Jakarta, TopBusiness – PT LRT Jakarta mengklaim bahwa perusahaan telah mengimplementasikan tata kelola, manajemen risiko dan kepatuhan (governance, risk and compliance/GRC) secara keseluruhan. Itu dimaksudkan agar keberlanjutan bisnis terus bertahan dan lebih berkembang lagi.
“Perkenalkan kami menyampaikan dalam rangka penjurian GRC ini, LRT Jakarta sudah menerapkan governance, risk dan compliance secara holistik, dan terintegrasi,” kata Direktur Utama LRT Jakarta Hendri Saputra, saat memberikan kata sambutan materi presentasi berjudul The Strategic Role of GRC in Supporting Business Resilience and Agility di hadapan Dewan Juri TOP GRC Awards 2023 yang berlangsung secara dalam jaringan melalui aplikasi rapat zoom, di Jakarta, hari ini.
Dalam pandangan dia, dengan penerapan GRC secara holistik ini tentunya membantu LRT Jakarta dalam berusaha lebih sehat, karena sesuai dengan koridor yang berlaku serta mengelola risiko yang lebih baik lagi untuk mengoptimalkan setiap peluang yang ada.
Dia menyinggung bahwa secara dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam bentuk finansial akan dilaksanakan dalam bentuk layanan dan operasional perusahaan dengan bertanggung-jawab.
“Perlu kami sampaikan bahwa LRT Jakarta secara finansial. Kami di-support secara subsidi atau PSO dari Pemprov DKI Jakarta. Memang dana yang diberikan kepada kami untuk melayani transportasi publik, tentunya ini bersumber dari dana APBD yang harus kami pertanggung-jawabkan dalam melayani LRT Jakarta sebagai sarana transportasi modern di Kota Jakarta,” ungkap dia.
Dalam konteks implementasi GRC, lanjut Hendri, hal ini tercermin dalam kinerja keuangan LRT Jakarta, baik secara operasional dan juga layanan yang membaik dari setiap tahunnya.
“Walaupun LRT Jakarta baru berusia 5 tahun secara berdiri atau operasional, tetapi LRT Jakarta berusaha untuk terus melakukan perbaikan baik dari sisi kebijakan, proses, hingga kualitas dari pekerjaan LRT Jakarta yang dihasilkan,” ungkap dia.
Perusahaan mampu bertahan dan mendorong pertumbuhan bisnis dengan membaca peluang-peluang bisnis yang mungkin bisa dikembangkan, pada masa kondisi tak mendukung.
“LRT Jakarta pun dapat bertahan, melewati masa-masa sulit pada masa pandemi Covid-19. Dan bahkan berhasil menciptakan, peluang bisnis baru di bidang operation dan maintenance. Nah ini juga dengan sumber daya yang ada, kami bisa melakukan bisnis OM terhadap operator lain di Jakarta,” papar Hendri.
Keberadaan perusahaan memberikan efek positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, sekalian dari perwujudan program ESG. “Dan juga selain itu, LRT Jakarta baru beroperasi di 8,5 km dari Penggangsaan Dua-Kelapa Gading sampai Velodroom, namun keberadaan LRT Jakarta memberikan dampak yang positif baik untuk lingkungan, maupun masyarakat seperti peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, maupun kontribusi dalam peningkatan akses kesempatan kerja. Hal ini merupakan wujud komitmen LRT Jakarta dalam mengimplementasikan environment, social and governance (ESG),” kata dia.
Dia menegaskan kembali bahwa perusahaan mempunyai bentuk komitmen dalam penerapan GRC. “LRT Jakarta berpartisipasi dalam GRC Awards juga menunjukkan komitmen perusahaan untuk mengimplementasikan GRC dengan lebih baik lagi,” tambahnya.
