom (228.000) dan meningkat dari bulan Mei yang tercatat di 267.000. Laporan tersebut membayangi data yang menunjukkan weekly jobless claim yang meningkat sehingga The Fed berpotensi untuk meningkatkan suku bunga lagi.
Pasar komoditas terpantau bergerak melemah. Minyak turun 0,08% ke level USD 71,8/bbl, batubara turun 3,56% ke level USD 139,7/ton, nikel melemah 0,11% ke level USD 21.199 dan CPO menguat 1,27% di level MYR 3.911. Sedangkan harga emas terpantau melemah 0,38% ke level USD 1.916/toz.
Bursa Asia pada Kamis (6/7) ditutup cenderung melemah. Nikkei turun 1,70%, Hang Seng melemah 3,02%, dan Shanghai 0,54%.
IHSG ditutup menguat 0,57% ke level 6.757,3 dengan investor asing hari ini mencatatkan keseluruhan net buy sebesar Rp 260,2 miliar. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan net buy Rp 204,7 miliar, dan pada pasar negosiasi tercatat net buy asing Rp 55,5 miliar. Net buy asing tertinggi di pasar reguler dicatatkan ASII (Rp 69,1 miliar), FILM (Rp 57,7 miliar), dan BBRI (Rp 52,3 miliar). Net sell asing tertinggi di pasar reguler dicetak BBNI (Rp 40,3 miliar), BBCA (Rp 38,6 miliar), dan ANTM (Rp 24,1 miliar). Top leading movers emiten BYAN, GOTO, AMRT, sementara top lagging movers emiten BBRI, TLKM, CPIN.
Pagi ini Nikkei dibuka melemah 1,04% dan KOSPI 0,35%. “Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak melemah, seiring dengan sentimen global dan regional,” demikian tertulis.
